Berita Terkini
Trending Tags

Pemkab Magetan Siapkan Langkah Cepat Atasi Banjir, Normalisasi Saluran Hingga Sudetan Air Jadi Prioritas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid mengungkapkan, normalisasi saluran dilakukan untuk atasi banjir. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menangani persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah. Berbagai langkah strategis mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang telah disiapkan untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Bupati telah meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk saat malam takbiran dan awal April.

Ia menjelaskan, sebelum peninjauan lapangan dilakukan, tim PUPR terlebih dahulu melakukan pemetaan menyeluruh menggunakan drone, mulai dari wilayah hulu hingga hilir, yakni dari Terung hingga Sukomoro. Data tersebut kemudian dianalisis bersama lintas bidang di internal PUPR, seperti Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya.

“Setelah data terkumpul, kami lakukan pembahasan dan memaparkan hasilnya kepada Bupati, Wakil Bupati, serta OPD terkait. Dari situ dirumuskan solusi jangka pendek, menengah, hingga panjang,” ujar Muhtar.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Magetan kini fokus pada normalisasi saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama meluapnya air di kawasan Kebaran hingga Samsat.

Menurut Muhtar, sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan saluran menjadi faktor utama banjir kembali terjadi, setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat bebas banjir selama beberapa tahun usai penanganan tanggul.

“Saluran mengalami pendangkalan sehingga air meluap kembali ke area Samsat. Saat ini sudah kami mulai pengerukan dan penguatan tanggul di kiri-kanan saluran agar tidak meluber lagi,” jelasnya.

Proses normalisasi sepanjang sekitar 1,5 kilometer tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan koordinasi dengan warga berjalan lancar.

Selain normalisasi, langkah lain yang ditempuh adalah mengurangi volume air dari wilayah hulu melalui pembangunan sudetan atau pengalihan aliran air.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Srogo, di mana air yang melimpah selama hujan deras akan dialihkan menuju Kali Sadon.

“Sebagian sudetan sudah ada dan berfungsi, namun masih ada limpasan air di sisi utara yang akan kami arahkan kembali ke Kali Sadon agar tidak menambah beban saluran di bawah,” imbuhnya.

Image Not Found
Penanganan jangka pendek, Pemkab Magetan kini fokus pada normalisasi saluran air. Foto : Kus-Sinergia

Untuk jangka menengah, PUPR berencana menambah sejumlah sudetan baru. Namun, langkah ini membutuhkan anggaran besar sehingga perlu perencanaan matang.

Sementara itu, terkait banjir di jalur provinsi seperti kawasan Sarangan, Muhtar menyebut penyebab utamanya adalah dimensi saluran yang tidak memadai menampung debit air dari hulu.

“Saluran yang ada sekarang tidak cukup menampung air. Ini harus dibongkar dan disesuaikan dimensinya. Karena menyangkut jalan provinsi, kami harus berkoordinasi dengan pihak provinsi,” tegasnya.

Muhtar juga menyoroti tingginya curah hujan sebagai faktor signifikan penyebab banjir. Ia menyebut, curah hujan yang terjadi mencapai 145 milimeter per hari, yang masuk kategori sangat tinggi.

Ia menjelaskan secara sederhana, dalam kondisi tersebut setiap satu meter persegi wilayah menerima sekitar 145 liter air. Jika dikalikan dengan luas daerah tangkapan air, volume air yang turun bisa mencapai ribuan meter kubik.

“Volume air sebesar itu setara satu embung yang jebol. Jadi wajar jika dampaknya cukup besar,” ungkapnya.

Pemkab Magetan menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan percepatan penanganan agar bencana banjir tidak terus berulang, sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realisasi Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Masih Jauh dari Target

    Realisasi Program Makan Bergizi Gratis di Magetan Masih Jauh dari Target

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, belum menunjukkan perkembangan signifikan di Kabupaten Magetan. Hingga akhir Juli 2025, realisasi pembangunan dapur MBG di daerah ini baru mencapai 9 unit, jauh dari target nasional sebanyak 50 dapur per kabupaten/kota. Setiap dapur ditargetkan mampu menyajikan sekitar […]

    Bagikan
  • Berkebaya Peringati Hari Kartini, KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    Berkebaya Peringati Hari Kartini, KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang dengan cara unik pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di JPL 138, Jalan Yos Sudarso, petak jalan antara Stasiun Madiun–Stasiun Magetan itu melibatkan petugas yang mengenakan kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini. Manager Humas […]

    Bagikan
  • Kabupaten Madiun Raih Predikat Nindya Kabupaten Layak Anak 2025

    Kabupaten Madiun Raih Predikat Nindya Kabupaten Layak Anak 2025

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 untuk kategori Nindya. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI dalam ajang penganugerahan KLA 2025 yang berlangsung di Auditorium K.H. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat (08/08/2025). Menteri PPPA Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
  • Jelajah Wisata Religi dan Heritage Kota Madiun, Menyusuri Jejak Sejarah dari Balai Kota hingga Masjid Kuno

    Jelajah Wisata Religi dan Heritage Kota Madiun, Menyusuri Jejak Sejarah dari Balai Kota hingga Masjid Kuno

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi masyarakat. Melalui program jelajah wisata religi dan heritage, Pemerintah Kota Madiun mengajak warga menyusuri jejak sejarah kota menggunakan bus wisata. Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) itu memanfaatkan layanan Madiun Bus Tour (Mabour). Rute perjalanan dimulai dari […]

    Bagikan
  • Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    Tiyas Maulana, Perajin Barongan dari Magetan yang Tekun Merawat Warisan Budaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di sudut Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, suara ketukan halus dari pahat kayu terdengar nyaris setiap hari. Dari rumah sederhana itulah Tiyas Maulana (22) menyalurkan ketekunan dan kecintaannya pada seni tradisi. Membuat singa barong, topeng besar ikonik kesenian Reog. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa keisengan masa remaja akan berubah […]

    Bagikan
expand_less