Patroli Gabungan di Selatan Madiun, Petugas Ingatkan Warga soal Gangguan Trantibum hingga Kebakaran
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun bersama TNI, Polri, Bakesbangpoldagri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan jajaran kecamatan menggelar patroli gabungan di wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan, Jumat malam (11/9/2026).
Patroli tersebut dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif sekaligus menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Nur Eko Wahyudi, mengatakan patroli menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya masyarakat.
“Untuk menciptakan situasi dan kondisi wilayah tentang ketenteraman, ketertiban umum, dan masyarakat,” kata Nur Eko.
Selain memberikan imbauan terkait ketertiban, petugas juga mengedukasi masyarakat mengenai potensi gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk ancaman kebakaran.
Menurut Nur Eko, edukasi tersebut penting dilakukan mengingat kondisi kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik di lahan maupun kawasan permukiman.

“Untuk sasarannya kita memberi imbauan, edukasi kepada masyarakat akan bahaya atau potensi gangguan ketenteraman ketertiban di wilayah, termasuk juga potensi bencana kebakaran, baik lahan maupun permukiman,” ujarnya.
Petugas kemudian mendatangi sejumlah lokasi yang terdapat kerumunan masyarakat untuk memberikan imbauan secara langsung. Masyarakat diminta turut menjaga ketertiban serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Patroli gabungan tersebut melibatkan sejumlah unsur, yakni Satpol PP, Bakesbangpoldagri, Dishub, TNI-Polri, serta pihak kecamatan.
Nur Eko menyebut patroli gabungan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkala. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan setiap hari dan menyasar lokasi maupun tujuan yang dapat berbeda.
“Sebenarnya kegiatan ini rutin kami laksanakan, cuma tidak setiap hari. Artinya kita melakukan ini setidaknya satu bulan sekali dan dengan sasaran dan tujuan yang berbeda-beda,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Patroli juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenteram kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Output yang ingin kita capai adalah terwujudnya ketenteraman ketertiban dalam masyarakat sehingga bisa memberi rasa aman kepada masyarakat, rasa tenteram pada masyarakat dalam melakukan aktivitas maupun dalam kegiatan sehari-hari,” pungkas Nur Eko. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





