352 Perwira Transportasi Dilantik di PPI Madiun, BPSDMP Kemenhub Dorong Kolaborasi Antar-Matra
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 44
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 352 perwira transportasi resmi dilantik dalam upacara pelantikan yang digelar di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Sabtu (15/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sumber daya manusia transportasi lintas matra di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Upacara pelantikan dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, Suharto yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dari total 352 perwira yang dilantik, sebanyak 218 merupakan lulusan PPI Madiun. Mereka terdiri atas 48 lulusan D3 Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian, 45 lulusan D3 Elektro Perkeretaapian, 51 lulusan D3 Mekanika Perkeretaapian, serta 74 lulusan D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian.
Selain itu, terdapat 74 perwira lulusan Politeknik Penerbangan Surabaya. Rinciannya, lima lulusan D3 Teknik Listrik Bandara, enam lulusan D3 Navigasi Udara, 11 lulusan D3 Pesawat Udara, 46 lulusan D3 Manajemen Transportasi Udara, dan enam lulusan D3 Teknik Bangunan Landasan.
Sementara itu, 60 perwira lainnya merupakan lulusan Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi. Mereka terdiri atas 11 lulusan D3 Sayap Tetap, 42 lulusan D3 Operasi Pesawat Udara, serta enam lulusan Non Diploma Penerbang Sayap Tetap. Laporan pendidikan dalam upacara tersebut disampaikan oleh Direktur API Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani, Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ahmad Bahrawi serta Direktur PPI Madiun Efendhi Prih Raharjo.
Prosesi pelantikan para perwira kemudian dibacakan oleh Kepala BPSDMP, Suharto. Dalam kesempatan tersebut, sembilan perwira berprestasi dari tiga sekolah di bawah naungan Kementerian Perhubungan juga mendapatkan penghargaan.
Suharto mengatakan, pelantikan bersama tersebut merupakan representasi pentingnya kolaborasi antar-matra dalam menjawab berbagai persoalan transportasi. Menurutnya, sekolah-sekolah di bawah Kementerian Perhubungan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk sektor transportasi.

“Kolaborasi itu penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di transportasi,” kata Suharto.
Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan memiliki 22 sekolah kedinasan dan pendidikan vokasi transportasi. Karena itu, kolaborasi antar sekolah dinilai perlu terus diperkuat agar para taruna memiliki jejaring dan pemahaman lintas bidang transportasi.
Suharto berharap pelantikan bersama antar matra dapat menjadi agenda yang terus dilakukan. Selain sebagai bagian dari proses pendidikan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antar lulusan sekolah transportasi.
Menurutnya, para lulusan dalam pelantikan kali ini berasal dari dua pola pendidikan, yakni pola pembibitan dan pola mandiri. Lulusan pola pembibitan nantinya diarahkan menjadi aparatur sipil negara (ASN), sedangkan lulusan pola mandiri dapat bekerja sebagai tenaga profesional pada operator transportasi maupun perusahaan terkait.
“Regulator dan operator harus mempunyai visi yang sama untuk membangun transportasi,” ujarnya.
Suharto menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan transportasi tidak hanya bergantung pada regulator. Kualitas operator juga harus diperkuat melalui sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, etos kerja, dan integritas.
“Target ke depan adalah kita akan memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan terbaik itu tentunya berdasarkan dari SDM yang punya kompetensi, SDM mempunyai etos kerja, dan integritas. Itu menjadi utama. Sehingga dengan integritas, insyaallah transportasi akan segera tuntas seluas-luasnya,” jelas Suharto.
Ia berharap para perwira yang baru dilantik mampu menerapkan ilmu dan karakter yang diperoleh selama pendidikan ketika memasuki dunia kerja.
“Harapannya, karena mereka sudah dididik, mempunyai karakter, kompetensi, dan integritas, hasilnya mereka akan maksimal di dunia kerja masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja menilai sekolah-sekolah transportasi memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan kader yang dibutuhkan pemerintah maupun sektor transportasi secara luas. Menurutnya, pendidikan taruna tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan lain yang mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Ia berharap kapasitas para lulusan terus diperbarui seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan global yang semakin tinggi.
“Penyesuaian itu harus terus ditingkatkan,” kata Aba.
Aba juga menyoroti pentingnya pemberian apresiasi kepada taruna yang berhasil meraih prestasi. Menurutnya, penghargaan dapat menjadi bentuk pengakuan sekaligus mendorong terciptanya kompetisi yang sehat di lingkungan pendidikan.
Ia menilai prestasi yang diraih taruna perlu memiliki dampak terhadap pengembangan karir mereka, termasuk bagi lulusan yang nantinya berkarier sebagai ASN.
“Kompetisi itu jadi penting di setiap sekolah. Karena ini akan menumbuhkan bahwa mereka akan berkompetisi sehat untuk meraih prestasi dan tentunya harus punya dampak terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara 3 sekolah perhubungan dengan stakeholder terkait. Dengan dilantiknya 352 perwira transportasi dari tiga sekolah tersebut, Kementerian Perhubungan berharap lulusan tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menjadi sumber daya manusia yang berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan sektor transportasi. Kolaborasi lintas matra, regulator, dan operator pun diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin baik bagi masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



