Berita Terkini
Trending Tags

Purnomo Hadi Resmi Pimpin PKB Madiun, Muhtarom Akhiri 22 Tahun Kepemimpinan dengan Warisan Aset dan Prestasi

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 68
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun periode 2026–2031, dr. Purnomo Hadi, menerima penyerahan aset partai secara simbolis dari H. Muhtarom. Foto : Tova-Sinergia, (7/7/2026).

Sinergia | Madiun – Tongkat estafet kepemimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Madiun resmi berganti. Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun periode 2026–2031, menggantikan H. Muhtarom yang mengakhiri pengabdiannya setelah memimpin partai berlambang bola dunia itu selama 22 tahun sejak 2004.

Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan agenda pelaporan dan penyerahan aset, sosialisasi susunan pengurus baru, serta sosialisasi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di Kantor DPC PKB Kabupaten Madiun, Selasa (7/7/2026).

Dalam momentum transisi itu, Muhtarom tidak hanya menyerahkan kepemimpinan organisasi, tetapi juga mewariskan berbagai aset yang selama ini menjadi penopang aktivitas partai. Salah satunya adalah kantor DPC PKB Kabupaten Madiun yang secara simbolis diserahkan kepada kepengurusan baru.

Muhtarom menjelaskan, kantor tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjalanan PKB di Kabupaten Madiun. Awalnya bangunan itu berstatus hak pakai yang diserahkan kepada Nahdlatul Ulama (NU), namun kini pengelolaannya dialihkan sepenuhnya kepada DPC PKB Kabupaten Madiun agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi.

Tak berhenti di situ, mantan anggota DPR RI tersebut juga memberikan dukungan pribadi berupa dua kendaraan operasional, masing-masing satu unit Toyota Avanza dan satu unit Daihatsu Xenia.

“Sebagai bentuk dukungan pribadi, bukan atas nama fraksi, saya menyerahkan satu unit Avanza dan satu unit Xenia agar operasional DPC PKB Kabupaten Madiun dapat berjalan lebih baik. Semoga PKB ke depan semakin maju dan sukses,” ujar Muhtarom.

Selama memimpin DPC PKB Kabupaten Madiun sejak 2004, Muhtarom dikenal sebagai salah satu figur sentral yang membawa PKB menjadi kekuatan politik utama di daerah. Di bawah kepemimpinannya, PKB pernah menjadi partai dominan di DPRD Kabupaten Madiun dengan raihan hingga 11 kursi. Karier politiknya juga terus berkembang, mulai dari anggota DPRD, Wakil Bupati Madiun, Bupati Madiun dua periode, hingga anggota DPR RI.

Ketua DPC PKB yang baru, dr. Purnomo Hadi, menyebut rekam jejak Muhtarom sebagai fondasi kuat yang akan menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya.

“Mbah Tarom adalah sosok senior yang memiliki rekam jejak luar biasa di Kabupaten Madiun, mulai dari kariernya di DPRD, Wakil Bupati, Bupati dua periode, hingga DPR RI. Pengalaman beliau adalah teladan,” kata Purnomo.

Purnomo menjelaskan, kepengurusan DPC PKB periode 2026–2031 disusun melalui mekanisme tim tujuh dengan mengombinasikan kader senior dan wajah-wajah baru.

 Menurutnya, regenerasi tersebut dilakukan untuk memperkuat organisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi karakter PKB.

Saat ditanya mengenai target politik pada Pemilu mendatang, termasuk peluang mengembalikan kejayaan PKB yang pernah meraih 11 kursi DPRD, Purnomo memilih menjawab secara hati-hati.

“Secara logis, organisasi apa pun, termasuk PKB, harus memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.

Meski demikian, Purnomo menegaskan orientasi utama kepengurusan baru bukan semata mengejar peningkatan kursi legislatif. Menurutnya, PKB harus mampu menjadi wadah perjuangan politik yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Madiun.

Ia juga memastikan DPC PKB Kabupaten Madiun terbuka bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen dan kapasitas untuk bersama-sama membangun daerah melalui jalur politik. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    Rocky Gerung: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Nalar, Bukan Sekadar Kemarahan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Filsuf Rocky Gerung mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah akan memiliki nilai lebih apabila disampaikan dengan argumentasi akademis, bukan sekadar luapan emosi. Menurutnya, tradisi berpikir kritis harus menjadi fondasi gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan. Pandangan tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam Soekarno Talk In yang digelar […]

    Bagikan
  • Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    Meski Bulog Salurkan 18 Ribu Liter Per Pekan, Minyakita di Pasar Sayur Magetan Diharga Rp. 21 Ribu Per Liter

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyaluran MinyaKita oleh Perum Bulog di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magetan belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat konsumen. Meski setiap pekan digelontorkan hingga 18 ribu liter minyak goreng bersubsidi, MinyaKita di Pasar Sayur Magetan masih dijual seharga Rp21.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan […]

    Bagikan
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    Tenggelam di Sungai Bengawan Madiun, Remaja Ngawi Ditemukan Mengapung di Bendungan Bojonegoro

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Bojonegoro – Pencarian terhadap RA (14) asal Ngawi yang tenggelam di aliran Sungai Bengawan Madiun berujug duka. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang di Bendungan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (14/4/2025) sore. Seorang pekerja proyek bendungan melihat benda mencurigakan mengambang di permukaan air. Setelah didekati, ternyata itu adalah jasad manusia. Tim SAR gabungan […]

    Bagikan
  • TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Lokasi baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Madiun akhirnya disepakati. Lokasinya berada di kawasan hutan Alas Kamukti Makmur, Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Lahan seluas 24 hektare tersebut saat ini tengah dalam proses peninjauan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun bersama Perhutani KPH Madiun. Peninjauan ini […]

    Bagikan
  • Ratusan Offroader Jajal Medan Ekstrem Gunung Pandan, Bupati Madiun Ingin Dongkrak Wisata Utara

    Ratusan Offroader Jajal Medan Ekstrem Gunung Pandan, Bupati Madiun Ingin Dongkrak Wisata Utara

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan offroader dari berbagai daerah di Indonesia memadati wilayah lereng Gunung Pandan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, untuk mengikuti ajang perdana bertajuk Jelajah Kampung Pesilat, Sabtu (05/07/2025). Event ini menjadi titik awal eksplorasi kawasan utara Madiun sebagai destinasi wisata berbasis petualangan ekstrem. Sebanyak 200 peserta dari Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, […]

    Bagikan
  • TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun belum cair selama dua bulan terakhir. Keterlambatan ini dipastikan bukan karena masalah anggaran, melainkan faktor administratif menyusul status kepala daerah yang kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, menjelaskan bahwa pencairan […]

    Bagikan
expand_less