Magetan Targetkan Luas Tanam Padi 63 Ribu Hektare, Produksi Dipacu Lewat Percepatan Tanam
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai sekitar 63 ribu hektare sepanjang 2026. Target tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) seiring program swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala DTPHPKP Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan pihaknya terus memantau realisasi tanam secara harian, terutama di wilayah sentra pertanian.
“Setiap hari teman-teman di lapangan melaporkan perkembangan luas tanam padi. Target kita sekitar 63 ribu hektare dalam setahun,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan produksi menjadi target tahunan yang terus didorong pemerintah daerah. Dengan asumsi produktivitas rata-rata sekitar 6,5 ton per hektare, total produksi gabah diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui percepatan tanam dan penggunaan varietas padi genjah atau berumur pendek yang memiliki produktivitas lebih tinggi. Selain itu, peningkatan indeks pertanaman (IP) juga menjadi strategi utama.
“Kalau biasanya petani tanam dua kali, kita dorong bisa menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, luas tanam dan panen otomatis meningkat,” jelasnya.
Wilayah timur Kabupaten Magetan disebut masih menjadi sentra utama produksi padi, di antaranya Kecamatan Kartoharjo, Barat, dan sekitarnya.
Terkait kekhawatiran alih fungsi lahan pertanian, Uswatul menegaskan hingga saat ini belum ada pengurangan signifikan terhadap luas tanam. Menurutnya, potensi penurunan luas lahan masih dapat diantisipasi melalui peningkatan IP dan percepatan masa tanam.
“Kalaupun ada pengurangan lahan, tidak terlalu signifikan. Kita optimalkan dengan peningkatan indeks pertanaman sehingga luas tanam tetap terjaga,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk mendukung produktivitas, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Magetan tahun ini mencakup Urea sebesar 22.784 ton, NPK 22.374 ton, ZA 425 ton, NPK formula 25 ton, dan pupuk organik 6.327 ton.
Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk tercatat masih di bawah 25 persen dari total alokasi, dengan rincian Urea 3.609,85 ton (15,18 persen), NPK 2.964 ton (13,27 persen), serta pupuk organik 1.403,18 ton (22,18 persen). Untuk April, distribusi masih dalam tahap verifikasi dan validasi, dengan proyeksi serapan mencapai sekitar 35 persen dari total alokasi.
Pemerintah berharap distribusi pupuk yang tepat waktu serta percepatan tanam dapat menjaga stabilitas produksi padi di Magetan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





