Remaja 16 Tahun di Madiun Tenggelam Saat Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 85
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Seorang remaja dilaporkan tenggelam di anak Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Kamis (9/7/2026) petang. Korban bernama Cahyo Purnawan warga Desa Gunungsari Kecamatan/Kabupaten Madiun tenggelam saat berenang bersama 6 rekannya. Remaja 16 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai setelah dilakukan pencarian gabungan oleh polisi, TNI, BPBD, relawan, dan warga.
Kapolsek Sawahan Polres Madiun Kota, AKP Widyagana Putra Dhirotsaha, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang anak tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan enam saksi, korban saat itu berenang bersama teman-temannya di anak Sungai Bengawan Solo.
“Korban berenang bersama teman-temannya. Saat hendak kembali ke tepian, teman-temannya lebih dahulu sampai, sedangkan korban tertinggal. Dari keterangan saksi, korban terlihat mengalami kesulitan sebelum akhirnya tenggelam,” ujar AKP Widyagana.
Melihat korban tidak kunjung muncul ke permukaan, teman-temannya berupaya memberikan pertolongan menggunakan galah. Namun, sebelum galah berhasil dijangkau, korban lebih dulu tenggelam ke dasar sungai.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD Kabupaten Madiun, relawan, serta warga langsung melakukan pencarian sejak sekitar pukul 17.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Riyadi bersama tim SAR, dan warga Desa Gunungsari turut terjun langsung dalam proses pencarian korban. Korban ditemukan usai proses pencarian dilakukan sekitar 4 jam lebih.
“Korban berhasil ditemukan di dasar sungai dalam keadaan meninggal dunia,” kata Agus.
Menurutnya, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, terutama karena pencarian berlangsung hingga malam hari. Selain minimnya pencahayaan, dasar sungai yang berlumpur juga menyulitkan tim dalam menemukan korban.
“Korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar dua meter. Arus sungai tidak terlalu deras, namun kondisi dasar sungai berlumpur sehingga dimungkinkan korban terjebak di dalam lumpur,” jelasnya.

Polisi masih mendalami penyebab pasti tenggelamnya korban. Sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian masih dimintai keterangan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak agar tidak berenang di sungai yang memiliki kedalaman dan potensi bahaya tanpa pengawasan orang tua. Terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak berenang di sungai yang berisiko, demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkas AKP Widyagana.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Kejadian ini patut menjadi pengingat dan kewaspadaan bersama agar tidak terulang.
Usai 4 jam lebih pencarian, korban tenggelam di anak sungai Bengawan Solo akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan di dasar sungai yang berlumpur oleh kepolisian, tim SAR serta warga yang melakukan penyelaman.
Jenazah remaja berusia 16 tahun tersebut dievakuasi ke pinggir sungai dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kasus ini menjadi pengingat penting dan kewaspadaan bersama agar kejadian serupa tidak terjadi. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





