GEGER! Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Digantikan Nanik S. Deyang
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses evaluasi dan monitoring selama hampir 1,5 tahun. Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang didampingi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya pada Selasa (2/6/2026) malam.
Dalam keterangan yang disiarkan secara live di akun YouTube Sekretariat Presiden, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden memutuskan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Bersamaan dengan itu, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, juga diganti.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Prasetyo mengungkapkan terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian pemerintah. Beberapa di antaranya terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan yang menjadi bagian dari program BGN.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Prasetyo menambahkan, sejumlah temuan yang menjadi bahan evaluasi masih dalam proses audit internal. Pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi agar BGN mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan seluruh program BGN, termasuk program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo, tetap berjalan tanpa gangguan.
“Kami menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” tegas Prasetyo.
Namun, pemerintah belum mengumumkan jadwal pelantikan resmi pimpinan baru BGN. Prasetyo memastikan pejabat yang telah ditunjuk dapat segera menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai keputusan Presiden. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





