RSUD Kota Madiun Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Lewat WBR 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madiun memanfaatkan kegiatan Walikota Bersama Rakyat (WBR) 2026 sebagai sarana untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Langkah tersebut menyasar warga yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses fasilitas kesehatan pada jam pelayanan reguler.
Direktur RSUD Kota Madiun, dr Muhammad Nur, mengatakan WBR menjadi salah satu wadah bagi rumah sakit untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan layanan kesehatan secara langsung.
“WBR itu kita jadikan sebagai salah satu wadah bagaimana mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Terutama mungkin masyarakat yang tidak sempat datang ke fasilitas kesehatan pada saat jam kerja,” kata dr. M. Nur.
Menurut dia, layanan yang diberikan dalam kegiatan tersebut dilakukan secara bergantian. Tujuannya agar masyarakat dapat mengenal berbagai jenis pelayanan yang tersedia di RSUD Kota Madiun.
Dalam kegiatan WBR, misalnya, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mengetahui kondisi anemia. Selain itu, tersedia pemeriksaan kesehatan mata serta layanan fisioterapi.
“Paling tidak nanti kalau bisa semua pelayanan di rumah sakit itu bisa dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.
dr. M. Nur menegaskan layanan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya warga Kota Madiun, masyarakat dari luar daerah juga dapat memanfaatkannya.
“Semua warga boleh. Warga kota iya, warga luar kota iya, tidak terkecuali. Karena memang kita kan niatnya adalah bagaimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Keterlibatan RSUD Kota Madiun dalam WBR juga disebut berdampak terhadap peningkatan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan skrining kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan di lapangan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.
“Kalau peningkatan pasti iya. Dan yang juga sangat berpengaruh dengan kunjungan rumah sakit. Karena ini kan sebenarnya skrining. Nanti kalau ada apa-apa, pasti nanti berlanjut ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan,” katanya.
Tingginya animo masyarakat membuat pelayanan kesehatan dalam kegiatan WBR dapat menjangkau ratusan orang. Dalam satu rangkaian kegiatan, jumlah warga yang mendapatkan layanan bahkan dapat mencapai sekitar 300 hingga 400 orang, terutama ketika kegiatan berlangsung dari pagi hingga malam.

Untuk menghindari antrean dan penumpukan masyarakat, pelayanan kemudian dibagi berdasarkan waktu. Pemeriksaan darah dilakukan pada pagi hari, sedangkan layanan pemeriksaan mata dan fisioterapi diberikan pada siang hingga malam hari.
“Pembagian ini dilakukan agar pelayanan tetap berjalan efektif sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan,” tegasnya.
Lebih jauh, RSUD Kota Madiun berharap kehadiran tenaga dan layanan kesehatan di WBR tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan antara rumah sakit dan warga.
Bagi RSUD Kota Madiun, kepuasan masyarakat menjadi salah satu target utama. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin mengenal layanan yang dimiliki RSUD Kota Madiun sehingga kepercayaan terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut ikut meningkat.
“Satu, masyarakat merasa puas dengan layanan yang ada. Yang kedua, masyarakat lebih mengenal dan lebih dekat dengan kami dari RSUD Kota Madiun, sehingga nanti harapannya kepercayaan masyarakat dengan RSUD Kota Madiun itu semakin baik,” pungkasnya.
Tidak hanya di WBR, RSUD Kota Madiun juga membuka pelayanan kesehatan saat Car Free Day (CFD) tiap Minggu pagi. Pelayanan dilengkapi dengan konseling sesuai kebutuhan masyarakat. Materi konseling antara lain berkaitan dengan gizi, kehamilan dan kandungan, maupun penyakit tertentu. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





