Berita Terkini
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 139
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Anak SMP di Magetan Dianiaya Usai Dipergoki Curi Velg Truk

    Viral Anak SMP di Magetan Dianiaya Usai Dipergoki Curi Velg Truk

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah video amatir memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap anak di bawah umur viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, setelah warga memergoki aksi pencurian besi velg truk di sebuah bengkel pada Kamis (27/11/2025) lalu. Awalnya, warga menduga tiga remaja yang masih duduk di bangku […]

    Bagikan
  • Gus Ipul : 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Gunakan Dana untuk Judi Online

    Gus Ipul : 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Gunakan Dana untuk Judi Online

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sekitar 600 ribu penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia terindikasi menyalahgunakan dana bansos untuk bermain judi online (judol). Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri dialog bersama pilar-pilar sosial dari wilayah Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek di Gedung Watu Dakon, UIN Ponorogo, Senin (04/08/2025). Dari jumlah tersebut, sebanyak […]

    Bagikan
  • Jambore MTB 2026 di Magetan Gerakkan Ekonomi Hingga Rp2,1 Miliar

    Jambore MTB 2026 di Magetan Gerakkan Ekonomi Hingga Rp2,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelaran Jambore MTB 2026 yang berlangsung di Kabupaten Magetan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para komunitas sepeda gunung, tetapi juga memicu perputaran uang dalam jumlah besar. Kegiatan yang digelar di C1000 Bike Park, Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Minggu (8/2/2026), tercatat menghadirkan 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Besarnya jumlah peserta […]

    Bagikan
  • Wisuda Tahun 2025 PPI Madiun, 204 Perwira Transportasi Siap Berkontribusi Untuk Negeri

    Wisuda Tahun 2025 PPI Madiun, 204 Perwira Transportasi Siap Berkontribusi Untuk Negeri

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan Darat, Bambang Siswoyo, melantik 204 perwira transportasi pada Wisuda ke-9 Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Selasa (26/08/2025). Mengusung tema “Lulusan Unggul, Mengukir Prestasi, Menginspirasi Perubahan untuk Membangun Negeri”. Bambang berharap para lulusan mampu menjadi perwira transportasi yang berkompeten, berprestasi, serta inovatif di […]

    Bagikan
  • Bocah 12 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai

    Bocah 12 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Suasana penuh duka menyelimuti proses evakuasi jasad seorang anak berinisial AMP (12), warga Dusun Kedungprahu, Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu siang (14/2/2026). Bocah tersebut ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di sungai bersama teman-temannya. Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk […]

    Bagikan
  • Petugas Amankan Bendera One Piece di Jalur Pendakian Gunung Lawu

    Petugas Amankan Bendera One Piece di Jalur Pendakian Gunung Lawu

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah khidmatnya upacara HUT ke-87 RI di Puncak Gunung Lawu, petugas Perhutani bersama relawan melakukan langkah antisipasi terhadap potensi pengibaran bendera selain Merah Putih. Hasilnya, dua bendera bergambar animasi One Piece berhasil diamankan. Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menjelaskan sweeping dilakukan sejak proses registrasi pendaki di pintu masuk. “Kami […]

    Bagikan
expand_less