Program Stikerisasi Bansos di Madiun Siap Diluncurkan, Saradan dan Gemarang Masih Tertinggi Penerima Bansos
- account_circle Mandor
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 202
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Setelah berlarut cukup lama, program stikerisasi untuk pemilik rumah penerima bantuan sosial (bansos) sebentar lagi bakal dilounching.
Jumlah totalnya ada 50.934 rumah yang tersebar di pelosok desa Kabupaten Madiun. Keluarga penerima manfaat yang berada di Kecamatan Saradan dan Gemarang tercatat masih tertinggi penerima bansos.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Madiun Anton Susilo mengaku sudah klir terkait program ini. Anggaranya Rp. 395 juta dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2026.
“Sudah fix awal bulan ini kita lonching dengan bapak bupati, ini tinggal proses membuat undangan, dan usulan pemilihan lokasi untuk sosialisasi,” kata Anton Susilo, Selasa (03/11/2026).
Data Dinsos menyebut dari 15 Kecamatan, ternyata Saradan masih tertinggi. Tercatat ada 6.569 titik pemilik rumah yang siap ditempel stiker bansos.
Tertinggi kedua berada di Kecamatan Gemarang dengan jumlah total pemilik rumah penerima bansos sebanyak 4.502.
Sementara pemilik rumah penerima bansos paling rendah berada di Kecamatan Sawahan. Ada 1.215 pemilik rumah yang siap didatangi petugas khusus penempel stiker.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan, pihaknya tidak main-main dengan kebijakan stikerisasi ini.
Dia menegaskan, jika ada penerima yang menolak stiker tersebut dipasang di rumahnya, maka secara otomatis mereka dianggap mengundurkan diri dari daftar penerima bansos.
“Jangan nek ada bantuan gelem, tapi nek dikenehi (ditempeli) stiker enggak mampu enggak gelem. Nah, itu kan dusta di antara kita kan,” ujar Hari Wur.
Pihaknya juga mewanti-wanti agar stiker yang sudah terpasang tidak dirusak atau dilepas secara sengaja. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





