62 Mahasiswa Fakultas Hukum Unmer Madiun Dikukuhkan, 70 Persen Raih Predikat Cumlaude
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak 62 mahasiswa Program Studi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, dikukuhkan sebagai sarjana hukum dalam prosesi yudisium semester genap Tahun Akademik 2025/2026.
Yudisium tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian akademik sebelum para mahasiswa resmi memasuki fase baru sebagai lulusan perguruan tinggi. Menariknya, sekitar 70 persen peserta yudisium berhasil meraih predikat cumlaude, menunjukkan capaian akademik yang cukup tinggi di kalangan mahasiswa Fakultas Hukum Unmer Madiun.
Dekan Fakultas Hukum Unmer Madiun, Sigit Sapto Nugroho, mengatakan seluruh peserta telah dinyatakan memenuhi persyaratan akademik untuk dikukuhkan sebagai sarjana hukum.
“Dalam pelaksanaan yudisium kali ini, mahasiswa Fakultas Hukum sebanyak 62 mahasiswa dikukuhkan menjadi sarjana hukum. Ini menjadi bagian dari rangkaian akademik di Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun,” ujar Sigit, Sabtu (22/8/2026).
Salah satu lulusan dengan capaian akademik terbaik adalah Meva Anisa, yang mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Capaian tersebut dinilai menjadi prestasi membanggakan sekaligus dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya.Menurut Sigit, kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga menjadi awal bagi para sarjana hukum untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Ia berharap para lulusan segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai sekaligus mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam bidang hukum.
“Harapannya semoga segera mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, khususnya dalam proses penegakan hukum. Ilmu dan teori yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat diterapkan dan diimplementasikan di tengah masyarakat,” katanya.
Prosesi yudisium kali ini juga memiliki momen khusus. F. Bagus Panuntun, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, turut menjadi salah satu peserta yudisium Fakultas Hukum Unmer Madiun.
Kehadiran Bagus sebagai peserta yudisium sekaligus calon alumni menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Hukum Unmer Madiun.
Sementara itu, Bagus Panuntun menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dampaknya tidak hanya dirasakan dalam waktu singkat.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Madiun menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui sektor pendidikan.
“Teman-teman, terutama generasi Z, dengan perkembangan yang ada harus selalu mengikuti perkembangan terbaru. Kampus maupun sekolah juga harus mengikuti perkembangan tersebut karena sekarang eranya sudah berbeda,” kata Bagus.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membuat dunia pendidikan dituntut lebih adaptif. Perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada sistem pembelajaran konvensional, tetapi juga perlu memahami kebutuhan mahasiswa yang terus berubah.
Bagus juga mengapresiasi suasana akademik di Fakultas Hukum Unmer Madiun yang dinilainya komunikatif dan guyub. Interaksi yang baik antara mahasiswa dan dosen, kata dia, menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.
“Yang diperlukan teman-teman adalah bagaimana ilmu yang diberikan dosen lebih mudah masuk, terutama kepada generasi Z. Saya yakin dosen-dosen di sini mampu mengatasi tantangan pembelajaran untuk generasi Z,” ujarnya.
Tak berhenti pada jenjang sarjana, Bagus juga mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat magister. Ia menyebut Pemkot Madiun memiliki perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui program pengembangan sumber daya manusia hingga jenjang S1, S2, maupun S3.
Bagus mengungkapkan, Pemkot Madiun masih mengalokasikan anggaran untuk program pendidikan jenjang S2 dalam perencanaan tahun 2026, meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi anggaran daerah.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana.
Dengan capaian akademik yang tinggi serta dorongan untuk melanjutkan pendidikan, para lulusan Fakultas Hukum Unmer Madiun diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi dalam penegakan hukum dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



