Balon Udara Besar Jatuh di Kebun Ketela Warga, Sempat Diambil Anak-Anak
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 31
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sebuah balon udara berukuran besar jatuh di kebun ketela milik warga di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026) siang. Balon tersebut diketahui masih dalam kondisi mengembang dan sempat mengeluarkan asap saat pertama kali ditemukan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Balon udara tanpa awak tersebut memiliki diameter kurang lebih dua meter dengan tinggi mencapai 15 meter. Balon jatuh di area perkebunan ketela milik warga setempat.
Dari video yang beredar di masyarakat, balon terlihat masih dalam kondisi panas dan mengeluarkan asap saat pertama kali jatuh. Namun, saat petugas dari Polsek Babadan tiba di lokasi, balon tersebut sudah tidak berada di tempat. Petugas hanya berhasil mengamankan sisa sumbu yang masih mengeluarkan asap di lokasi kejadian.
Salah satu saksi mata, Amirul Sholikin, mengatakan balon jatuh dalam kondisi masih panas. Tidak lama kemudian, dua orang anak muda yang diperkirakan masih berusia SMP datang dan membawa pergi balon tersebut.
“Balon masih panas dan mengeluarkan asap. Tidak lama kemudian ada dua anak muda datang dan langsung membawa balon itu pergi. Mereka bukan warga sini,” ujar Amirul.
Setelah dilakukan pencarian kurang dari satu jam, balon udara tersebut akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan. Selanjutnya, balon diserahkan kepada perangkat desa dan kemudian dibawa ke Polsek Babadan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya sisa petasan pada balon udara tersebut. Kami mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara tanpa pengaman karena berpotensi membahayakan lingkungan dan keselamatan,” ujarnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez







