Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 201
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes-PPKB Lakukan Cek Kesehatan bagi Pemulung dan Petugas Kebersihan

    Dinkes-PPKB Lakukan Cek Kesehatan bagi Pemulung dan Petugas Kebersihan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) menggelar kegiatan cek kesehatan bagi para petugas kebersihan dan pemulung yang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo maupun di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Madiun, Selasa (30/07/2025). Sebanyak 103 orang mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan […]

    Bagikan
  • Menjaring Bibit Atlit Lewat Turnamen Southeast Asia Football Talent Indonesia

    Menjaring Bibit Atlit Lewat Turnamen Southeast Asia Football Talent Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun menggelar turnamen sepak bola bertajuk Southeast Asia Football Talent Indonesia Piala Wali Kota Madiun. Turnamen ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Madiun, Maidi, pada Sabtu (07/06/2025) di Stadion Wilis, Kota Madiun. Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa turnamen ini […]

    Bagikan
  • Truk Bermuatan 2 Ton Ayam Terbakar di Tol Ngawi–Solo, Kerugian Ratusan Juta

    Truk Bermuatan 2 Ton Ayam Terbakar di Tol Ngawi–Solo, Kerugian Ratusan Juta

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan disertai kebakaran terjadi di ruas Tol Ngawi–Solo, tepatnya di KM 562 Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (18/08/2025) dini hari. Sebuah truk pengangkut ayam potong ludes terbakar setelah menghantam pembatas jalan dan menabrak truk lain di depannya. Peristiwa yang terjadi pada pukul 04.12 WIB, truk berisi sekitar […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Poncol, Residivis di Banyak TKP

    Polres Magetan Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Poncol, Residivis di Banyak TKP

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya cepat Polres Magetan dalam menangani kasus pencurian sepeda motor di Kecamatan Poncol membuahkan hasil. Dua pelaku berhasil ditangkap kurang dari dua hari setelah kejadian. Salah satunya diketahui merupakan residivis yang diduga juga terlibat dalam sejumlah kasus serupa di luar Kabupaten Magetan. Kasus ini bermula pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 12.30 […]

    Bagikan
  • Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
expand_less