Berita Terkini
Trending Tags

Harga Telur Naik, Warga Miskin Di Ponorogo Malah Untung

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Ponorogo panen telur dari ayam peliharaannya. Foto: Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga telur ayam yang kini mencapai Rp28–Rp29 ribu per kilogram ternyata tidak selalu membawa kabar buruk. Di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, sejumlah warga miskin justru merasa diuntungkan. Mereka adalah penerima bantuan ayam petelur dari pemerintah daerah melalui program Taskintul atau Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pangan yang Betul.

Program yang telah berjalan dua bulan terakhir itu memberikan 40 hingga 50 ekor ayam petelur lengkap dengan subsidi pakan untuk setiap kepala keluarga. Tujuannya sederhana: memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menambah penghasilan rumah tangga.

Kini, di tengah harga telur yang melonjak, manfaat program itu semakin terasa. Salah satu penerima bantuan, Sarmini, mengaku tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, tetapi juga memperoleh penghasilan tambahan dari penjualan telur.

“Dari 45 ekor ayam, setiap hari bisa panen belasan butir telur. Sebagian buat makan anak-anak, sebagian dijual. Alhamdulillah pas harga telur lagi mahal,” ujar Sarmini, Selasa (14/10).

Cerita serupa datang dari Sukarman, warga lainnya yang memelihara ayam bantuan di lahan belakang rumahnya. Ia menyebut program ini bukan sekadar bantuan ternak, tetapi bentuk nyata ketahanan hidup masyarakat kecil di tengah naiknya harga bahan pokok.

“Sekarang enggak perlu beli telur. Harga di pasar naik, tapi kami tetap bisa makan telur tiap hari,” katanya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan, pemberian ayam petelur merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan rumah tangga. Pemerintah daerah, kata dia, ingin membangun kemandirian pangan mulai dari pekarangan warga.

“Kami ingin masyarakat tahan pangan. Tidak bergantung pada pasar. Dari kandang kecil di rumah pun bisa menjaga gizi keluarga dan menambah penghasilan,” terang Sugiri.

Dari balik kandang sederhana di desa, warga Gelang Kulon kini memahami makna ketahanan pangan sesungguhnya. Di saat harga telur terus merangkak naik, mereka justru menemukan sumber harapan baru — bukan dari bantuan uang, melainkan dari ayam-ayam yang terus bertelur setiap hari.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    Usulan Perubahan Kuota Domisili SPMB 2026 Kota Madiun Menguat, DPRD Soroti Ketimpangan Wilayah Kartoharjo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Usulan penyesuaian skema domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kota Madiun bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun, Dinas Kominfo Kota Madiun, dan Dispendukcapil Kota Madiun, Kamis (30/4/2026). Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun, Didik Yulianto, menegaskan perlunya koreksi kebijakan zonasi […]

    Bagikan
  • Aksi Dramatis Saat Ronda Malam, Dua Pencuri Tabung LPG Nyaris Diamuk Massa, Diamankan Polisi

    Aksi Dramatis Saat Ronda Malam, Dua Pencuri Tabung LPG Nyaris Diamuk Massa, Diamankan Polisi

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Teriakan “maling!” memecah keheningan malam di RT 04 Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Dua pria tertangkap basah mencoba mencuri tabung LPG dari teras rumah warga sebelum akhirnya dikepung oleh regu ronda yang sigap bertindak. Situasi sempat memanas. Warga yang berdatangan hampir menghakimi pelaku, namun tim Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Pelaku Curanmor Antar Daerah Dibekuk, Polisi Ungkap Enam TKP

    Pelaku Curanmor Antar Daerah Dibekuk, Polisi Ungkap Enam TKP

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan jalanan dengan menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial MCM (22), warga Sidoarjo. Tersangka diringkus pada Selasa, 31 Maret 2026, setelah polisi melakukan pengembangan dari laporan korban dan rekaman CCTV. Kasus ini bermula dari hilangnya sepeda motor milik MFY (17), warga Desa Ngaglik, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun mendapat tambahan armada untuk layanan balik gratis dengan tujuan Jakarta. Tambahan satu unit bus ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) salah satu BUMD perbankan Jawa Timur. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari upaya […]

    Bagikan
  • PHRI Magetan Sesalkan Aksi Getok Harga, Peringatan Teguran Hanya Angin Lalu

    PHRI Magetan Sesalkan Aksi Getok Harga, Peringatan Teguran Hanya Angin Lalu

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magetan menyatakan keprihatinannya atas praktik getok harga yang dilakukan sejumlah pedagang kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Insiden yang mencuat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 itu memicu keluhan wisatawan hingga ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus serupa bukan kali pertama terjadi dan […]

    Bagikan
expand_less