Berita Terkini
Trending Tags

Sekolah Rakyat Madiun Siap Sambut Siswa Baru Lewat MPLS Pekan Depan, Proyek Ditarget Rampung Akhir Juli

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kawasan Sekolah Rakyat Madiun. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Madiun memasuki tahap akhir. Progres fisik proyek yang dibangun di Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, kini telah mencapai 90,061 persen. Sejumlah fasilitas utama sudah siap digunakan untuk mendukung kegiatan awal tahun ajaran baru, termasuk agenda open house yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Juli 2026 sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Manajer Proyek Sekolah Rakyat Madiun, Wahidi, mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar sejumlah bangunan prioritas dapat difungsikan lebih awal, meski masa kontrak proyek masih berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026.

“Progres sekarang sudah 90,061 persen. Secara kontrak sebenarnya sampai 15 Agustus, tetapi kami melakukan percepatan sesuai arahan pimpinan agar dapat mendukung kegiatan MPLS siswa baru,” ujar Wahidi saat ditemui dikantornya Selasa (8/7/2026).

Meski sebagian besar pekerjaan telah selesai, masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian yang sedang dikebut. Di antaranya penyelesaian asrama putri SMP dan SMA, pemasangan sebagian atap, pekerjaan arsitektural, serta pengecoran jalan yang tersisa sekitar 30 persen.

“Kami targetkan seluruh pekerjaan selesai pada 31 Juli mendatang,” tegas Wahidi.

Menurutnya, sejumlah fasilitas utama telah selesai dikerjakan dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan awal sekolah. Di antaranya gedung serbaguna, ruang kelas SMA, dua gedung asrama putri SD, kantin, masjid, serta dapur.

Untuk kegiatan MPLS, Wahidi menyebut Dinas Sosial berencana menggelar open house selama dua hari sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah bagi calon peserta didik.

“Informasi dari Dinas Sosial, kemungkinan akan ada open house pada 14 sampai 15 Juli,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak kontraktor bertanggung jawab menyiapkan bangunan, sedangkan kebutuhan kegiatan seperti panggung dan kursi akan disiapkan oleh Dinas Sosial.

Sekolah Rakyat Madiun nantinya memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 540 siswa, SMP 270 siswa, dan SMA 270 siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menilai progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Menurutnya, kompleks Sekolah Rakyat memiliki sekitar 15 bangunan yang terdiri atas ruang belajar, asrama, kantin, hingga fasilitas bagi tenaga pengajar.

“Kalau saya lihat, yang tersisa sekarang lebih banyak pekerjaan finishing. Contohnya penyelesaian penutup atap dan perapian area luar seperti jalan. Hampir seluruh item pekerjaan sudah dikerjakan oleh pelaksana,” kata Boby.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Balai Kementerian PUPR dan PT Brantas Abipraya selaku kontraktor, masa kontrak proyek memang berlangsung hingga Agustus 2026. Namun, percepatan terus dilakukan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga terus memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan, mulai dari membantu penyediaan tenaga kerja hingga mengatasi kendala pasokan material beton siap pakai (ready mix) melalui koordinasi dengan pihak penyedia.

“Kami terus berkoordinasi terkait progres maupun kendala yang bisa dibantu pemerintah daerah. Kemarin sempat ada persoalan tenaga kerja dan pasokan ready mix, alhamdulillah semuanya bisa teratasi,” ujarnya.

Boby optimistis target penyelesaian proyek pada akhir Juli dapat tercapai sehingga seluruh fasilitas siap mendukung operasional Sekolah Rakyat.

“Saya optimistis, berdasarkan komunikasi terakhir, akhir Juli insyaallah progres sudah 100 persen,” katanya.

Sekolah Rakyat Madiun dibangun di atas lahan bekas tanah bengkok seluas 5,8 hektare di Kelurahan Nglames. Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya itu didanai APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp911,48 miliar. Pembangunan memiliki waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender, disertai masa pemeliharaan selama 360 hari setelah proyek dinyatakan selesai. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpukan Kayu Pabrik Tepung Ketela Terbakar, Produksi Terpaksa Dihentikan

    Tumpukan Kayu Pabrik Tepung Ketela Terbakar, Produksi Terpaksa Dihentikan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran terjadi di area bahan bakar pabrik tepung ketela PT Budi Starch & Sweetener, Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo, Kamis (6/11/2025) dini hari. Tumpukan bekas kayu bakar setinggi sekitar 10 meter yang digunakan untuk bahan bakar oven terbakar hebat. Api muncul sekitar pukul 03.00 WIB dan baru bisa dikendalikan beberapa jam […]

    Bagikan
  • Mbok Yem Jalani Perawatan Intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo

    Mbok Yem Jalani Perawatan Intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Wakiyem atau yang akrab disapa Mbok Yem, pemilik warung legendaris di Puncak Gunung Lawu, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU Aisyiyah Ponorogo. Diketahui, perempuan berusia 82 tahun itu ditangani oleh tiga dokter spesialis, yakni spesialis paru, penyakit dalam, dan jantung. Humas RSU Aisyiyah Ponorogo, Moh. Arbain menjelaskan kondisi Mbok […]

    Bagikan
  • Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    Bentrokan Antar Suporter Bola, 1 Orang Mengalami Luka Luka

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bentrokan antar dua kelompok suporter sepak bola terjadi di jalan raya Madiun-Ngawi, tepatnya di pertigaan Temboro, Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan suporter dari Kota Madiun dan suporter asal Ngawi. Dalam vidio amatir warga dua kelompok suporter saling lempar batu. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Konsep Baru HUT ke-108, Ada Festival Drumband Militer hingga Video Mapping

    Pemkot Madiun Siapkan Konsep Baru HUT ke-108, Ada Festival Drumband Militer hingga Video Mapping

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 melalui audiensi antara Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bersama Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, Jumat (27/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai konsep kegiatan disiapkan dengan menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diimbau pemerintah pusat. […]

    Bagikan
  • Kebutuhan ASN di Madiun Masih Dibahas, Terbentur Batas Belanja Pegawai 2027

    Kebutuhan ASN di Madiun Masih Dibahas, Terbentur Batas Belanja Pegawai 2027

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun masih membahas usulan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun mendatang. Proses tersebut belum final karena harus melalui tahapan koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan pengajuan formasi Calon Pegawai Negeri […]

    Bagikan
  • Monumen Lokomotif Segera Dipasang, Penataan Kawasan Stasiun Magetan Hampir Rampung

    Monumen Lokomotif Segera Dipasang, Penataan Kawasan Stasiun Magetan Hampir Rampung

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan terus menyempurnakan penataan kawasan depan Stasiun Magetan dengan menghadirkan monumen lokomotif sebagai ikon baru daerah. Proyek yang dikerjakan secara bertahap itu kini memasuki tahap lanjutan setelah sebelumnya akses jalan, trotoar, hingga area depan stasiun selesai dibangun dan mulai difungsikan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, […]

    Bagikan
expand_less