Dampak Banjir di Ngawi, Jembatan Penghubung Putus dan Rumah Warga Rusak
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi pada Sabtu (14/2/2026) petang, mengakibatkan kerusakan cukup parah. Selain merusak satu rumah warga, derasnya arus juga memutus jembatan penghubung antar-dusun di Desa Jeblogan.
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan intens mengguyur kawasan itu selama sekitar satu jam. Air Sungai Buntung meluap dan menghantam bangunan penahan jembatan hingga ambrol. Luapan air menyebabkan akses antara Dusun Kluweng dan Sumbersari terputus total. Warga pun terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih dari satu kilometer.
“Airnya datang mendadak dan langsung menerjang rumah, sementara penghuninya segera kami evakuasi,” ujar Sumadi, salah satu warga yang ikut melakukan penyelamatan. Ia menuturkan bahwa meskipun nyawa penghuni rumah berhasil diselamatkan, seluruh isi rumah tidak bisa diselamatkan karena arus banjir terlalu kuat.

Rumah yang rusak itu milik Misinah, 57 tahun, warga Desa Sirigan, Kecamatan Paron. Saat banjir datang, warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi penghuni rumah. Kini, Misinah dan keluarganya sementara waktu menumpang di rumah tetangga.
Kepala Dusun Kluweng, Maryono, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat bangunan penahan jembatan tak mampu menahan tekanan air sungai. “Curah hujan sangat lebat dan akhirnya membuat penahan jembatan jebol sehingga akses warga terputus,” katanya.
Selain di Desa Jeblogan, kerusakan juga terjadi pada bangunan penahan jembatan di Desa Sirigan. Petugas dari BPBD Kabupaten Ngawi hingga masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan bagi warga terdampak. (Nan)




- Penulis: Kusnanto
- Editor: Arrachmando


