Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 199
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pemuda Jadi Sasaran Penyerangan Brutal di Warung Sembako Madiun

    Dua Pemuda Jadi Sasaran Penyerangan Brutal di Warung Sembako Madiun

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Peristiwa penyerangan brutal terjadi di sebuah warung sembako di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Dua pemuda yang awalnya hanya hendak membeli bensin mendadak diserang secara membabi buta oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin dini hari (12/05/2025) sekitar pukul 01.00 WIB. Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan suasana mencekam ketika belasan […]

    Bagikan
  • Warga Bangunsari Dolopo Peringati HUT RI ke-80 dengan Karnaval Kostum Unik

    Warga Bangunsari Dolopo Peringati HUT RI ke-80 dengan Karnaval Kostum Unik

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Warga Dusun Tempuran, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan cara berbeda. Mereka menggelar upacara bendera tradisional yang diikuti perwakilan dari setiap RT dengan mengenakan beragam kostum unik, mulai dari pakaian zaman dulu, busana suku Dayak dan Indian, kebaya, hingga kostum Mak Lampir Senin […]

    Bagikan
  • Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    Potensi Kerugian Negara Rp. 5 Miliar, Pemkot Madiun dan Bea Cukai Gencar Berantas Rokok Ilegal

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kota Madiun terus digencarkan. Hal itu menyikapi data tahun 2024, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Madiun berhasil menggagalkan peredaran sekitar 7 juta batang rokok tanpa cukai, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar. Sementara itu, hingga September 2025, jumlah penindakan sudah […]

    Bagikan
  • Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadirejo, pada Kamis (29/05/2025) siang. Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang anak kecil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. […]

    Bagikan
  • Viral Video Perpisahan di Gunung Lawu, Kabar Penutupan Warung Mbok Yem Dibantah Keluarga

    Viral Video Perpisahan di Gunung Lawu, Kabar Penutupan Warung Mbok Yem Dibantah Keluarga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebuah video berdurasi pendek yang menampilkan enam pria di dalam warung di Gunung Lawu menjadi viral di media sosial. Dalam video itu, salah satu pria memegang papan bertuliskan “Warung Tutup Sementara 27 Mei 2025” sambil menyampaikan pesan perpisahan, memunculkan kabar bahwa Warung Mbok Yem akan tutup. “Saudara-saudaraku semua para pecinta […]

    Bagikan
  • Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    Nuansa Alam Gunung Kendil Genilangit Jadi Primadona Pendaki Pemula di Magetan

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.433
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kabupaten Magetan Jawa Timur selalu menyuguhkan keindahan alam yang memukau. Seperti destinasi baru yang mencuri perhatian para pencinta alam khususnya pendaki pemula. Gunung Kendil, yang berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, kini resmi dibuka untuk umum dan menawarkan pengalaman mendaki yang ramah serta pemandangan memukau. Dengan ketinggian 1.625 meter di […]

    Bagikan
expand_less