Hari Kartini 2026 di Kota Madiun, Perempuan Kian Berdaya, Kesetaraan Gender Makin Nyata
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Upacara di halaman Balai Kota Madiun pada Selasa (21/4/2026) terasa berbeda. Dipenuhi semangat perempuan-perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengambil peran penuh sebagai petugas sekaligus peserta upacara. Momentum Hari Kartini ke-147 ini bukan sekedar seremoni tahunan, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang kesetaraan gender yang kini mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat daerah.
Di tengah suasana khidmat, Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan tidak lagi berada di posisi pelengkap, melainkan menjadi bagian strategis dalam mendorong kemajuan daerah menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
“Seluruh perempuan di Indonesia harus aktif berpartisipasi dalam pembangunan. Di Kota Madiun, kesetaraan gender sudah sangat baik. Ini terlihat dari banyaknya perempuan yang memimpin OPD, menjadi lurah, hingga menduduki berbagai jabatan penting,” ujarnya.
Fenomena ini mencerminkan perubahan paradigma yang semakin inklusif. Perempuan di Kota Madiun kini hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai pengambil keputusan. Dalam banyak sektor, mulai dari pemerintahan hingga pelayanan publik, kontribusi perempuan semakin terasa.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pun menguatkan narasi tersebut. Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Madiun tercatat mencapai 96,05 pada 2025, meningkat dari 95,26 pada 2024. Angka ini menunjukkan tingkat kesetaraan yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.
“Ya pasti, kami kan punya indikator penilaian terhadap kesetaraan gender. Yang ini harus kita capai dan sampai dengan hari ini gender perempuan di Kota Madiun itu melampaui dari target yang sudah kita tentukan,” tegas Bagus.
Tak hanya itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) pada 2024 berada di angka 0,093—mendekati nol yang berarti ketimpangan sangat rendah. Capaian ini menempatkan Kota Madiun sebagai salah satu daerah dengan pembangunan gender terbaik di Jawa Timur.
Bagi pemerintah daerah, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan indikator keberhasilan kebijakan yang berpihak pada kesetaraan. Berbagai program pemberdayaan perempuan, akses pendidikan, hingga peluang karier yang lebih terbuka menjadi faktor pendorong utama.
Lebih jauh, Bagus Panuntun berharap lahir lebih banyak generasi emas perempuan yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pendobrak dalam pembangunan. Kehadiran perempuan dinilai penting untuk menghadirkan perspektif yang lebih beragam dan humanis dalam setiap kebijakan.
“Generasi emas perempuan di Kota Madiun harus banyak dan terus berkarya. Itu juga bagian dalam mendukung pembangunan Kota Madiun kedepannya,” pungkasnya
Di balik upacara yang berlangsung sederhana, tersimpan pesan kuat. Perjuangan Raden Ajeng Kartini belum usai, tetapi telah melangkah jauh. Di Kota Madiun, semangat emansipasi kini tidak hanya dikenang, melainkan dijalankan menuju masyarakat yang lebih setara. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





