Berita Terkini
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa Keracunan, Dinkes Madiun Akui Makanan Basi, Hasil Uji Lab Negatif Bakteri

    Siswa Keracunan, Dinkes Madiun Akui Makanan Basi, Hasil Uji Lab Negatif Bakteri

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun akhirnya buka suara terkait hasil uji laboratorium sisa makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Anak, Desa Klecorejo. Sampel makanan yang diuji terkait kasus puluhan siswa yang mengalami mual dan muntah usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu. Berdasarkan hasil […]

    Bagikan
  • Jamaah Haji Asal Madiun Mulai Padati Makkah, Kartu Nusuk Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram

    Jamaah Haji Asal Madiun Mulai Padati Makkah, Kartu Nusuk Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah – Gelombang kedatangan jamaah haji Indonesia ke Kota Suci Makkah terus berlanjut. Salah satu kelompok yang mulai memadati wilayah sekitar Masjidil Haram adalah jamaah asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setibanya di Makkah, para jamaah langsung diarahkan untuk melaksanakan ibadah umrah sunnah sebagai bagian dari rangkaian prosesi haji. Pihak otoritas Arab Saudi menetapkan […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Meninggalkan Hotel Transit, Bersiap Menuju Makkah

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Meninggalkan Hotel Transit, Bersiap Menuju Makkah

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Arab Saudi – Perjalanan Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata kini berlanjut menuju ke Kota Makkah. Usai sholat Ashar, para jemaah mulai bersiap dan kumpul di lobi Hotel Safwat Al Mashaer di Aziziah untuk mengumpulkan koper kepada petugas. Jemaah Sindo Wisata ini akan menuju Hotel Pullman Grand Zam Zam. Perasaan senang dan bahagia dirasakan […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Perkuat Peran Kehumasan Sajikan Informasi yang Akurat

    PSHT Pusat Madiun Perkuat Peran Kehumasan Sajikan Informasi yang Akurat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di era digitalisasi serta keterbukaan publik, penyajian informasi yang akurat dan akuntabel sangatlah penting. Hal itu tentu bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada publik agar tidak termakan berita bohong atau hoaks. Disinilah peran humas sebuah organisasi sangat penting sebagai corong informasi. Dalam upaya memperkuat peran humas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) […]

    Bagikan
  • Tampung Aspirasi Kades Se Dapil VI, Mujono Ajak Jaga Ketertiban dan Peningkatkan Pelayanan Masyarakat

    Tampung Aspirasi Kades Se Dapil VI, Mujono Ajak Jaga Ketertiban dan Peningkatkan Pelayanan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Mujono, menggelar reses masa persidangan pertama tahun 2025 dengan mengundang para kepala desa dari daerah pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kecamatan Balerejo, Pilangkenceng, dan Wonoasri. Pertemuan berlangsung di aula Kantor Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kamis (11/09/2025). Dalam kegiatan itu, belasan kepala desa menyampaikan aspirasi terkait […]

    Bagikan
  • Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    Apel Pagi, Bupati Madiun Singgung Program Sehat, Resik, dan Indah Bukan Hanya Slogan

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemkab Madiun kembali menggelar apel pagi di halaman pusat pemerintahan (Puspem), Mejayan. Dalam arahannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto sempat menyingung terkait tata kelola kebersihan.  Bupati juga mengingatkan kaitannya dengan Progam Selasa Jumat, Aman, Sehat, Resik dan Indah (Selamat ASRI) hendaknya bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan harus menjadi sebuah budaya.  “Namanya […]

    Bagikan
expand_less