Berita Terkini
Trending Tags

Petani Magetan Menjerit, Tanaman Padi Diserang Hama Potong Leher

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • visibility 164
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani memperlihatkan tanaman padi yang terserang hama, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Nestapa melanda petani di Kabupaten Magetan. Musim tanam kedua tahun ini bukan membawa panen, melainkan duka mendalam. Ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan gagal panen akibat serangan hama potong leher yang tak terbendung.

Seperti di Desa Pragak, Kecamatan Parang, derita itu nyata. Tanaman padi yang semula tumbuh subur mendadak layu dan kosong menjelang panen.

“Pusing, Mas. Biaya sudah keluar banyak, hasilnya nihil,” ujar Saman, petani Dusun Sepandan, sembari memegangi kepalanya.

Suaranya lirih, seolah tak percaya sawah yang ia rawat setiap hari kini hanya menyisakan dua karung gabah dari luas lahan yang biasanya menghasilkan hampir satu ton. Saman bukan satu-satunya. Petani lain seperti Madun, Sinem, Boimen, Kadimun, hingga Yatno juga mengalami hal serupa.

Upaya penyemprotan insektisida dan penggunaan benih unggul seperti IR 64 dan Inpari 70 pun tak membendung keganasan hama.

“Saya beli benih di toko, varietas unggul. Tapi tetap diserang. Titik hitam di pangkal bulir itu tanda-tandanya,” kata Saman pasrah.

Kadimun, yang menanam Inpari 70 karena waktu panennya yang cepat, kini tak tahu bagaimana harus mengembalikan modal. Semua biaya ia dapat dari pinjaman.

“Harusnya bisa balik modal, tapi malah buntung,” ujarnya getir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di Lembeyan, Kawedanan, dan Takeran. Para petani khawatir serangan ini meluas.

“Kalau begini terus, ini bukan cuma soal kerugian pribadi. Ketahanan pangan bisa terancam,” ujar Yadi, petani lain di kawasan tersebut.

Petani menduga, cuaca ekstrem menjadi biang kerok. Hujan deras selama lebih dari 10 hari menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tumbuhnya jamur pada batang padi. Meskipun telah dilakukan penyemprotan antijamur, hasilnya nihil. “Seolah hama ini kebal,” ucap salah satu petani.

Yang lebih menyakitkan, sebagian besar petani tidak terdaftar dalam program asuransi pertanian. Artinya, kerugian ini sepenuhnya ditanggung sendiri. Tak ada pengganti untuk biaya pupuk, pengolahan tanah, hingga perawatan yang telah mereka keluarkan.

Jerami kering jadi satu-satunya hasil panen. Itu pun hanya cukup untuk pakan ternak. Sementara keinginan untuk bangkit kembali butuh dana segar—yang tak jarang harus dipenuhi dengan menambah utang baru.

“Jangan hanya salahkan cuaca. Kami butuh solusi nyata. Kalau gagal panen sekali saja, untuk tanam lagi butuh modal besar. Kami butuh bantuan,” ucap para petani.

Derita petani Magetan hari ini adalah gambaran nyata rapuhnya pertanian rakyat dalam menghadapi perubahan iklim dan minimnya perlindungan negara. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar soal padi yang tak jadi berbulir tapi soal masa depan petani yang makin terpuruk.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
  • Menilik Keseruan Kontes Ratusan Kambing Etawa Seharga Jutaan Rupiah

    Menilik Keseruan Kontes Ratusan Kambing Etawa Seharga Jutaan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan kambing etawa ras Kaligesing kembali berebut juara dalam ajang kontes tahunan yang digelar di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Lomba ini menjadi magnet bagi peternak maupun warga, karena menghadirkan koleksi kambing elit dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Sejak pagi, arena lomba sudah dipadati peserta yang membawa […]

    Bagikan
  • Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Permintaan Daging Sapi Naik

    Jelang Idul Adha 2026, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Permintaan Daging Sapi Naik

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama tim Satgas Pangan melakukan peninjauan harga bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Besar Madiun pada Senin (25/5/2026). Pengecekan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti Idul Adha 2026 pekan ini. Subkoordinator Stabilisasi HargaBarang Kebutuhan Pokok danBarang Penting Disperdag Kota […]

    Bagikan
  • Koperasi MSI Janji Kembalikan Uang Nasabah, Tetapi Tak Jelas Waktunya

    Koperasi MSI Janji Kembalikan Uang Nasabah, Tetapi Tak Jelas Waktunya

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Mittra Sejahtera Indonesia (MSI) Magetan akhirnya angkat bicara terkait polemik uang nasabah. Ketua Pengurus KSPPS MSI Magetan, Wawan Wandoyo dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Senin (28/04/2025) menyatakan komitmen untuk mengembalikan seluruh hak nasabah. Hal itu disampaikan […]

    Bagikan
  • Ini Tanggapan Mensos Gus Ipul Soal Murid dan Guru Sekolah Rakyat yang Undur Diri

    Ini Tanggapan Mensos Gus Ipul Soal Murid dan Guru Sekolah Rakyat yang Undur Diri

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Saat kunjungi Bumi Reog Ponorogo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun ini merupakan tahap awal. Namun ia memastikan program ini tahun depan dengan perbaikan dan penyempurnaan. Terkait adanya informasi kendala perizinan lingkungan di beberapa lokasi, Gus Ipul mengatakan belum mengetahui detailnya. Namun ia memastikan bahwa seluruh proses perizinan […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
expand_less