Berita Terkini
Trending Tags

Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani di Magetan percepat tanam padi demi capai target produksi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai sekitar 63 ribu hektare sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) seiring program swasembada pangan berkelanjutan.

Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan pihaknya terus memantau realisasi tanam secara harian, terutama di wilayah sentra pertanian.

“Setiap hari teman-teman di lapangan melaporkan perkembangan luas tanam padi. Target kita sekitar 63 ribu hektare dalam setahun,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi target tahunan yang terus didorong pemerintah daerah. Dengan asumsi produktivitas rata-rata sekitar 6,5 ton per hektare, total produksi gabah diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui percepatan tanam dan penggunaan varietas padi genjah atau berumur pendek yang memiliki produktivitas lebih tinggi. Selain itu, peningkatan indeks pertanaman (IP) juga menjadi strategi utama.

“Kalau biasanya petani tanam dua kali, kita dorong bisa menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, luas tanam dan panen otomatis meningkat,” jelasnya.

Wilayah timur Kabupaten Magetan disebut masih menjadi sentra utama produksi padi, di antaranya Kecamatan Kartoharjo, Barat, dan sekitarnya.

Terkait kekhawatiran alih fungsi lahan pertanian, Uswatul menegaskan hingga saat ini belum ada pengurangan signifikan terhadap luas tanam. Menurutnya, potensi penurunan luas lahan masih dapat diantisipasi melalui peningkatan IP dan percepatan masa tanam.

“Kalaupun ada pengurangan lahan, tidak terlalu signifikan. Kita optimalkan dengan peningkatan indeks pertanaman sehingga luas tanam tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mendukung produktivitas, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Magetan tahun ini mencakup Urea sebesar 22.784 ton, NPK 22.374 ton, ZA 425 ton, NPK formula 25 ton, dan pupuk organik 6.327 ton.

Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk tercatat masih di bawah 25 persen dari total alokasi, dengan rincian Urea 3.609,85 ton (15,18 persen), NPK 2.964 ton (13,27 persen), serta pupuk organik 1.403,18 ton (22,18 persen). Untuk April, distribusi masih dalam tahap verifikasi dan validasi, dengan proyeksi serapan mencapai sekitar 35 persen dari total alokasi.

Pemerintah berharap distribusi pupuk yang tepat waktu serta percepatan tanam dapat menjaga stabilitas produksi padi di Magetan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    Koloni Ulat Bulu Serang Siswa SDN Kincang, Damkar Lakukan Pembasmian

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Koloni ulat bulu kembali meneror sekolah di wilayah Kabupaten Madiun. Kali ini ratusan ulat bulu menyerang 2 Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Madiun di Kecamatan Jiwan. Bahkan tak sedikit dari siswa dan guru merasakan gatal gatal di sekujur tubuhnya. “Sudah hampir sebulanan ini. Dampaknya para siswa bahkan guru terkena bulu ulat […]

    Bagikan
  • Viral, Pedagang di Telaga Sarangan Tegur Wisatawan yang Beli Pecel Keliling

    Viral, Pedagang di Telaga Sarangan Tegur Wisatawan yang Beli Pecel Keliling

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah potongan video yang memperlihatkan perdebatan antara pedagang dan wisatawan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, viral di media sosial pada Jumat (01/08/2025). Dalam video tersebut, seorang pedagang menegur sejumlah pengunjung yang tengah menikmati pecel yang dibeli dari pedagang keliling. Insiden bermula saat wisatawan duduk di salah satu area warung yang […]

    Bagikan
  • Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    Irigasi Magetan Panjangnya Ribuan Kilometer, Tapi Anggarannya Kerdil

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemkab Magetan tampaknya masih kedodoran dalam urusan memperbaiki infrastruktur irigasi. Ribuan kilometer saluran membentang, tetapi sebagian besar hanya bisa menunggu giliran perbaikan. Ironisnya, sekitar Rp. 2,1 miliar yang sudah dialokasikan justru ditarik kembali pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan, Yuli Karyawan Iswahyudi, […]

    Bagikan
  • UMK Magetan 2026 Dipastikan Naik, Kapan Angka Resminya Diumumkan?

    UMK Magetan 2026 Dipastikan Naik, Kapan Angka Resminya Diumumkan?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengonfirmasi bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 akan mengalami kenaikan. Kepastian ini muncul setelah rapat dewan pengupahan digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Magetan bersama unsur Forkopimda, perwakilan pengusaha, serta organisasi buruh dan pekerja. Kepala Disnaker Magetan, Arief Ridwan, menyampaikan bahwa kenaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari […]

    Bagikan
  • Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Madiun kembali diakui secara positif. Terbukti kedua perusahaan plat merah ini kembali mendapat penghargaan yakni Top BUMD Award yang diberikan kepada Perumda Air Minum Tirta Dharma Purabaya dan BPR Kabupaten Madiun.  Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan reward ini merupakan kebanggaan bersama sekaligus amanah […]

    Bagikan
  • Musang Tiba-Tiba Masuk Kamar Warga di Jiwan Madiun, Petugas Damkar Sempat Tergigit Saat Evakuasi

    Musang Tiba-Tiba Masuk Kamar Warga di Jiwan Madiun, Petugas Damkar Sempat Tergigit Saat Evakuasi

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Suasana malam di sebuah rumah warga di Desa Jiwan, Kabupaten Madiun, mendadak berubah tegang setelah seekor musang tiba-tiba masuk ke dalam kamar tidur pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kehadiran hewan liar tersebut membuat penghuni rumah panik karena berada di ruang yang sangat dekat dengan aktivitas istirahat mereka. Peristiwa itu […]

    Bagikan
expand_less