
Sinergia | Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengambil langkah signifikan dalam memberikan layanan bagi jutaan jemaahhasi dan umrah asal Indonesia. Dibawah Ketua Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, lembaga pengelolaan investasi (Sovereign Wealth Fund) Indonesia ini mengakuisisi aset properti di Arab Saudi yakni Novotel MakkahThakher City. Lokasinya berjarak 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
“Kita juga membeli 5 hektare lahan yang berada di depan Novotel. Rencana kita membangun 13 tower dan mal. Angkanya kurang lebih US$700-US$800 juta untuk 13 tower plus 1 mal,” terang Rosan beberapa waktu lalu.
Diketahui, Novotel MakkahThakher City memiliki kapasitas 1.461 kamar untuk menampung sekira 4.383 jemaah haji Indonesia. Dengan tambahan 13 tower, Rosan menilai jumlah kamar bisa meningkat sekitar 6.025 kamar untuk 23 ribu jemaah.
“Dengan memiliki hotel sendiri di Mekkah, kita tidak lagi hanya menjadi penyewa. Jadi bisa untuk menekan biaya akomodasi jangka panjang dan menjadi standar layanan bagi jemaah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rosan menerangkan jika Pemerintah Arab Saudi tengah membangun Jembatan Al-Hujun. Nantinya jembatan tersebut dapat dimanfaatkan jemaah Indonesia menuju Masjidil Haram. Menurut informasi, Jembatan Hujun diperkirakan rampung pada 2026 mendatang.
“Harapannyadalam kuartal IV 2026, pembangunan kita sudah bisa mulai di tanah yang kita beli pada minggu lalu. Pendirian Kampung Haji ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto,”tegas Rosan. Langkah ini dilakukan melalui kemitraan strategis dengan pengembang lokal Arab Saudi yang memahami regulasi ketat otoritas setempat. Ke depan, Danantara bakal bekerjasama dengan Badan Penyelenggara (BP) Haji serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam pembangunan Kampung Haji di Makkah dan Madinah. (Istimewa).