Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Madiun Siapkan 30 Pompa Air untuk Petani di 15 Kecamatan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 20
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menyiapkan langkah konkret menghadapi ancaman kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Sebanyak 30 unit pompa air lengkap dengan pembangunan sumur bor dan saluran irigasi akan didistribusikan ke 15 kecamatan guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi dampak musim kemarau sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Madiun.
“Hingga saat ini akan ada 30 titik sumur bor baru beserta saluran irigasinya. Lokasinya disesuaikan dengan hasil pemetaan kondisi di lapangan,” kata Bupati Madiun Hari Wuryanto Selasa ( 4/8/2026)
Menurutnya, Kabupaten Madiun masih memiliki potensi cadangan air tanah yang cukup besar sehingga risiko kekeringan dapat ditekan apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, pembangunan sumur bor, pemasangan pompa air, serta perluasan jaringan irigasi dinilai menjadi solusi untuk menjamin pasokan air bagi petani selama musim kemarau.

“Potensi air di Kabupaten Madiun sebenarnya sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah fasilitas pendukung agar sumber air tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Meski demikian, Hari mengingatkan para petani agar tetap menggunakan air secara bijak. Ia meminta kelompok tani menerapkan manajemen penggunaan air sehingga cadangan air tanah tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Jangan karena sumber air tersedia kemudian digunakan secara berlebihan. Pengelolaan air harus tetap terkontrol agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Selain memperkuat infrastruktur pertanian, Pemkab Madiun juga berencana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani. Salah satunya melalui studi banding ke sejumlah daerah sentra produksi padi yang telah mampu menghasilkan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare.
Saat ini, rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Madiun berada di kisaran 7 ton per hektare. Pemerintah berharap pengalaman dari daerah lain dapat menjadi referensi untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Madiun sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur.
“Kami ingin belajar bagaimana daerah lain bisa mencapai produktivitas 10 ton per hektare. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani semakin kuat sehingga sektor pertanian di Kabupaten Madiun terus berkembang,” pungkas Hari. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




