Tahun 2026, Ratusan Pegawai RSUD Caruban Madiun Disediakan Jaspel Rp. 38 M
- account_circle Mandor
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 139
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Manajemen RSUD Caruban Kabupaten Madiun pada tahun anggaran 2026 tercatat mengelola anggaran sebesar Rp.112 miliar.
Kabar baik datang untuk ratusan pegawai. Dari total anggaran tersebut, pos Belanja Jasa Pelayanan atau Jaspel kesehatan dialokasikan sekitar Rp.38 miliar. Dana ini disiapkan untuk mengapresiasi kinerja tenaga medis dan non medis yang melayani pasien.
Rinciannya, Rp. 34 miliar masuk ke pos belanja jaspel untuk kelompok ASN. Sementara Rp. 4 miliar lainnya disiapkan untuk jaspel tenaga non ASN.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, anggaran jaspel mengalami penurunan. Berdasarkan data jejak digital laman LKPP, pada tahun 2025 total anggaran RSUD Caruban mencapai Rp. 115 miliar. Saat itu pos jaspelnya tercatat sekitar Rp. 45 miliar, dengan rincian Rp. 34 miliar untuk ASN dan Rp. 11 miliar untuk non ASN.
Plt Direktur RSUD Caruban, Selly Fitriani, saat dikonfirmasi menyampaikan tahun 2026 jumlah total pegawai RSUD Caruban sebanyak 492 orang.
“Pegawai PNS sebanyak 298, lalu pegawai P3K penuh waktu 101, dan P3K paruh waktu 93 orang, ditambah tenaga BLUD 33 orang,” kata Selly, Rabu ( 09/09/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, sumber anggaran Rp.112 miliar itu berasal dari pendapatan BLUD sebesar Rp. 100 miliar. Sisanya ditambah dari pendapatan lain seperti DAK non fisik, dana bagi hasil cukai, serta Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau Silpa tahun sebelumnya.
Dengan alokasi jaspel Rp. 38 miliar ini, manajemen berharap pelayanan di RSUD Caruban dapat terus meningkat seiring jumlah pegawai yang cukup besar dan beban kerja yang tinggi. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





