Berita Terkini
Trending Tags

Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 198
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang.

Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu momen ketika bumi berada di titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa udara dingin yang terjadi saat ini bukanlah akibat dari fenomena astronomi tersebut.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa hawa dingin yang dirasakan di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama keberadaan angin monsun timur yang berasal dari Australia.

“Mengenai hawa dingin yang sekarang itu sebenarnya lebih didominasi oleh kejadian yang di selatan khatulistiwa, khususnya saudara-saudara kita yang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur,” ungkap Ardhasena.

Monsun timur membawa massa udara kering dan bersuhu rendah ke wilayah Indonesia bagian selatan. Akibatnya, suhu udara menjadi lebih dingin, terutama pada malam hingga dini hari.

“Ketika malam itu terasa lebih dingin dan siang pun tidak sepanas pada bulan-bulan lainnya, karena kelembapan udara rendah dan uap air yang menahan panas sangat sedikit,” jelasnya lagi.

Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, panas bumi yang dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tidak tertahan oleh uap air, sehingga suhu permukaan turun dengan cepat. Fenomena inilah yang menyebabkan udara malam hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Berdasarkan data dari BMKG Pos Pengamatan Meteorologi Magetan per Kamis (10/07/2025), suhu minimum di wilayah ini berkisar antara 17–19°C, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Plaosan dan Panekan. Sementara suhu maksimum siang hari tercatat 24–27°C dengan kelembapan udara berkisar antara 60–75 persen.

Angin dominan bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan rata-rata 10–20 km/jam. Langit cenderung cerah hingga cerah berawan tanpa potensi hujan dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa wilayah Magetan saat ini tengah berada dalam puncak musim kemarau.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa suhu dingin disebabkan oleh fenomena Apelion. Meski secara waktu berdekatan, Apelion tidak berdampak langsung terhadap suhu di suatu wilayah secara ekstrem.

“Apelion itu fenomena skala planetari. Kalau dia yang memengaruhi suhu dingin, maka seluruh bumi harusnya merasakannya. Tapi kenyataannya tidak demikian,” tegas Ardhasena.

Apelion terjadi rutin setiap awal Juli, ketika bumi berada sekitar 152 juta kilometer dari matahari. Namun, perbedaan jarak ini hanya menimbulkan pengaruh kecil terhadap suhu secara keseluruhan.

BMKG mengimbau masyarakat Magetan untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem, terutama suhu rendah di malam hari yang bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi bayi, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.

Warga juga disarankan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas malam dan menjaga daya tahan tubuh. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan lahan pertanian yang bisa terjadi akibat kemarau panjang.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • RPJMD Magetan 2025–2029: Antara Ambisi Pembangunan dan Realitas Sosial

    RPJMD Magetan 2025–2029: Antara Ambisi Pembangunan dan Realitas Sosial

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan visi “Magetan Nyaman, Maju, dan Berkelanjutan. ”Dokumen perencanaan ini memuat tujuh misi pembangunan, mulai dari penguatan SDM, pengentasan kemiskinan, hingga pembangunan infrastruktur strategis.” Namun, capaian indikator makro menunjukkan tantangan yang tidak sederhana. Pertumbuhan ekonomi Magetan sempat terkontraksi -2,33% pada […]

    Bagikan
  • 120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sosial bertajuk Madiun Khitanan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Madiun pada Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh sekitar 120 anak. Acara ini diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota […]

    Bagikan
  • Bupati Hari Wur Minta Pengawasan MBG Diperketat Sebelum Didistribusikan

    Bupati Hari Wur Minta Pengawasan MBG Diperketat Sebelum Didistribusikan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diresmikan di Kabupaten Madiun bertambah. Kali ini, SPPG di Kelurahan Krajan Kecamatan Mejayan resmi beroperasi pada Rabu (24/09/2025). Peresmian dilakukan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati Madiun, Dandim 0803/Madiun serta disaksikan oleh stakeholder terkait. Dapur ini bakal menyediakan makan bergizi […]

    Bagikan
  • Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan memusnahkan barang bukti narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Kamis (12/06/2025). Dalam pemusnahan yang berlangsung di halaman kantor Kejari Magetan tersebut, dimusnahkan sebanyak 333,77 gram sabu dan 3.551 butir pil koplo (pil LL) dari 12 perkara yang telah diputus pengadilan. Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, […]

    Bagikan
  • Kurun Waktu 2 Jam, Kuota 400 Kursi Balik Gratis Sudah Terpenuhi

    Kurun Waktu 2 Jam, Kuota 400 Kursi Balik Gratis Sudah Terpenuhi

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Program balik gratis Lebaran 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mendapatkan respons luar biasa dari masyarakat. Hanya dalam waktu dua jam, seluruh kuota sebanyak 400 kursi telah terisi. Program ini menyediakan dua tujuan utama, yakni Surabaya dan Jakarta, untuk membantu pemudik kembali ke perantauan setelah merayakan Lebaran di kampung […]

    Bagikan
  • Belum Bebas dari Penjara, Mantan Kades Ngariboyo Kembali Terseret Korupsi APBDes 2023, Negara Rugi Rp614 Juta

    Belum Bebas dari Penjara, Mantan Kades Ngariboyo Kembali Terseret Korupsi APBDes 2023, Negara Rugi Rp614 Juta

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan kembali menetapkan mantan Kepala Desa Ngariboyo, Sumadi, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2023, Kamis (16/4/2026). Penetapan ini menambah daftar kasus hukum yang menjerat Sumadi, setelah sebelumnya ia divonis dua tahun penjara dalam perkara serupa. Kepala Seksi Pidana Khusus […]

    Bagikan
expand_less