Berita Terkini
Trending Tags

Parade Onthel Lawas di Magetan, Sepeda Unik dan Kreativitas Peserta Curi Perhatian

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 266
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sepeda High-Wheeler jadi daya tarik parade onthel di Magetan, (5/4/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Ratusan sepeda onthel lawas memadati Lapangan Desa Karangmojo, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas sekaligus parade yang menarik perhatian warga.

Di antara deretan sepeda klasik, jenis Penny-farthing atau High-Wheeler menjadi sorotan. Sepeda bergaya Eropa dengan roda depan berukuran besar tersebut tampak mencolok. Tak hanya itu, sejumlah peserta juga menampilkan sepeda dengan modifikasi nyentrik, mulai dari ornamen tulang belulang hingga replika senjata.

Sepeda High-Wheeler itu dikendarai Suroso, pecinta sepeda kuno asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengikuti parade dengan rute sejauh kurang lebih 11 kilometer. Sepanjang perjalanan, aksinya kerap mengundang perhatian warga yang mengabadikan momen tersebut.

Berbeda dengan sepeda pada umumnya, High-Wheeler tidak menggunakan rantai. Pedalnya menyatu dengan poros roda depan, sehingga putaran roda menjadi lebih cepat.

Suroso mengaku hadir dalam acara ini untuk merayakan satu windu Paguyuban Sepeda Onthel Karangmojo (Pasoka) sekaligus bertemu komunitas. Ia menyebut ketertarikannya terhadap sepeda jenis ini bermula saat pandemi Covid-19.

“Awalnya saya hanya menyukai onthel biasa. Saat pandemi, saya bertemu teman-teman yang memiliki sepeda jenis ini, lalu ikut tertarik hingga akhirnya menjadi hobi sampai sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepeda tersebut diperoleh dari wilayah Brebes dalam kondisi kurang terawat. Setelah dibeli dengan harga jutaan rupiah, sepeda itu kemudian direstorasi agar aman digunakan.

Menurutnya, perawatan sepeda antik itu tergolong sederhana, yakni rutin dibersihkan agar tidak berkarat serta diberi pelumas pada bagian poros dan setir.

“Perawatannya tidak sulit, yang penting rajin dibersihkan dan dilumasi supaya tetap nyaman dipakai,” katanya.

Suroso juga mengungkapkan bahwa mengendarai sepeda High-Wheeler membutuhkan teknik khusus. Ia mengaku sempat beberapa kali terjatuh saat belajar.

“Tidak semua orang bisa mengendarainya, saya sendiri sudah beberapa kali jatuh. Tapi bagi saya, nilai sepeda ini tidak bisa diukur dengan uang,” tuturnya.

Selain Suroso, peserta lain juga menampilkan kreativitas melalui sepeda modifikasi. Salah satunya Mada, pecinta onthel asal Bojonegoro, yang menghias sepedanya dengan tulang belulang hewan, gitar akustik, hingga dupa.

Ia menjelaskan, ornamen tersebut merupakan bentuk ekspresi diri sekaligus menonjolkan nuansa budaya Jawa, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Konsepnya bebas berekspresi, tetapi tetap memperhatikan keamanan. Semua aksesoris dipasang dengan kuat agar tidak membahayakan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, sepeda yang digunakannya merupakan warisan keluarga yang terus dirawat hingga kini.

“Sepeda ini sudah turun-temurun dan masih saya gunakan. Ada sentuhan budaya Jawa yang ingin saya tampilkan melalui ornamen yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Siswanto menyebut kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Para peserta datang dengan mengenakan kostum khas era 1980-an, menambah suasana klasik.

“Peserta datang dari berbagai daerah seperti Ponorogo, Madiun, Ngawi, Tuban hingga Jawa Tengah. Mereka mengikuti parade dengan rute sekitar 11 kilometer di wilayah ini,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bentrokan antar dua kelompok suporter sepak bola terjadi di jalan raya Madiun-Ngawi, tepatnya di pertigaan Temboro, Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan suporter dari Kota Madiun dan suporter asal Ngawi. Dalam vidio amatir warga dua kelompok suporter saling lempar batu. […]

    Bagikan
  • Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    Miris! Pasutri Di Magetan Nekat Curi Motor Milik Ibu Kandung Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil mengamankan sepasang suami istri dengan status pernikahan siri yang terlibat kasus pencurian sepeda motor milik keluarga sendiri. Mirisnya, korban merupakan ibu kandung dari pelaku laki-laki. Kedua pelaku yakni Irvan Rendy Saputra (23), warga Dusun Grojokan, Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, dan istrinya Rizqi […]

    Bagikan
  • Kantor ATR/BPN Kota Madiun Diduga Keluarkan ‘Surat Siluman’, Caplok Tanah Pensiunan TNI AD

    Kantor ATR/BPN Kota Madiun Diduga Keluarkan ‘Surat Siluman’, Caplok Tanah Pensiunan TNI AD

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madun – Kinerja pelayanan kantor ATR/BPN Kota Madiun kembali jadi sorotan publik. Belum kelar dugaan kasus korupsi PSU sebuah perumahan, perkara lain mendadak muncul setelah seorang warga mempersoalkan adanya ‘surat siluman’ yang diterbitkan kantor pertanahan tersebut. Surat itu dilayangkan oleh Karyadi, menantu Sariman ( pensiunan TNI AD) dan Darning Supeni, warga Desa […]

    Bagikan
  • Mulai 2026 Program BST Tamat, Bertransformasi Menjadi Bahana Bersahaja

    Mulai 2026 Program BST Tamat, Bertransformasi Menjadi Bahana Bersahaja

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto membuat gebrakan. Program Bhakti Sosial Terpadu, yang biasa dikenal dengan sebutan BST, telah tamat. Mulai tahun 2026 ini, program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun, yaitu BST,  berubah nama menjadi Bhakti Harmoni atau Bahana Bersahaja. Perubahan ini merupakan kelanjutan dari program unggulan yang telah dimulai sejak jaman Bupati […]

    Bagikan
  • Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    Jebakan Tikus Makan Korban Lagi! Petani 60 Tahun di Madiun Tewas Tersengat Listrik di Sawah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik kembali memakan korban jiwa di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Korban diketahui bernama Sukono (60), warga Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ditemukan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari perangkap tikus yang terpasang di area persawahan. Ia ditemukan tak bernyawa di area persawahan Dusun Sedoro, Desa Tanjungrejo, […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    Kecelakaan Maut di Sambit Ponorogo, Dua Tewas Usai Avanza Tabrak Truk Parkir

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kecelakaan tragis terjadi di ruas Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di timur SPBU Desa Besuki, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Rabu (25/06/2025). Sebuah mobil Avanza menabrak truk parkir hingga menyebabkan dua orang tewas dan satu lainnya luka berat. Informasi yang dihimpun, mobil Avanza dengan pelat nomor AE 1726 GL dikemudikan oleh Marcellino […]

    Bagikan
expand_less