Krisis Air Bersih Meluas di Ngawi, Enam Desa Bergantung Bantuan BPBD
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 10 menit yang lalu
- visibility 24
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seiring musim kemarau yang menyebabkan banyak sumber air mengering. Hingga Senin (3/8/2026), tercatat enam desa di empat kecamatan terdampak, yakni Bringin, Pitu, Kasreman, dan Ngawi. Dampaknya ribuan warga mulai bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi.
Kondisi paling parah terjadi di Desa Cantel dan Desa Ngancar, Kecamatan Pitu. Di kawasan pinggiran hutan tersebut, sebagian besar sumur warga dilaporkan telah mengering selama sekitar tiga bulan terakhir.
Di Dusun Kaligede, Desa Ngancar, warga kini hanya mengandalkan satu titik sumber air yang berada di lubang dasar sungai. Debit air yang tersisa sangat terbatas sehingga tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Air dari dasar sungai tersebut hanya dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan ternak. Sementara untuk memasak dan air minum, warga harus berjalan kaki menuju rumah-rumah yang sumurnya masih memiliki cadangan air.
Salah seorang warga, Suyati, mengatakan warga harus bergantian mengambil air secara hati-hati agar air yang tersisa tidak keruh.
“Mengambilnya pakai gayung pelan-pelan dan bergantian supaya airnya tidak kotor. Air itu hanya untuk mencuci dan mandi,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Suwati yang setiap hari terpaksa turun ke sungai untuk memenuhi kebutuhan dasar. Sedangkan air minum diperoleh dengan meminta kepada warga lain yang sumurnya masih mengeluarkan air.
“Kalau untuk mencuci dan mandi kami ke sungai. Untuk air minum, kami minta ke warga yang sumurnya masih ada air,” katanya.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Ngawi mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Pada Senin (3/8/2026), sebanyak 5.500 liter air bersih didistribusikan ke Dusun Kaligede. Penyaluran serupa juga dilakukan ke sejumlah dusun di enam desa terdampak, di antaranya Desa Kenongorejo, Ngancar, Cantel, Kiyonten, dan Karangtengah Prandon.
Petugas BPBD Kabupaten Ngawi, Yudha Herlambang, mengatakan permintaan bantuan air bersih terus berdatangan sejak awal Agustus seiring semakin meluasnya dampak kekeringan.
“Saat ini sudah ada permintaan dropping air dari sejumlah dusun di enam desa. Penyaluran kami lakukan sejak kemarin dengan kapasitas satu tangki sekitar 5.500 liter air,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Ngawi, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada tahun ini mencakup 11 dusun di 11 desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Sine, Pitu, Kasreman, Bringin, dan Ngawi.
BPBD telah memulai distribusi air bersih sejak Sabtu (1/8/2026) dan memastikan penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap sesuai permintaan dari pemerintah desa. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau menggunakan air secara hemat agar kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi hingga musim hujan tiba. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez




