Lautan Manusia Padati Alun-Alun Caruban, Gus Iqdam Ingatkan Pentingnya Adab dan Syukur di HUT Madiun
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 48
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Reksogati Caruban, Kabupaten Madiun, pada Jumat (10/7/2026) malam. Lautan manusia ini antusias menghadiri kegiatan ‘Madiun Bersholawat’ bersama pendakwah muda kharismatik asal Blitar, Gus Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam.
Gema salawat dan pengajian akbar ini digelar secara khusus oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-458 Kabupaten Madiun. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati Purnomo Hadi, serta jajaran Forkopimda Madiun.
Selain sebagai puncak spiritual, kegiatan ‘Madiun Bersholawat’ ini juga sekaligus menandai dibukanya secara resmi rangkaian festival Sepasma Wilayah Utara yang akan bergulir hingga 19 Juli mendatang.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Gus Iqdam di tengah-tengah masyarakat Madiun.
“Secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Madiun, saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Gus Iqdam yang sudah berkenan meluangkan waktunya untuk ngaji bareng dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458 ini,” ujar Hari Wuryanto.
Di hadapan ribuan warganya, Hari juga memaparkan bahwa peringatan HUT Madiun tahun ini dikonsep menyentuh seluruh lapisan wilayah, mulai dari zona Selatan, Tengah, hingga puncaknya di zona Utara yakni Alun-Alun Reksogati. Ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan jasa para leluhur yang telah membabat alas Kabupaten Madiun.
“Saya memohon keikhlasan doa dan hidayah Al-Fatihah untuk para leluhur Pemerintah Kabupaten Madiun. Semoga kita semua yang ditinggali amanah ini bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik, menjadikan Madiun sebagai daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.
Pada momen refleksi tersebut, Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dan seluruh ASN Pemkab Madiun juga menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan publik yang diberikan selama ini belum sepenuhnya maksimal. Ia meminta doa restu agar ke depan mampu mewujudkan visi Madiun yang bersahaja, bersih, sehat, dan sejahtera.
Sementara itu, Gus Iqdam dalam ceramah intinya memberikan pesan mendalam mengenai esensi rasa syukur serta pentingnya menjaga adab. Ia memuji kerendahan hati para pimpinan daerah di Madiun yang dinilai memiliki adab tinggi karena selalu menghormati dan merangkul para mantan pemimpin atau bupati-bupati sepuh terdahulu.

Menggunakan kaidah filosofi Inna likulli natijatin muqaddimatan, Gus Iqdam menegaskan bahwa kenyamanan dan kemakmuran yang dirasakan masyarakat Madiun saat ini merupakan buah manis dari keberkahan perjuangan para pendahulu.
Pendakwah muda ini juga memberikan kritik sosial yang menohok terkait fenomena kesombongan yang sering kali berkedok acara “syukuran”.
“Jangan sampai ada kesombongan yang dibungkus dengan syukuran. Sering kali ada orang sukses, lalu menggelar syukuran besar-besaran, tapi perilakunya justru tinggi hati. Mereka merasa keberhasilan itu murni karena kehebatan dan kerja kerasnya sendiri, tanpa melibatkan andil Tuhan,” sentil Gus Iqdam.
Di akhir ceramahnya, Gus Iqdam mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan kepantasan spiritual agar Allah SWT senantiasa melimpahkan serta menambah nikmat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





