Berita Terkini
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Magetan Gencarkan Program Jumingsih, Kang Suyat Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Play Button photo_camera 3

    Pemkab Magetan Gencarkan Program Jumingsih, Kang Suyat Tegaskan Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali menggencarkan Program JUMINGSIH (Jumat Minggu Bersih) sebagai upaya memperkuat budaya kerja bakti dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pada pelaksanaan Jumat (6/2/2026), kegiatan difokuskan di kawasan Kali Tengah (samping utara Klenteng), Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan Kota. Program yang melibatkan ASN, TNI, […]

    Bagikan
  • Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    Mobil Espas Tiba-Tiba Terbakar di Ponorogo, Pemilik Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah minibus jenis Espas terbakar di Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan pemilik kendaraan mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Korban diketahui bernama Sunardi (54). Ia sempat mendapatkan perawatan di RS Yasfin Gontor Ponorogo akibat luka bakar di bagian […]

    Bagikan
  • Tim Gegana Sterilkan Lokasi Ledakan di Ponorogo, Temukan Sisa Bahan Petasan

    Tim Gegana Sterilkan Lokasi Ledakan di Ponorogo, Temukan Sisa Bahan Petasan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia| Ponorogo — Tim Gegana Sat Brimob Polda Jawa Timur diterjunkan untuk mendalami kasus ledakan petasan yang menewaskan satu orang di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Pemeriksaan dilakukan guna mensterilkan lokasi dari sisa bahan peledak sekaligus mengidentifikasi jenis bahan kimia yang digunakan. Penyisiran dilakukan pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Tim Gegana melakukan […]

    Bagikan
  • KPK Periksa 53 Saksi Terkait OTT Bupati Nonaktif Ponorogo, Merembet ke Mega Proyek Monumen Reog

    KPK Periksa 53 Saksi Terkait OTT Bupati Nonaktif Ponorogo, Merembet ke Mega Proyek Monumen Reog

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Ponorogo, Sugiri Sancoko. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa rangkaian pemeriksaan saksi yang berlangsung pekan ini merupakan tindak lanjut setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sugiri dan tiga tersangka lainnya. Menurut Budi, setelah melakukan OTT, tim penyidik […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2024, Polres Madiun Kota Ciduk 69 Tersangka Narkotika

    Sepanjang 2024, Polres Madiun Kota Ciduk 69 Tersangka Narkotika

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KOTA MADIUN – Peredaran narkotika terus diperangi oleh jajaran Polres Madiun Kota melalui Satnarkoba sepanjang tahun 2024. Tercatat, Satnarkoba Polres Madiun Kota berhasil mengungkap sebanyak 48 kasus. Jumlah kasus tersebut turun jika dibandingkan dengan tahun 2023 sebanyak 58 kasus. AKBP Agus Dwi Suryanto, Kapolres Madiun Kota mengatakan pada tahun 2023 polisi menangkap sebanyak 90 tersangka. […]

    Bagikan
  • Pudak Berbenah, Berbagai Cara Warga Atasi Limbah Kotoran Sapi

    Pudak Berbenah, Berbagai Cara Warga Atasi Limbah Kotoran Sapi

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Permasalahan limbah kotoran sapi yang menumpuk di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, kini mulai menemukan solusi. Limbah yang sebelumnya kerap mencemari sungai, kini diolah menjadi pupuk organik, bahan makanan untuk budidaya cacing, hingga diubah menjadi gas yang bermanfaat bagi warga. Salah satu warga Pudak, Sumali, berhasil mengelola kotoran sapi miliknya untuk pakan […]

    Bagikan
expand_less