Berita Terkini
Trending Tags

Perempuan di Ngawi Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandungnya yang mengalami gangguan kejiwaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi olah TKP dugaan pembunuhan di Kedunggalar Ngawi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Warga Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, digemparkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial Karti (54) yang meninggal dunia di dalam gudang belakang rumahnya, Kamis (6/8/2026) pagi. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Dinik Nurbiyati (38), yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban, Suparno (61), sepulang dari sawah sekitar pukul 07.30 WIB. Saat membuka gudang yang berada di belakang rumah, ia mendapati istrinya telah tergeletak tak bernyawa dengan luka serius pada bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Petugas dari Polres Ngawi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban. Karena diduga mengalami gangguan jiwa, perempuan tersebut segera dibawa ke Poli Jiwa RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.

Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan sebatang kayu yang diduga digunakan sebagai alat untuk menganiaya korban. Selain itu, sejumlah barang bukti lain, termasuk beberapa bilah sabit yang berada di dalam gudang, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi dan para saksi, insiden bermula pada Rabu (5/8/2026) malam. Saat itu, terduga pelaku diduga menganiaya ibunya yang sedang menderita stroke dengan cara memukul dan menendang.

Melihat kondisi istrinya yang terus menjadi sasaran kekerasan, Suparno kemudian memindahkan korban ke gudang belakang rumah dengan harapan terhindar dari amukan anaknya. Namun, saat Suparno berangkat ke sawah keesokan paginya, terduga pelaku diduga menemukan lokasi persembunyian tersebut dan kembali menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Image Not Found
Terduga pelaku dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan kejiwaan. Foto : Kus-Sinergia

Kepala Dusun Pudak, Santoso, membenarkan bahwa korban telah mengalami penganiayaan sejak malam sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Sejak tadi malam korban sudah dianiaya oleh pelaku. Kemudian oleh suaminya disembunyikan di gudang. Saat suaminya pulang dari sawah, korban sudah meninggal dengan luka di kepala yang diduga akibat pukulan benda tumpul,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata, mengatakan pihaknya masih mendalami kronologi dan motif peristiwa tersebut. Terduga pelaku saat ini menjalani penanganan di rumah sakit karena diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Kasus ini masih kami dalami. Terduga pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa sudah kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Korban mengalami luka pada bagian kepala,” kata AKP Pras Ardinata.

Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hingga kini, Satreskrim Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai pertanggungjawaban pidana terduga pelaku karena proses penyelidikan serta pemeriksaan kondisi kejiwaannya masih berlangsung. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    Pemkab Magetan Tegaskan Tak Ada Perayaan Euforia Saat Malam Pergantian Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengambil langkah tegas dengan memastikan seluruh jajaran instansi pemerintah tidak menggelar perayaan Tahun Baru yang bernuansa euforia. Kebijakan ini diberlakukan menyeluruh, mulai dari perangkat daerah hingga pemerintahan desa. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban dan memastikan aktivitas […]

    Bagikan
  • Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    Petani Tembakau Ngawi Terpuruk, Harga Anjlok Panen Merosot

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Cuaca ekstrem memukul keras petani tembakau di Kabupaten Ngawi. Selain kualitas daun tembakau yang menurun, luas lahan panen juga menyusut drastis. Data terbaru menyebutkan sekitar 500 hektare lahan gagal panen, sementara produksi yang berhasil dipetik pun jauh di bawah target. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, menjelaskan bahwa pada […]

    Bagikan
  • Sejumlah Pejabat Teras Pemkab Ponorogo Penuhi Undangan Evaluasi APBD di KPK

    Sejumlah Pejabat Teras Pemkab Ponorogo Penuhi Undangan Evaluasi APBD di KPK

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (22/10/2025). Pertemuan yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, tersebut bukan agenda pemeriksaan, melainkan rapat evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024–2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, membenarkan agenda tersebut. Ia menyebut, […]

    Bagikan
  • BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    BPBD Magetan Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Mewaspadai Dampak Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Magetan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin masif memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat, termasuk kepada pelajar sejak usia dini. Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026/2027 dimanfaatkan BPBD untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada siswa SD, SMP, SMA/SMK di Magetan, salah […]

    Bagikan
  • Jelang Suran Agung, TNI-Polri Ajak Ratusan Pendekar Silat di Magetan Psikoedukasi

    Jelang Suran Agung, TNI-Polri Ajak Ratusan Pendekar Silat di Magetan Psikoedukasi

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Mengantisipasi potensi konflik antarperguruan menjelang peringatan Suran Agung, aparat TNI dan Polri di Magetan menggelar kegiatan edukasi mental berbasis psikoedukasi kepada ratusan pesilat dari 13 perguruan silat, Kamis (15/05/2025). Acara berlangsung di Magetan Park, dan menjadi bagian dari langkah preventif Operasi Aman Suro yang digelar Polda Jatim. Kegiatan dikemas dalam bentuk […]

    Bagikan
  • Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun, Soroti Hasil Munas IPSI hingga Dukungan ke Ketum R. Moerdjoko

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Ribuan pesilat memadati Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota Madiun, Sabtu (2/5/2026). Massa yang datang dari berbagai ranting di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun tersebut mengikuti Apel Siaga Loyalis PSHT Pusat Madiun menjelang bulan Suro atau Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang […]

    Bagikan
expand_less