Mensos Sebut Sekolah Rakyat Ngawi Beroperasi di Gedung Permanen, Masih Butuh Dukungan Pemkab Ngawi
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Ngawi menjadi salah satu penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang sejak awal langsung menggunakan gedung permanen. Fasilitas tersebut dibangun pemerintah pusat di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah lokasi lain yang sebelumnya memulai program menggunakan gedung sementara sebelum beralih ke fasilitas permanen.
“Untuk Kabupaten Ngawi ini tanpa diawali dengan sekolah rintisan, tetapi langsung menggunakan gedung permanen,” kata Saifullah Yusuf saat berdialog dengan siswa dan orang tua siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ngawi, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, lahan untuk pembangunan sekolah disediakan Pemerintah Kabupaten Ngawi, sementara pembangunan gedung dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden. Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap operasional penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Gedung tersebut dirancang untuk menampung lebih dari 1.000 siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA ketika kapasitasnya telah terpenuhi.

Meski fasilitas fisik telah tersedia, Mensos menekankan keberlangsungan Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada keberadaan gedung. Pemerintah daerah tetap dibutuhkan untuk mendukung aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan pendidikan.
Sejumlah kebutuhan SDM pendukung juga masih diperlukan, antara lain personel keamanan, petugas kebersihan, guru bantu, wali asrama, dan wali asuh.
“Yang saya titipkan betul-betul di sini adalah kepada Pak Bupati, dukungan untuk merawat, menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dari proses pembelajaran di sini,” ujarnya.
Mensos juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ngawi yang dinilai proaktif mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama dalam penyediaan lahan dan dukungan terhadap operasional program.
Menurut Saifullah Yusuf, keterlibatan pemerintah daerah menjadi penting karena Sekolah Rakyat masih berada pada tahap awal penyelenggaraan. Berbagai pihak masih perlu melakukan penyesuaian dengan pola pendidikan dan pengelolaan sekolah berbasis asrama.
Sekolah Rakyat Ngawi saat ini telah menampung lebih dari 200 siswa. Sementara itu, pemerintah masih melakukan penjangkauan untuk memenuhi kebutuhan siswa, terutama pada jenjang sekolah dasar.
Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap keberadaan gedung permanen tidak hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan layanan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





