Bocah 12 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Suasana penuh duka menyelimuti proses evakuasi jasad seorang anak berinisial AMP (12), warga Dusun Kedungprahu, Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu siang (14/2/2026). Bocah tersebut ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di sungai bersama teman-temannya.
Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk bermain bersama tiga teman sebaya.
Kapolsek Widodaren, AKP Farid Suharta, menjelaskan bahwa korban dan teman-temannya bersepeda hingga tiba di area sungai. Di lokasi tersebut, mereka kemudian memutuskan untuk mandi.
“Korban ikut turun ke sungai, padahal ia tidak memiliki kemampuan berenang,” ungkap AKP Farid.
Situasi berubah gawat ketika korban mulai berteriak meminta pertolongan. Teman-temannya berupaya menarik korban ke tepi sungai, namun usaha tersebut tak berhasil karena arus cukup dalam dan kuat.
“Salah satu teman korban akhirnya keluar dari sungai untuk mencari bantuan. Pemerintah desa lalu menghubungi polisi dan relawan,” imbuhnya.
Tim gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian. Setelah sekitar 15 menit, jasad AMP ditemukan pada kedalaman sekitar 5 meter, berjarak tiga meter dari titik awal ia tenggelam.
“Korban segera diangkat ke tempat yang lebih aman dan sempat diberi pertolongan, tetapi kondisinya sudah tidak bernyawa,” jelas Kapolsek.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan luar dan visum. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni kecelakaan akibat tenggelam.
Jenazah AMP telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. AKP Farid mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area berisiko.
“Kami mengimbau agar orang tua benar-benar mengawasi putra-putrinya dan tidak membiarkannya bermain di lokasi berbahaya,” tegasnya. (Kus/Krs).
- Penulis: Kusnanto


