Lima Masjid di Nglopang Magetan Jadi Sasaran Pencurian Kotak Amal, Warga Resah
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Aksi pencurian kotak amal masjid kembali meresahkan warga Desa Nglopang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Kali ini, kotak amal Masjid Manaratul Hidayah menjadi sasaran pencurian yang diketahui pada Jumat (6/11/2026) sore.
Pelaku diduga menggasak uang di dalam kotak amal dengan cara merusak gembok menggunakan gergaji besi. Namun, hingga kini belum diketahui jumlah uang yang berhasil dibawa kabur. Pengurus masjid maupun warga juga belum dapat mengidentifikasi pelaku.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang aksi pencurian kotak amal di wilayah Desa Nglopang. Masjid Manaratul Hidayah menjadi salah satu dari lima masjid besar di desa setempat yang sebelumnya juga pernah menjadi sasaran aksi serupa.
Rebo, salah seorang warga, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi pencurian tersebut. Ia baru mengetahui kotak amal telah dibobol setelah mendapati informasi dari warga lainnya.
Menurutnya, kotak amal tersebut sebelumnya rutin dibuka oleh pengurus masjid untuk mengambil uang hasil infak jamaah. Namun, kali ini gembok kotak amal justru ditemukan dalam kondisi rusak.
“Dirusak, digergaji. Gergaji besi itu,” ungkap Rebo, Sabtu (7/11/2026).
Ia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah uang yang hilang. Meski demikian, kejadian tersebut membuat warga berharap adanya peningkatan keamanan di lingkungan masjid, termasuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

“Dipasang CCTV, jaga-jaga lah,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Nglopang, Widodo, membenarkan adanya aksi pencurian kotak amal di Masjid Manaratul Hidayah. Menurutnya, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi di wilayah desa setempat.
Widodo menyebut, dari lima masjid besar yang ada di Desa Nglopang, beberapa di antaranya telah menjadi sasaran pencurian kotak amal. Selain masjid, sejumlah mushola dan langgar juga tersebar di wilayah desa.
Pemerintah desa pun berencana meningkatkan kewaspadaan dengan melibatkan masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga karang taruna. Pengawasan terhadap aktivitas orang yang keluar masuk lingkungan desa juga akan diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Kita bekerja sama dengan masyarakat, baik di tingkat RT maupun karang taruna. Kita akan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap orang luar yang masuk ataupun orang dalam untuk mengantisipasi kejadian tersebut,” jelas Widodo.
Ia mengakui, rentetan pencurian tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Terlebih, sejumlah masjid di Desa Nglopang berada di tepi jalan raya dan kerap menjadi tempat singgah warga dari luar daerah untuk beristirahat maupun menjalankan ibadah.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui identitas pelaku maupun total kerugian akibat pencurian kotak amal di Masjid Manaratul Hidayah. Warga berharap pengurus masjid dan pemerintah desa dapat memperkuat sistem keamanan, sehingga aksi pencurian tidak kembali menyasar rumah ibadah di Desa Nglopang. (Krz)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





