Berita Terkini
Trending Tags

Dindikbud Madiun Pantau Proses SPMB 2026 Tingkat SD, Optimalkan Peran Pengawas

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 242
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses SPMB tingkat SD di kabupaten Madiun sudah mulai berjalan. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Madiun berjalan sejak tanggal 2 Juni lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun memastikan selama proses SPMB sesuai aturan. 

Pengawasan dilakukan melalui pengawas sekolah yang ditugaskan memantau seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikbud Kabupaten Madiun, Suparnoto, menjelaskan bahwa proses SPMB SD dibagi dalam tiga jalur penerimaan. Jalur afirmasi telah berlangsung pada 2-4 Juni 2026, kemudian dilanjutkan jalur mutasi pada 10-13 Juni 2026, serta jalur domisili pada 18-20 Juni 2026.

“Untuk pengawasan, kami menugaskan pengawas sekolah sebagai kepanjangan tangan dinas untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan SPMB di masing-masing wilayah,” ujar Suparnoto.

Menurutnya, proses pendaftaran tahun ini masih dilakukan secara luring atau manual sehingga laporan perkembangan penerimaan siswa baru akan direkap setelah tahapan pendaftaran selesai.

Dari sisi target, Dindikbud berharap seluruh SD negeri di Kabupaten Madiun dapat memenuhi kuota atau pagu yang telah ditetapkan. Namun, terdapat sejumlah sekolah yang setiap tahun menjadi favorit masyarakat sehingga jumlah pendaftarnya cenderung tinggi.

“Yang peminatnya cukup besar itu terutama SDN Mejayan 1 dan SDN Balerejo 2 di wilayah Caruban. Kalau wilayah lain seperti Dolopo dan kawasan selatan relatif aman,” katanya.

Image Not Found
Dindikbud Madiun pantau ketat pelaksanaan SPMB SD 2026. Foto : Tova-Sinergia

Suparnoto menambahkan, kondisi SPMB SD di Kabupaten Madiun tidak mengalami persoalan berarti seperti yang kerap terjadi pada jenjang SMP. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, hanya beberapa sekolah tertentu yang menjadi tujuan utama calon peserta didik.

Terkait kemungkinan terjadinya perpindahan calon siswa dari sekolah yang kelebihan pendaftar ke sekolah lain yang masih kekurangan kuota, Suparnoto menegaskan kondisi tersebut hampir tidak ditemukan pada jenjang SD.

Menurutnya, apabila calon siswa tidak diterima di sekolah favorit, sebagian besar orang tua cenderung memilih alternatif lain seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

“Kalau di SD tidak ada penggeseran seperti itu. Biasanya kalau tidak diterima di sekolah favorit, mereka memilih MI atau SDIT,” jelasnya.

Sementara itu, bagi sekolah yang jumlah pendaftarnya sedikit bahkan di bawah 10 siswa, Dindikbud tetap memberikan layanan pendidikan secara penuh. Hal itu dilakukan untuk menjamin hak seluruh anak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

“Kalau memang jumlah siswanya sedikit, tetap kami terima dan tetap dilayani seperti sekolah lainnya. Pendidikan adalah hak semua lapisan masyarakat,” tegasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dor!, Pelaku Curanmor Dilumpuhkan Timah Panas

    Dor!, Pelaku Curanmor Dilumpuhkan Timah Panas

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Astrokoro, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, berakhir dengan pelumpuhan tersangka oleh petugas kepolisian. Pelaku bernama Nanak bin Amir (34), warga Musirawas, Sumatra Utara, ditembak tim Reskrim Polres Ponorogo saat berusaha melawan ketika hendak ditangkap, Jumat (01/08/2025). Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV. Setelah […]

    Bagikan
  • Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Upaya pencarian terhadap Rizuka Putra Ramadhan (4), bocah yang dilaporkan hilang di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hingga Selasa (14/4/2026) siang masih belum membuahkan hasil. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, relawan, hingga Brimob terus menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban. Kapolsek Saradan, AKP Sukoco, mengatakan pencarian dilakukan […]

    Bagikan
  • Ekonomi Tak Menentu, Pemkab Madiun Tunda Pengadaan Aspal Sebabkan Perbaikan Jalan Tertunda

    Ekonomi Tak Menentu, Pemkab Madiun Tunda Pengadaan Aspal Sebabkan Perbaikan Jalan Tertunda

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Keluhan masyarakat terkait banyaknya jalan berlubang di Kabupaten Madiun tampaknya belum akan segera terjawab. Hingga pertengahan tahun 2026, proyek pengadaan fisik untuk perbaikan jalan rusak belum juga berjalan. Penyebab utamanya adalah kelangkaan aspal yang terjadi sejak dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang […]

    Bagikan
  • Motor Tabrak Pohon Pinggir Jalan, 2 Orang Terkapar di Jalan Raya Madiun – Ponorogo

    Motor Tabrak Pohon Pinggir Jalan, 2 Orang Terkapar di Jalan Raya Madiun – Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Madiun – Ponorogo, tepatnya di Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Selasa (8/9/2026) dini hari. Kecelakaan tunggal tersebut dialami oleh PRN (48) warga Desa/Kecamatan Dagangan yang berboncengan dengan HK (53) warga Desa Uteran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Keduanya dilaporkan meninggal dunia lantaran […]

    Bagikan
  • Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    Cerai Gugat Masih Mendominasi di Magetan di 2025, Banyak TKW Ajukan Perceraian

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkara cerai gugat atau perceraian yang diajukan oleh pihak istri masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Magetan sepanjang 2025. Banyak di antaranya melibatkan istri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri. Berdasarkan data laporan tahunan Pengadilan Agama (PA) Magetan, sepanjang 2025 tercatat 848 perkara cerai gugat dan 308 […]

    Bagikan
  • RSUD Sayidiman Magetan Rawat 6 Pasien Korban Akibat Petasan

    RSUD Sayidiman Magetan Rawat 6 Pasien Korban Akibat Petasan

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Empat remaja korban ledakan petasan di Kabupaten Magetan kini kondisinya mulai membaik. Mereka menjalani perawatan intensif sejak dirujuk ke RSUD Sayidiman pada Sabtu (05/04/2025) lalu. Dari diagnose tim medis, keempatnya mengalami luka bakar sekitar 15 hingga 20 persen di bagian kaki, badan dan muka. “Kondisi saat ini sudah stabil. Untuk […]

    Bagikan
expand_less