Bank Madiun Resmi Berubah Jadi Perseroda, Perkuat Branding dengan Tagline dan Maskot Baru
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 71
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Bank Madiun resmi memasuki babak baru dengan perubahan nomenklatur dan badan hukum menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Daerah Kabupaten Madiun Perseroda. Transformasi yang diumumkan pada 20 Oktober 2026 ini diikuti pembaruan identitas perusahaan melalui tagline dan peluncuran maskot baru untuk memperkuat daya saing serta mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdiyanto, mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar pergantian nama dan status badan hukum. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas kontribusi bank terhadap perekonomian daerah.
Menurut Velly, transformasi tersebut juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk menyelaraskan nilai-nilai tradisional dengan perkembangan teknologi perbankan.
Hal itu tercermin dalam tema internal perusahaan, yakni Harmoni Tradisi dan Digitalisasi, Mengiringi Transformasi Menguatkan Sinergi.
“Bank Madiun tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, pelayanan kekeluargaan, serta komitmen mendampingi masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Namun, kami juga terus mengadopsi digitalisasi untuk memodernisasi sistem perbankan, mempercepat transaksi, dan mempermudah akses layanan nasabah,” ujar Velly.
Tagline tersebut menjadi tiga landasan utama perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Nilai profesional diwujudkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, efisiensi operasional, dan penguatan teknologi informasi. Sementara integritas menjadi komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi perbankan.
Manajemen Bank Madiun ingun menjadi mitra masyarakat melalui layanan tabungan, deposito, dan pembiayaan yang mendukung kemandirian ekonomi, khususnya sektor UMKM.
Bank Madiun juga meluncurkan maskot resmi bernama Kangmas dan Nimas BAMA. Kedua karakter tersebut dirancang dengan mengangkat unsur pakaian khas Kabupaten Madiun sebagai representasi identitas dan kebanggaan budaya lokal.
Kangmas BAMA menggambarkan sosok yang tegas, profesional, dan mampu memberikan pengayoman. Sementara Nimas BAMA merepresentasikan keramahan, ketelitian, serta kehangatan dalam pelayanan.
Velly menjelaskan, kehadiran kedua maskot tersebut diharapkan membuat identitas Bank Madiun lebih mudah dikenali masyarakat. Maskot itu juga akan menjadi sarana komunikasi untuk menyampaikan edukasi dan literasi keuangan dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima berbagai kalangan.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai perubahan badan hukum menjadi Perseroda merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat posisi bank milik daerah.
Menurutnya, perubahan tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan perbankan yang lebih profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan industri keuangan.
“Perubahan badan hukum ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola perbankan daerah. Kami berharap Bank Madiun semakin profesional, memperluas jangkauan pelayanan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Hari.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah setelah transformasi tersebut.
Manajemen Bank Madiun memastikan perubahan nama dan badan hukum tidak mengganggu aktivitas maupun transaksi perbankan nasabah. Keamanan dana dan keberlangsungan layanan tetap menjadi prioritas perusahaan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





