Berita Terkini
Trending Tags

Parade Onthel Lawas di Magetan, Sepeda Unik dan Kreativitas Peserta Curi Perhatian

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 311
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sepeda High-Wheeler jadi daya tarik parade onthel di Magetan, (5/4/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan sepeda onthel lawas memadati Lapangan Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas sekaligus parade yang menarik perhatian warga.

Di antara deretan sepeda klasik, jenis Penny-farthing atau High-Wheeler menjadi sorotan. Sepeda bergaya Eropa dengan roda depan berukuran besar tersebut tampak mencolok. Tak hanya itu, sejumlah peserta juga menampilkan sepeda dengan modifikasi nyentrik, mulai dari ornamen tulang belulang hingga replika senjata.

Sepeda High-Wheeler itu dikendarai Suroso, pecinta sepeda kuno asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengikuti parade dengan rute sejauh kurang lebih 11 kilometer. Sepanjang perjalanan, aksinya kerap mengundang perhatian warga yang mengabadikan momen tersebut.

Berbeda dengan sepeda pada umumnya, High-Wheeler tidak menggunakan rantai. Pedalnya menyatu dengan poros roda depan, sehingga putaran roda menjadi lebih cepat.

Suroso mengaku hadir dalam acara ini untuk merayakan satu windu Paguyuban Sepeda Onthel Karangmojo (Pasoka) sekaligus bertemu komunitas. Ia menyebut ketertarikannya terhadap sepeda jenis ini bermula saat pandemi Covid-19.

“Awalnya saya hanya menyukai onthel biasa. Saat pandemi, saya bertemu teman-teman yang memiliki sepeda jenis ini, lalu ikut tertarik hingga akhirnya menjadi hobi sampai sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepeda tersebut diperoleh dari wilayah Brebes dalam kondisi kurang terawat. Setelah dibeli dengan harga jutaan rupiah, sepeda itu kemudian direstorasi agar aman digunakan.

Menurutnya, perawatan sepeda antik itu tergolong sederhana, yakni rutin dibersihkan agar tidak berkarat serta diberi pelumas pada bagian poros dan setir.

“Perawatannya tidak sulit, yang penting rajin dibersihkan dan dilumasi supaya tetap nyaman dipakai,” katanya.

Suroso juga mengungkapkan bahwa mengendarai sepeda High-Wheeler membutuhkan teknik khusus. Ia mengaku sempat beberapa kali terjatuh saat belajar.

“Tidak semua orang bisa mengendarainya, saya sendiri sudah beberapa kali jatuh. Tapi bagi saya, nilai sepeda ini tidak bisa diukur dengan uang,” tuturnya.

Selain Suroso, peserta lain juga menampilkan kreativitas melalui sepeda modifikasi. Salah satunya Mada, pecinta onthel asal Bojonegoro, yang menghias sepedanya dengan tulang belulang hewan, gitar akustik, hingga dupa.

Ia menjelaskan, ornamen tersebut merupakan bentuk ekspresi diri sekaligus menonjolkan nuansa budaya Jawa, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Konsepnya bebas berekspresi, tetapi tetap memperhatikan keamanan. Semua aksesoris dipasang dengan kuat agar tidak membahayakan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, sepeda yang digunakannya merupakan warisan keluarga yang terus dirawat hingga kini.

“Sepeda ini sudah turun-temurun dan masih saya gunakan. Ada sentuhan budaya Jawa yang ingin saya tampilkan melalui ornamen yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Siswanto menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Para peserta datang dengan mengenakan kostum khas era 1980-an, menambah suasana klasik.

“Peserta datang dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Madiun, Ngawi, Tuban hingga Jawa Tengah. Mereka mengikuti parade dengan rute sekitar 11 kilometer di wilayah ini,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    Kemarau Basah Ancam Petani Tembakau, Masa Tanam Mundur Hingga Juli

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Musim kemarau tahun ini tak sepenuhnya membawa angin segar bagi petani tembakau di Kabupaten Madiun. Fenomena cuaca tak lazim yang dikenal sebagai kemarau basah menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal itu mengingat curah hujan masih terpantau tinggi di tengah musim yang semestinya kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi ini […]

    Bagikan
  • Disiplin Menabung Lewat Undian Simarmas Brio

    Disiplin Menabung Lewat Undian Simarmas Brio

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Suasana meriah menyelimuti halaman Gedung Kampung Pesilat Kabupaten Madiun pada Minggu sore (19/10/2025). Ratusan nasabah dan pegawai Bank Madiun antusias menyaksikan penarikan hadiah utama program Simarmas Brio yang berhadiah satu unit mobil Honda Brio. Direktur Utama Perumda BPR Bank Daerah Kabupaten Madiun, Velly Murdianto, menjelaskan bahwa program Simarmas Brio bukan sekadar […]

    Bagikan
  • Gebyar Hardiknas 2025 di Magetan, Ribuan Siswa dan Guru Hadirkan Senam dan Tari Massal

    Gebyar Hardiknas 2025 di Magetan, Ribuan Siswa dan Guru Hadirkan Senam dan Tari Massal

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana semarak penuh warna menyelimuti Alun-Alun Magetan, Rabu (28/05/2025). Ribuan siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan tumpah ruah merayakan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dalam sebuah perayaan akbar yang memadukan semangat, seni, dan kebugaran. Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    Pemkot Madiun Rencanakan Pelebaran Tikungan Ahmad Yani Untuk Jalur Wisata

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun berencana melakukan pelebaran jalan di pojokan Jalan Ahmad Yani. Pelebaran jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran dan kenyamanan transportasi. Lebih khusus untuk bus wisata yang nantinya akan melintasi kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran. Agus Tri Sukamto, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) […]

    Bagikan
  • Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    Bocah SMP Hanyut di Bengawan Solo, Diduga Terseret Arus Saat Bermain Prosotan di Sungai

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Peristiwa tragis terjadi di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dengan Desa Megeri, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan hanyut terseret arus deras pada Senin siang, (30/06/2025). Korban berinisial D.Tb […]

    Bagikan
  • Geliat Serda Rohman Geluti Budidaya Cacing, Gandeng Investor untuk Pemasaran

    Geliat Serda Rohman Geluti Budidaya Cacing, Gandeng Investor untuk Pemasaran

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Tak ingin lingkungan di sekitar tempat tinggalnya terus tercemar, Serda Muhamad Rohman Yudianto yang kesehariannya bertugas di Koramil 0802/21 Pudak, jajaran Korem 081/DSJ, melakukan upaya budidaya cacing. Budidaya yang gelutinya sejak awal tahun 2025 itu diakuinya sangat efektif untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya di aliran sungai sekitar tempat tinggalnya. “Di […]

    Bagikan
expand_less