
Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar pembinaan terhadap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi demonstrasi di kantor DPRD Kota Madiun pada (30/08/2025) lalu.
Dalam kegiatan yang dihadiri siswa, perwakilan OSIS, orang tua, guru, hingga kepala sekolah tersebut, para pelajar diminta menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya masing-masing.
Walikota Madiun Maidi menegaskan, kegiatan ini menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Hari ini kita ada pembinaan pasca demo, itu kita evaluasi. Kejadian yang membawa hal tidak menyenangkan ini harus kita hentikan. Anak-anak kita kumpulkan, kita temukan dengan orang tuanya untuk minta maaf,” ujarnya, Jumat (12/09/2025).
Maidi juga mengingatkan, perkembangan teknologi dan media sosial sering memengaruhi pergaulan anak. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Sri Handoko Taruna, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
“Pemerintah Kota Madiun melakukan kerjasama dengan beberapa pihak. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga. Perlunya literasi dan sinergi, termasuk program yang menyasar keluarga,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyampaikan bahwa pengawasan keluarga menjadi kunci pencegahan anak-anak agar tidak mudah terprovokasi, terutama dari media sosial.
“Pak Walikota sudah merespon untuk menghidupkan kembali siskamling, kampung merah putih, dan kampung tangguh. Kita harus jaga anak-anak agar tidak terprovokasi media sosial,” tegasnya.
Melalui langkah pembinaan ini, Pemkot Madiun berharap para pelajar lebih memahami konsekuensi hukum maupun sosial dari keterlibatan dalam aksi demonstrasi, serta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan bergaul di masyarakat.
Surya Wibawa – Sinergia