Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial Karti (54) yang meninggal dunia di dalam gudang belakang rumahnya, Kamis (6/8/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Dinik Nurbiyati (38), yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, Suparno (61), sepulang dari sawah sekitar pukul 07.30 WIB. Saat membuka gudang yang berada di belakang rumah, ia mendapati istrinya telah tergeletak tak bernyawa dengan luka serius pada bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
Petugas dari Polres Ngawi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban. Karena diduga mengalami gangguan jiwa, perempuan tersebut segera dibawa ke Poli Jiwa RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.
Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan sebatang kayu yang diduga digunakan sebagai alat untuk menganiaya korban. Selain itu, sejumlah barang bukti lain, termasuk beberapa bilah sabit yang berada di dalam gudang, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi dan para saksi, insiden bermula pada Rabu (5/8/2026) malam. Saat itu, terduga pelaku diduga menganiaya ibunya yang sedang menderita stroke dengan cara memukul dan menendang.
Melihat kondisi istrinya yang terus menjadi sasaran kekerasan, Suparno kemudian memindahkan korban ke gudang belakang rumah dengan harapan terhindar dari amukan anaknya. Namun, saat Suparno berangkat ke sawah keesokan paginya, terduga pelaku diduga menemukan lokasi persembunyian tersebut dan kembali menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Kepala Dusun Pudak, Santoso, membenarkan bahwa korban telah mengalami penganiayaan sejak malam sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Sejak tadi malam korban sudah dianiaya oleh pelaku. Kemudian oleh suaminya disembunyikan di gudang. Saat suaminya pulang dari sawah, korban sudah meninggal dengan luka di kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, mengatakan pihaknya masih mendalami kronologi dan motif peristiwa tersebut. Terduga pelaku saat ini menjalani penanganan di rumah sakit karena diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Kasus ini masih kami dalami. Terduga pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa sudah kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Korban mengalami luka pada bagian kepala,” kata AKP Pras Ardinata.
Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hingga kini, Satreskrim Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai pertanggungjawaban pidana terduga pelaku karena proses penyelidikan serta pemeriksaan kondisi kejiwaannya masih berlangsung. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




