Berita Terkini
Trending Tags

Ribuan Ikan di Telaga Ngebel Kembali Mati, Diduga Akibat Naiknya Gas Belerang

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani keramba terpaksa membuang ikan nila mati akibat belerang di Telaga Ngebel, Foto : Ega PatriaSinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan ikan nila milik pembudidaya di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali ditemukan mati mengapung pada Rabu pagi (09/07/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Kematian massal ikan ini diduga kuat disebabkan oleh naiknya kandungan gas belerang dari dasar telaga akibat cuaca ekstrem yang tak menentu dan suhu udara yang sangat dingin dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini memicu bau menyengat di sekitar kawasan wisata Telaga Ngebel. Air telaga juga tampak berubah warna menjadi kekuningan. Kondisi ini sontak menarik perhatian warga dan pengunjung.

“Sudah tiga hari ini kejadian seperti ini. Ikan-ikan banyak yang mati, dan kami para pembudidaya jelas rugi besar. Bisa sampai puluhan juta rupiah,” ujar Hadi Santoso, salah satu pembudidaya ikan nila di Telaga Ngebel.

Tidak hanya pembudidaya, para pengunjung juga mengaku terganggu dengan kondisi telaga. Slamet Riyadi, wisatawan asal Madiun, mengaku mencium bau belerang yang sangat menyengat begitu sampai di lokasi.

“Airnya jadi kuning dan baunya menusuk sekali. Padahal biasanya sejuk dan menyenangkan,” kata Slamet.

Kematian ikan akibat fenomena belerang bukan kali pertama terjadi di Telaga Ngebel. Peristiwa serupa pernah terjadi awal tahun ini, tepatnya pada Februari 2025. Saat itu, ribuan ikan juga mati mendadak karena munculnya belerang dari dasar telaga.

Image Not Found
Petani keramba menunjukan ikan mati akibat belerang di Ngebel, Ponorogo. Foto : Ega patria

Telaga Ngebel sendiri merupakan danau alami yang berada di kaki Gunung Wilis. Material vulkanik seperti belerang memang masih terkandung di dasar telaga. Saat cuaca ekstrem terjadi, seperti suhu turun drastis atau hujan lebat disertai angin, gas-gas dari dasar telaga dapat naik ke permukaan dan mencemari air.

Para pembudidaya berharap kondisi cuaca segera membaik agar mereka bisa kembali menebar benih dan melanjutkan usaha perikanan yang menjadi mata pencaharian utama di kawasan tersebut.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    BPBD Madiun Siaga Hadapi Musim Kemarau, Petakan 71 Desa Rawan Kekeringan dan 27 Desa Rawan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana pada musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) dengan melibatkan lintas instansi dan pemerintah desa yang masuk kategori rawan bencana, Kamis (31/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
  • Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama photo_camera 3

    Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Awal tahun 2026, Kabupaten Magetan kembali menghadapi tingginya frekuensi kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 50 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang 1–31 Januari 2026. Mayoritas di antaranya dipicu oleh cuaca ekstrem. BPBD melaporkan bahwa kejadian bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan
  • Kirab Pusaka Kyai Pronojoyo, Tradisi Sakral Warisan Keraton Surakarta di Ponorogo

    Kirab Pusaka Kyai Pronojoyo, Tradisi Sakral Warisan Keraton Surakarta di Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Puluhan warga Ponorogo mengikuti prosesi sakral kirab pusaka Tombak Kyai Pronojoyo pada Kamis (16/01/2025). Tradisi ini digelar untuk memperingati pemberian pusaka bersejarah dari Keraton Surakarta kepada masyarakat Ponorogo. Kirab dimulai dari Pendopo Pakasa Gebang Tinatar, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, dan berakhir di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Kota Ponorogo. Peserta kirab mengenakan […]

    Bagikan
  • Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    Soal Penanganan Sampah, Wali Kota Madiun Tegaskan Komitmen Capai Zero Waste 2027

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2026 Kota Madiun mengemuka dengan dua isu besar yakni integritas kepala daerah dan penanganan darurat sampah. Kedua isu tersebut menjadi sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Madiun, Rabu (13/11/2025). Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, menyebut bahwa dewan menaruh […]

    Bagikan
  • Kesaksian Kadiskominfo Kota Madiun Noor Aflah di Sidang Korupsi Maidi, Dari CSR TPA Winongo hingga Bantah Fee Proyek

    Kesaksian Kadiskominfo Kota Madiun Noor Aflah di Sidang Korupsi Maidi, Dari CSR TPA Winongo hingga Bantah Fee Proyek

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Noor Aflah, memberikan sejumlah keterangan penting dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (31/7/2026). Dalam […]

    Bagikan
expand_less