Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pj Sekda Magetan, Muchtar Wahid, mengumumkan hasil efisiensi belanja daerah berhasil menghemat sekitar Rp. 44 miliar. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengumumkan hasil efisiensi belanja daerah berhasil menghemat sekitar Rp. 44 miliar. Dana itu langsung dialokasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan porsi terbesar untuk sektor infrastruktur.

Pj Sekda Magetan, Muchtar Wahid, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima kucuran dana terbesar, sekitar Rp12 miliar, guna mengganti anggaran yang sebelumnya dipangkas.

“Efisiensi kemarin paling banyak di infrastruktur, maka dana dikembalikan untuk menutup kekurangan,” katanya.

Selain PUPR, tambahan anggaran juga disalurkan ke Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian, hingga Dinas Ketahanan Pangan. Fokus penyaluran disebut untuk memperkuat layanan dasar dan ketahanan pangan.

Meski ada tambahan Rp. 44 miliar, publik menilai kebijakan ini belum menyelesaikan persoalan utama. Struktur APBD Magetan 2025 senilai Rp2,13 triliun dinilai timpang, hanya 9,10 persen untuk belanja modal, sedangkan 74,10 persen justru habis untuk biaya operasional.

“APBD Magetan gemuk di pegawai, kurus di pembangunan,” ujar aktivis Forum Rumah Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran, Agus Pujiono.

Agus mendorong Pemkab untuk lebih tegas memangkas belanja operasional seperti rapat, perjalanan dinas, hingga pengadaan barang yang tidak mendesak. “Jangan sampai pembangunan yang nyata terus dikorbankan demi rutinitas birokrasi,” tambahnya.

Kepala BPKPD Magetan, Yayuk Sri Rahayu, mengakui belanja pegawai masih menyerap porsi besar dalam APBD 2025, yakni sekitar 34 persen. Angka ini melebihi batas maksimal 30 persen sebagaimana diatur UU Nomor 1 Tahun 2022, meski ketentuan itu baru wajib berlaku pada 2027.

“Setiap tahun ada pegawai yang pensiun, itu akan berpengaruh pada penurunan belanja pegawai,” ujar Yayuk.

Tambahan dana Rp44 miliar memang sedikit meringankan sektor yang sempat dipangkas. Namun, sorotan publik tetap mengarah pada struktur anggaran Magetan yang dianggap tidak sehat. Pasalnya terlalu boros untuk birokrasi, terlalu kecil untuk pembangunan.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK Temukan Kejanggalan Pondasi dan Beton Proyek Senilai Rp. 4,2 Miliar di Puskesmas Pilangkenceng Madiun

    BPK Temukan Kejanggalan Pondasi dan Beton Proyek Senilai Rp. 4,2 Miliar di Puskesmas Pilangkenceng Madiun

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Proyek pembangunan puskesmas di Pilangkenceng Kab Madiun mendapat sorotan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur. Ada kejanggalan dalam proyek senilai Rp 4,2 miliar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun anggaran 2024.  Proyek yang dikerjakan CV Syanur Mandiri asal Kota Solo itu diduga tidak sesuai kontrak. Temuan tersebut tertuang dalam […]

    Bagikan
  • Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Alternatif Madiun–Ponorogo, Jalur Selingkar Wilis Rawan Longsor

    Pohon Besar Tumbang Tutup Akses Alternatif Madiun–Ponorogo, Jalur Selingkar Wilis Rawan Longsor

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total akses jalan alternatif penghubung Kabupaten Madiun–Ponorogo di Jalan Raya Kandangan, Desa/Kecamatan Kare, Rabu (19/11/2025). Peristiwa itu terjadi setelah wilayah pegunungan tersebut diguyur hujan berintensitas tinggi sejak sore hingga malam. Pada Kamis pagi (20/11/2025), warga bersama personel TNI/Polri serta relawan BPBD bergotong royong membersihkan […]

    Bagikan
  • Menelusuri Jejak Para Leluhur, Membaca 351 Tahun Sejarah Magetan

    Menelusuri Jejak Para Leluhur, Membaca 351 Tahun Sejarah Magetan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejarah Kabupaten Magetan tidak hanya tersimpan dalam dokumen dan catatan pemerintahan. Jejaknya juga melekat pada makam para tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan daerah ini dari masa ke masa. Tujuh makam leluhur yang menjadi bagian dari sejarah Magetan membawa masyarakat pada perjalanan panjang sejak kisah awal terbentuknya daerah, munculnya pemerintahan kabupaten, […]

    Bagikan
  • Semarak Fun Bike Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Gowes Sambil Aksi Bersih Lingkungan

    Semarak Fun Bike Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Gowes Sambil Aksi Bersih Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar Fun Bike massal dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat itu tak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Fun bike diberangkatkan dari Pendopo […]

    Bagikan
  • IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    IPAL SPPG di Kota Madiun Belum Standar, Pemkot Ancam Laporkan ke BGN

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Madiun kembali menjadi sorotan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menemukan fasilitas IPAL di SPPG Ngegong masih belum memenuhi standar saat inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/5/2026). Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut hasil […]

    Bagikan
  • Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    Utang Rp. 26 Miliar Terbongkar di KPK, Ketua KONI Ungkap Dana Kampanye Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan berbagai dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Ponorogo. Pengusutan ini merupakan kelanjutan pascapenetapan Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko, Sekretaris Daerah nonaktif Agus Pramono, mantan Direktur RSUD dr. Harjono, hingga sejumlah pihak swasta sebagai tersangka. Terbaru, KPK memanggil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten […]

    Bagikan
expand_less