Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan normal meski Kecamatan Kartoharjo hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, yakni SMP Negeri 8 Madiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menegaskan kondisi tersebut selama ini tidak menimbulkan persoalan serius karena akses antarwilayah di Kota Madiun sangat dekat dan mudah dijangkau.
“Meski di Kecamatan Kartoharjo hanya ada satu SMP negeri, selama ini justru pagunya belum terpenuhi. Artinya secara geografis Kota Madiun sangat terjangkau,” ujar Lismawati.
Menurutnya, sejumlah wilayah di Kartoharjo berbatasan langsung dengan Kecamatan Taman maupun Manguharjo. Sehingga siswa tetap mudah mengakses sekolah negeri di luar wilayah administrasinya.
Ia mencontohkan warga Kelurahan Kartoharjo yang lokasinya berdekatan dengan Kecamatan Manguharjo sehingga memiliki akses mudah menuju SMP Negeri 1 Madiun, SMP Negeri 3 Madiun, SMP Negeri 5 Madiun maupun SMP Negeri 13 Madiun.
Selain itu, warga Kelurahan Klegen yang masuk wilayah Kartoharjo juga disebut memiliki akses dekat menuju sekolah di Kecamatan Taman seperti SMP Negeri 4 Madiun.
“Kalau di daerah pegunungan mungkin menjadi kendala, tetapi di Kota Madiun aksesnya sangat dekat. Jadi dari Kartoharjo ke kecamatan lain sangat memungkinkan,” katanya.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, total pagu SMP negeri di Kota Madiun mencapai 2.883 siswa yang tersebar di 14 sekolah negeri.
Rinciannya, Kecamatan Kartoharjo memiliki satu sekolah negeri yakni SMPN 8 Madiun. Sementara Kecamatan Manguharjo memiliki lima sekolah, yakni SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 9, dan SMPN 13 Madiun. Sedangkan Kecamatan Taman memiliki enam sekolah negeri, yakni SMPN 2, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 10, SMPN 11, dan SMPN 14 Madiun.
SPMB tahap pertama akan dibuka pada 17–19 Juni 2026 untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Tahap kedua berlangsung 22–24 Juni 2026 untuk jalur domisili, sedangkan tahap ketiga pada 25–26 Juni 2026 untuk pemenuhan pagu.
Dindik Kota Madiun juga menyiapkan solusi apabila masih terdapat kursi kosong setelah jalur domisili selesai.
“Nanti ada jalur pemenuhan pagu. Prioritasnya anak dalam kota yang belum mendapatkan sekolah, baru setelah itu luar kota,” pungkas Lismawati. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





