WBR 2026 Kota Madiun, Usulan Masyarakat Dipetakan dan Dicek Langsung ke Lapangan
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah berbeda dalam merealisasikan usulan kebutuhan dari masyarakat. Seperti dalam rangkaian kegiatan Walikota Bersama Rakyat (WBR) tahun 2026 ini, pendekatan berbeda dilakukan oleh Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun.
Seperti WBR yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kartoharjo tepatnya di Kelurahan Oro Oro Ombo, Klegen dan Kartoharjo pada Kamis-Jumat (10-11/9/2026). Plt Wali Kota bersama jajarannya gowes untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan terkait usulan masyarakat. Baik usulan sektor infrastruktur, bantuan disabilitas hingga UMKM di cek satu per satu.
“WBR kali ini saya buat beda. Jadi tiap kelurahan sudah memetakan usulan-usulan dari masyarakat. Kita cek satu per satu mana saya yang bisa dieksekusi langsung atau membutuhkan waktu. Kita prioritas untuk usulan yang bisa langsung direalisasikan,” tegas Bagus.
Untuk itu, pihaknya menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan realisasi. Hal itu agar usulan yang urgent dapat segera terealisasi.
“Jadi ada waktu 7 hari, 30 hari hingga 60 hari. Itu waktu bagi OPD untuk dapat merealisasikan usulan dari masyarakat,” tegasnya.
Pada Jumat malam, Pemkot Madiun menggelar dialog terbuka dengan berbagai lapisan masyarakat di Lapak Oro Oro Ombo. Dialog ini melibatkan LPMK, Karang Taruna, penggiat seni budaya, UMKM, RT, RW, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Sekarang pemerintah akan banyak melibatkan masyarakat. Salah satunya LPMK, Karang Taruna, para penggiat seni budaya, RT, RW, karena banyak kegiatan yang nanti mengacu kepada masyarakat,” ujar Plt Walikota.
Dalam dialog ini, Plt Wali Kota Madiun memberikan laporan langsung kepada masyarakat terkait hasil peninjauan hingga realisasi usulan selama WBR di 3 kelurahan. Hal ini sebagai bentuk pelayanan yang transparan dan bisa diawasi secara keseluruhan.
“Jadi WBR malam ini saya gunakan untuk laporan terhadap permasalahan yang saya pecahkan di masing-masing kelurahan. Sehingga hari ini, jujur aja, problem masalah itu banyak nih. Masih banyak usulan Musrenbang tapi tidak terealisasi,” jelasnya.
Untuk itu, Bagus meminta kepada para Lurah untuk aktif turun ke masyarakat. Hal itu agar pendataan untuk program kegiatan kedepan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Makanya kalau sudah Pak Lurah, Bu Lurah turun, ini data ini nanti yang akan saya kunjungi, saya validasi. Kalau belum masuk di program, bisa saya eksekusi, ya langsung kita eksekusi,” imbuh Bagus.
Pemkot Madiun turut menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk turut membangun Kota Pendekar. Selain itu, juga dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Karena makanya saya ngajak tidak hanya Pemkot, Baznas, Lazisnu semua ini saya ajak nanti untuk bisa langsung intervensi. Sehingga hal-hal yang darurat gitu, yang mungkin tidak masuk, kita kan nggak tahu nih kondisi rumah tiba-tiba ini dan bisa terintervensi,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Pemkot Madiun juga turut menyerahkan bantuan kepada korban gempa yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui WBR, Pemkot berharap komunikasi dengan masyarakat semakin kuat serta aspirasi warga merupakan bahan pengembangan masing-masing kelurahan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





