Libur Panjang Idul Adha, Penumpang Kereta di Daop 7 Madiun Diproyeksi Tembus 65 Ribu Orang
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 77
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Lonjakan penumpang kereta api terjadi selama masa libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah di wilayah operasional PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun. Hingga akhir periode libur pada Senin, 1 Juni 2026 mendatang, KAI Daop 7 Madiun memproyeksikan total pelanggan mencapai 65.755 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.153 pelanggan tercatat sebagai penumpang kedatangan, sedangkan 30.602 lainnya merupakan pelanggan keberangkatan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat pada momentum libur Idul Adha menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat. Selain dinilai aman dan nyaman, ketepatan waktu menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilih perjalanan menggunakan kereta api.
Menurut Tohari, puncak arus kedatangan terjadi pada H-1 Idul Adha atau Selasa, 26 Mei 2026. Pada hari tersebut, sebanyak 13.342 pelanggan tercatat tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 7. Sementara angka keberangkatan pada hari yang sama mencapai 7.038 pelanggan.
“Antusiasme masyarakat menggunakan kereta api selama libur panjang masih sangat tinggi. Kereta api tetap menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Tohari, Rabu (27/5/2026).
Sementara itu, pada hari H Idul Adha hingga Rabu siang, KAI Daop 7 Madiun telah melayani total 7.666 pelanggan. Rinciannya, sebanyak 2.884 pelanggan berangkat dan 4.782 pelanggan tiba di wilayah Daop 7 Madiun.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari seiring tingginya pembelian tiket secara langsung maupun melalui aplikasi digital dan kanal eksternal yang bekerja sama dengan KAI.
Menghadapi potensi lonjakan arus balik pada Senin, 1 Juni 2026, KAI Daop 7 Madiun mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Mulai dari optimalisasi sarana perjalanan, kesiapan petugas pelayanan, hingga peningkatan fasilitas di area stasiun dilakukan guna memastikan kenyamanan pelanggan tetap terjaga.
Fasilitas seperti ruang tunggu, kebersihan area stasiun, serta proses boarding disebut dipastikan dalam kondisi optimal selama masa angkutan libur panjang berlangsung.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal ke stasiun agar tidak tertinggal kereta, memeriksa kembali jadwal keberangkatan pada tiket, serta menjaga barang bawaan selama perjalanan.
“Terima kasih kepada masyarakat yang terus mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode libur panjang Idul Adha tahun ini,” pungkasnya. (Kus/Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





