Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Sosok AKBP Andin Wisnu Yang Tak Pernah Menyerah, Kini Jabat Kapolres Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 608
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
AKBP Andin Wisnu: Anak Tamtama yang Tak Pernah Menyerah, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Ungkapan usaha tak mengkhianati hasil tampaknya sangat tepat untuk menggambarkan sosok AKBP Andin Wisnu Sudibyo. Siapa sangka, pria yang masa kecilnya serba kekurangan itu kini dipercaya menjadi Kapolres Ponorogo.

Lahir 41 tahun silam, Andin kecil tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang tamtama, pangkat paling bawah di jajaran kepolisian. Hidup di rumah berdinding gedhek dan berlantaikan tanah, ia bahkan harus bersekolah tanpa alas kaki.

“Sekolah saja dulu tidak pakai sepatu. Minum susu pakai air tajin dicampur garam,” kenang AKBP Andin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/04/2025).

Ia mengawali pendidikan di SDN Ngrami, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Lima tahun bersekolah di sana, semua dijalani dengan penuh keterbatasan. Buku hanya satu, sepatu pun tak punya.

“Mau makan ikan juga harus usaha dulu. Kami biasa newu—mengeringkan kubangan air untuk menangkap ikan,” tambahnya.

Ketika duduk di kelas 6, Andin pindah ke SDN Ditrotunan, Kabupaten Lumajang, mengikuti kepindahan tugas ayahnya. Di sinilah ia baru merasakan sekolah memakai sepatu untuk pertama kali.

Lulus SD, ia melanjutkan ke SMPN 3 Lumajang, namun hanya sempat satu tahun karena harus kembali ke Nganjuk dan bersekolah di SMPN 1 Nganjuk. Demi bisa menimba ilmu, Andin memilih ngekos di rumah kerabat. Jarak dari rumah ke sekolah terlalu jauh, mencapai 7 kilometer.

Hasil ujian SMP-nya memuaskan. Namun sayang, ia terlambat mendaftar ke SMA favorit. Satu-satunya sekolah yang masih membuka pendaftaran adalah SMAN 1 Bantur, Kabupaten Malang.

Demi bersekolah di sana, ia menempuh perjalanan dari Gadang, Kota Malang, selama dua jam setiap hari. “Berangkat jam 5 pagi naik bus bareng ibu-ibu pasar agar bisa sampai sekolah jam 7,” ujarnya.

Setelah sebulan, ia memilih indekos. Tak lama berselang, Andin pindah ke SMAN 2 Nganjuk dan lulus tahun 2002.

Setamat SMA, Andin memberanikan diri mendaftar Akademi Kepolisian (Akpol). Hanya sekali mencoba, ia langsung diterima. Perjuangan mendaftar pun ia lakukan seorang diri, dari latihan fisik hingga mengurus administrasi.

“Naik bus Sumber Kencono dari Sukomoro ke Polda Jatim. Semua dijalani sendiri. Tes juga sendiri. Renang dan psikotes latihan sendiri,” tuturnya.

Motivasinya menjadi polisi tak lepas dari sosok sang ayah. “Bapak pulang bawa roti TB pasukan, saya kagum dan bercita-cita jadi polisi,” ujarnya sambil tersenyum.

Andin lulus Akpol tahun 2005 dan pertama kali bertugas di Polda Bangka Belitung. Ia sempat menjabat Kapolsek di daerah tertinggal hingga dipercaya memimpin Polsek persiapan di Belitung Timur.

Kariernya pun terus menanjak. Tahun 2012, ia melanjutkan pendidikan di PTIK, lalu bertugas di Polda Kalimantan Timur. Beragam jabatan strategis pernah ia emban, dari Kapolsek, Kasatreskrim, Kabagops, hingga Wakapolres. Selepas menempuh pendidikan di Sespim, AKBP Andin Wisnu Sudibyo kini menjabat Kapolres Ponorogo.

“Semua ini buah dari kerja keras dan doa. Saya hanya anak tamtama, tapi tak pernah berhenti bermimpi,” pungkas ayah dua anak ini.

Ega Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    Kejari Magetan Selidiki Dugaan Korupsi ADD Desa Ngadirejo, Kerugian Negara Capai Rp150 Juta

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kawedanan, untuk tahun anggaran 2023–2024. Kasus ini kini telah memasuki tahap penyidikan, dengan belasan saksi dari unsur perangkat desa telah dimintai keterangan. Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, […]

    Bagikan
  • Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    Gugat BRI Rp. 50 Miliar, Samsuri Tunjuk Haris Azhar Jadi Kuasa Hukum

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sempat viral karena rumahnya ditempeli stiker penunggak utang, Samsuri, warga Kelurahan Patihan Wetan, Babadan, Ponorogo, memilih melawan. Tak tanggung-tanggung, ia menggugat PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Pon ke Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Nilai gugatannya fantastis: Rp 50 miliar. Samsuri menunjuk aktivis hak asasi manusia (HAM) ternama Haris Azhar […]

    Bagikan
  • Khidmatnya Pengendara di Kota Madiun Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI

    Khidmatnya Pengendara di Kota Madiun Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 RI

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masyarakat yang tengah melintas di seputaran Tugu Nol Kilometer Kota Madiun harus berhenti sejenak pada Minggu (17/08/2025). Sekitar 5 menit, mereka melakukan penghormatan saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Prosesi tersebut digelar tepat pada pukul 10.00 WIB yang diyakini memiliki filosofi penting dalam menandai kemerdekaan RI. 5 anggota Pasukan […]

    Bagikan
  • Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Ada Luka Di Bagian Kepala

    Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Ada Luka Di Bagian Kepala

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di dalam rumahnya, Senin (26/1/2026) pagi. Korban diketahui bernama Nuraini (55), seorang janda yang tinggal bersama anak pertamanya, Aji Saputra (30). Mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.00 WIB. Kecurigaan warga muncul setelah Nuraini tidak […]

    Bagikan
  • Bumi Reog Berdzikir 2025, PSHT Teguhkan Persaudaraan dan Persatuan Bangsa di Ponorogo

    Bumi Reog Berdzikir 2025, PSHT Teguhkan Persaudaraan dan Persatuan Bangsa di Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Alun-Alun Kabupaten Ponorogo dipadati ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dalam kegiatan Bumi Reog Berdzikir (BRB), Minggu (28/12/2025). Sejak pagi, para pesilat dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan untuk mengikuti dzikir akbar dan doa bersama demi keselamatan, persatuan, serta kedamaian bangsa. Kegiatan religius yang digelar di jantung Kota […]

    Bagikan
  • Realisasi PBB Kabupaten Madiun Tembus 97 Persen, Sisa Rp700 Juta Masih Menunggak

    Realisasi PBB Kabupaten Madiun Tembus 97 Persen, Sisa Rp700 Juta Masih Menunggak

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun mencatat realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 30 September 2025 mencapai Rp29,2 miliar. Angka itu sudah menyentuh 97,7 persen dari target tahun ini sebesar Rp30 miliar. “Ini capaian sementara karena input data masih berjalan. Kami optimis bisa mengamankan target PBB […]

    Bagikan
expand_less