Berita Terkini
Trending Tags

Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi olah TKP dugaan pembunuhan di Kedunggalar Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial Karti (54) yang meninggal dunia di dalam gudang belakang rumahnya, Kamis (6/8/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Dinik Nurbiyati (38), yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, Suparno (61), sepulang dari sawah sekitar pukul 07.30 WIB. Saat membuka gudang yang berada di belakang rumah, ia mendapati istrinya telah tergeletak tak bernyawa dengan luka serius pada bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Petugas dari Polres Ngawi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban. Karena diduga mengalami gangguan jiwa, perempuan tersebut segera dibawa ke Poli Jiwa RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.

Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan sebatang kayu yang diduga digunakan sebagai alat untuk menganiaya korban. Selain itu, sejumlah barang bukti lain, termasuk beberapa bilah sabit yang berada di dalam gudang, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi dan para saksi, insiden bermula pada Rabu (5/8/2026) malam. Saat itu, terduga pelaku diduga menganiaya ibunya yang sedang menderita stroke dengan cara memukul dan menendang.

Melihat kondisi istrinya yang terus menjadi sasaran kekerasan, Suparno kemudian memindahkan korban ke gudang belakang rumah dengan harapan terhindar dari amukan anaknya. Namun, saat Suparno berangkat ke sawah keesokan paginya, terduga pelaku diduga menemukan lokasi persembunyian tersebut dan kembali menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Image Not Found
Terduga pelaku dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan kejiwaan. Foto : Kus-Sinergia

Kepala Dusun Pudak, Santoso, membenarkan bahwa korban telah mengalami penganiayaan sejak malam sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Sejak tadi malam korban sudah dianiaya oleh pelaku. Kemudian oleh suaminya disembunyikan di gudang. Saat suaminya pulang dari sawah, korban sudah meninggal dengan luka di kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, mengatakan pihaknya masih mendalami kronologi dan motif peristiwa tersebut. Terduga pelaku saat ini menjalani penanganan di rumah sakit karena diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Kasus ini masih kami dalami. Terduga pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa sudah kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Korban mengalami luka pada bagian kepala,” kata AKP Pras Ardinata.

Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hingga kini, Satreskrim Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai pertanggungjawaban pidana terduga pelaku karena proses penyelidikan serta pemeriksaan kondisi kejiwaannya masih berlangsung. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berapa UMK Kota Madiun 2026 ? Disnaker : Belum Ada Pembahasan

    Berapa UMK Kota Madiun 2026 ? Disnaker : Belum Ada Pembahasan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Madiun untuk tahun 2026 belum memasuki proses resmi. Kepala Disnaker Koperasi, Usaha Mikro (KUM) Kota Madiun, Agus Siswanta, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima undangan rapat dari Dewan Pengupahan. “Belum masuk pembahasan. Masih sebatas komunikasi informal antar-pemangku kepentingan,” ujarnya pada Jumat […]

    Bagikan
  • Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target

    Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun tak hanya menghadirkan hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui program khitan massal gratis yang mendapat sambutan luar biasa hingga jumlah peserta di sejumlah lokasi melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Program khitan massal tersebut digelar Pemerintah […]

    Bagikan
  • PDAM Kab. Madiun Gandeng Kejari untuk Perkuat Tata Kelola Hukum Perusahaan

    PDAM Kab. Madiun Gandeng Kejari untuk Perkuat Tata Kelola Hukum Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun dalam bidang perdata dan tata usaha negara (TUN). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor PDAM setempat, Kamis (10/07/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PDAM Madiun, […]

    Bagikan
  • Muat 7 Ton Paku, Truk Terguling di Tanjakan Plaosan Diduga Ikuti Petunjuk Google Maps

    Muat 7 Ton Paku, Truk Terguling di Tanjakan Plaosan Diduga Ikuti Petunjuk Google Maps

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah truk boks bermuatan tujuh ton paku terguling di tanjakan Dusun Ngerong, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025) dini hari. Kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi karena sopir salah membaca arah dari aplikasi peta digital. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Siapkan Anggaran 1,5 Miliar Rupiah untuk Tambah Pupuk Subsidi Bagi Petani

    Pemkot Madiun Siapkan Anggaran 1,5 Miliar Rupiah untuk Tambah Pupuk Subsidi Bagi Petani

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan anggaran sebesar 1,5 milyar rupiah untuk menyediakan pupuk subsidi bagi petani. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang selama ini terbukti tidak mencukupi kebutuhan petani. Menurut Irsyad Dawami, Kepala Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 45 Perkara Inkrah, Didominasi Perkara Narkotika

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan melaksanakan pemusnahan barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan dihadiri Wakapolres Magetan serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Dalam pemusnahan periode kedua tahun 2025 yang mencakup putusan sejak Mei hingga November, Kejari memusnahkan barang bukti dari 45 perkara. Perkara tersebut meliputi 7 kasus Kamnegtibum, 11 […]

    Bagikan
expand_less