Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Pemkab Magetan Siapkan Langkah Cepat Atasi Banjir, Normalisasi Saluran Hingga Sudetan Air Jadi Prioritas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 306
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid mengungkapkan, normalisasi saluran dilakukan untuk atasi banjir. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah. Berbagai langkah strategis mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang telah disiapkan untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bupati telah meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk saat malam takbiran dan awal April.

Ia menjelaskan, sebelum peninjauan lapangan dilakukan, tim PUPR terlebih dahulu melakukan pemetaan menyeluruh menggunakan drone, mulai dari wilayah hulu hingga hilir, yakni dari Terung hingga Sukomoro. Data tersebut kemudian dianalisis bersama lintas bidang di internal PUPR, seperti Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya.

“Setelah data terkumpul, kami lakukan pembahasan dan memaparkan hasilnya kepada Bupati, Wakil Bupati, serta OPD terkait. Dari situ dirumuskan solusi jangka pendek, menengah, hingga panjang,” ujar Muhtar.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Magetan kini fokus pada normalisasi saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama meluapnya air di kawasan Kebaran hingga Samsat.

Menurut Muhtar, sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan saluran menjadi faktor utama banjir kembali terjadi, setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat bebas banjir selama beberapa tahun usai penanganan tanggul.

“Saluran mengalami pendangkalan sehingga air meluap kembali ke area Samsat. Saat ini sudah kami mulai pengerukan dan penguatan tanggul di kiri-kanan saluran agar tidak meluber lagi,” jelasnya.

Proses normalisasi sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan koordinasi dengan warga berjalan lancar.

Selain normalisasi, langkah lain yang ditempuh adalah mengurangi volume air dari wilayah hulu melalui pembangunan sudetan atau pengalihan aliran air.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Srogo, di mana air yang melimpah selama hujan deras akan dialihkan menuju Kali Sadon.

“Sebagian sudetan sudah ada dan berfungsi, namun masih ada limpasan air di sisi utara yang akan kami arahkan kembali ke Kali Sadon agar tidak menambah beban saluran di bawah,” imbuhnya.

Image Not Found
Penanganan jangka pendek, Pemkab Magetan kini fokus pada normalisasi saluran air. Foto : Kus-Sinergia

Untuk jangka menengah, PUPR berencana menambah sejumlah sudetan baru. Namun, langkah ini membutuhkan anggaran besar sehingga perlu perencanaan matang.

Sementara itu, terkait banjir di jalur provinsi seperti kawasan Sarangan, Muhtar menyebut penyebab utamanya adalah dimensi saluran yang tidak memadai menampung debit air dari hulu.

“Saluran yang ada sekarang tidak cukup menampung air. Ini harus dibongkar dan disesuaikan dimensinya. Karena menyangkut jalan provinsi, kami harus berkoordinasi dengan pihak provinsi,” tegasnya.

Muhtar juga menyoroti tingginya curah hujan sebagai faktor signifikan penyebab banjir. Ia menyebut, curah hujan yang terjadi mencapai 145 milimeter per hari, yang masuk kategori sangat tinggi.

Ia menjelaskan secara sederhana, dalam kondisi tersebut setiap satu meter persegi wilayah menerima sekitar 145 liter air. Jika dikalikan dengan luas daerah tangkapan air, volume air yang turun bisa mencapai ribuan meter kubik.

“Volume air sebesar itu setara satu embung yang jebol. Jadi wajar jika dampaknya cukup besar,” ungkapnya.

Pemkab Magetan menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan percepatan penanganan agar bencana banjir tidak terus berulang, sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Madiun Terima Kuota Haji Sebanyak 382 Kursi, 3 Calon Ajukan Penundaan

    Kabupaten Madiun Terima Kuota Haji Sebanyak 382 Kursi, 3 Calon Ajukan Penundaan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun –  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun telah mengumumkan kuota jamaah calon haji Sebanyak 382 kursi Tahun 2025. Sebanyak tiga calon jamaah haji (CJH) di Kabupaten Madiun yang dipastikan berangkat tahun ini mengajukan penundaan.  Kepala Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Irfan Al Khaidari menyatakan pengajuan penundaan berangkat haji tersebut dikarenakan alasan kesehatan yang […]

    Bagikan
  • Pudak Berbenah, Berbagai Cara Warga Atasi Limbah Kotoran Sapi

    Pudak Berbenah, Berbagai Cara Warga Atasi Limbah Kotoran Sapi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Permasalahan limbah kotoran sapi yang menumpuk di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, kini mulai menemukan solusi. Limbah yang sebelumnya kerap mencemari sungai, kini diolah menjadi pupuk organik, bahan makanan untuk budidaya cacing, hingga diubah menjadi gas yang bermanfaat bagi warga. Salah satu warga Pudak, Sumali, berhasil mengelola kotoran sapi miliknya untuk pakan […]

    Bagikan
  • Usai Lebaran, Plt Wali Kota Madiun Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

    Usai Lebaran, Plt Wali Kota Madiun Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun diminta segera kembali fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik setelah libur panjang Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun usai menghadiri acara halal bihalal Pemerintah Kota Madiun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ASN. […]

    Bagikan
  • Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    Kerajinan Rebana Ngrukem Tembus Mancanegara

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sentra kerajinan rebana di Dukuh Jalen, Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Berkat kualitas yang unggul, rebana dari desa ini banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Kerajinan ini telah ada sejak tahun 1980 dan kini diteruskan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah tegas dengan memastikan seluruh jajaran instansi pemerintah tidak menggelar perayaan Tahun Baru yang bernuansa euforia. Kebijakan ini diberlakukan menyeluruh, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintahan desa. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban dan memastikan aktivitas […]

    Bagikan
  • 38 SPPG Telah Berdiri, Pemkab Madiun Tekankan SOP ketat Pada Mitra

    38 SPPG Telah Berdiri, Pemkab Madiun Tekankan SOP ketat Pada Mitra

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, tercatat sudah ada 38 SPPG berdiri di Kabupaten Madiun, sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 53 hingga 54 unit. Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda grand launching SPPG Anak Sejahtera Wonoasri yang dikelola […]

    Bagikan
expand_less