Keluarga Aktivis Ponorogo Lega Herman Budianto Dibebaskan Israel
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 86
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Kabar pembebasan sembilan jurnalis dan aktivis asal Indonesia yang sempat ditahan otoritas militer Israel disambut lega oleh keluarga relawan kemanusiaan asal Ponorogo, Herman Budianto (55).
Herman diketahui tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina. Sebelumnya, rombongan dilaporkan ditahan aparat Israel di perairan Siprus saat membawa bantuan kemanusiaan.
Saat ini, para WNI tersebut dikabarkan tengah dalam proses pemulangan keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turkiye sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, menyebut selama penahanan para relawan mendapat tindakan kekerasan dari aparat.
“Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” kata Darianto Harsono dalam video yang dibagikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono melalui Instagram, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, sembilan WNI tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan saat ini sedang menjalani proses administrasi pemulangan ke tanah air.
“Sembilan saudara kita yang tergabung dalam GSF atau Global Sumud Flotilla dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Dikutip dari akun Instagram Kementerian Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Turkiye atas bantuan dalam proses pemulangan para relawan Indonesia.
“Saat ini para relawan dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turkiye dan akan segera melanjutkan perjalanan ke tanah air,” kata Sugiono.
Sementara itu, Diah Puspasari, adik Herman Budianto di Ponorogo yang dihubungi via telepon, mengaku lega setelah menerima kabar pembebasan sang kakak.
“Iya sudah dibebaskan, cuma ini masih proses pemulangannya. Kami terus memantau proses kepulangannya,” ujar Diah.
Diah mengaku pertama kali menerima kabar pembebasan Herman dari istri kakaknya sekitar Jumat sore selepas waktu Ashar.
“Rasanya plong sekali,” katanya.
Meski demikian, keluarga masih berharap kondisi kesehatan Herman dan relawan lain tetap baik setelah adanya informasi dugaan penyiksaan selama penahanan.
“Kami hanya berdoa saja semoga semuanya sehat dan lancar sampai pulang ke Indonesia,” pungkasnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





