Apel Pasca Lebaran, Bupati Madiun Tekankan Keikhlasan Pelayanan dan Disiplin ASN
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar apel bersama usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Pendopo Ronggo Djumeno, Rabu (25/3/2026). Kegiatan ini diikuti ribuan aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh organisasi perangkat daerah, kecamatan, hingga puskesmas.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi. Dalam sambutannya, Bupati Madiun mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh ASN serta mengajak mereka menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Setelah satu bulan kita ditempa melalui ibadah puasa, kemenangan spiritual ini harus menjadi modal bagi panjenengan semua untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hari Wuryanto di hadapan peserta apel.
Menurutnya, nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan, harus terus dijaga dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara. Ia menekankan bahwa puasa mengajarkan seseorang untuk tetap jujur meski tidak ada yang melihat, dan hal tersebut relevan dengan integritas ASN saat bekerja.
Bupati yang akrab disapa Hari Wur itu juga mengingatkan agar momentum Idul Fitri tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia berharap para ASN benar-benar menyerap makna saling memaafkan dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kalau panjenengan bisa memberikan layanan terbaik dengan ikhlas, insyaallah apa yang panjenengan dapatkan akan lebih baik dari apa yang panjenengan lakukan,” katanya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan bersama. Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan ribuan porsi opor ayam, ketupat, dan lontong bagi para ASN. Hari menjelaskan, menu tersebut dipilih karena merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa saat Syawalan.
“Ini budaya kita. Biasanya setelah Ramadan dan memasuki Syawal, ada opor ayam dan ketupat. Kita ingin menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan tradisi,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.
Ia menambahkan, kegiatan apel dan makan bersama ini juga bertujuan untuk memastikan kondisi ASN tetap sehat setelah menjalani ibadah puasa serta mempererat silaturahmi antar pegawai.
Seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan penegasan kembali komitmen pelayanan publik pasca libur Lebaran.
Pemerintah daerah berharap semangat yang ditempa selama Ramadan dapat menjadi “kawah candradimuka” bagi ASN untuk bekerja lebih disiplin, jujur, dan istiqomah dalam melayani masyarakat. (Tov)


- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez







