
Sinergia | Madiun — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus berupaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada masyarakat. Salah satu terobosan terbaru yang diluncurkan adalah inovasi “Sarapan Pecel” atau Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, yang memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan langsung dari kantor desa.
Program ini diperkenalkan beriringan dengan kegiatan Bahana Bersahaja yang digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kamis (22/1/2026). Melalui skema tersebut, petugas registrasi desa diberi kewenangan dan akses untuk mengajukan layanan adminduk melalui sistem terintegrasi milik Dispendukcapil.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, mengatakan Sarapan Pecel dirancang untuk memangkas jarak dan waktu layanan yang selama ini harus ditempuh warga hingga ke Mall Pelayanan Publik (MPP) atau kantor kecamatan.
“Kami ingin layanan adminduk benar-benar dekat dengan masyarakat. Setiap desa diberikan kewenangan melayani administrasi kependudukan melalui inovasi Sarapan Pecel. Pelayanannya efektif, cepat, dan langsung,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, sistem ini terhubung langsung dengan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) melalui perangkat dan aplikasi pendukung yang digunakan oleh petugas desa. Meski demikian, proses verifikasi dan validasi akhir tetap dilakukan oleh Dispendukcapil untuk menjaga kualitas dan keabsahan dokumen.
“Petugas registrasi desa sudah kami fasilitasi akses ke SIAK. Pengajuan bisa dilakukan di desa, sementara verifikasi tetap di Dukcapil. Jadi, standar dan keamanannya tetap terjaga,” jelasnya.
Melalui Sarapan Pecel, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), akta pencatatan sipil, hingga Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Untuk KTP-el, setelah dicetak di kantor Dispendukcapil, dokumen akan dikirimkan langsung ke alamat pemohon melalui layanan pos secara gratis.
Selain layanan tatap muka di desa, Dispendukcapil Kabupaten Madiun juga mengoptimalkan layanan digital melalui SENOPATI Web Mobile, sebagai pengganti layanan berbasis WhatsApp yang sebelumnya digunakan.
Dampak langsung inovasi ini dirasakan oleh warga. Hanita, salah satu warga Desa Karangrejo, mengaku terbantu dengan kemudahan layanan adminduk di desanya.
“Tadi bikin KTP cepat dan lancar. Datang sekitar setengah sepuluh, 15 menit kemudian sudah selesai. KTP lama saya rusak, gambarnya dan tulisannya sudah tidak jelas,” katanya.
Ia menilai kehadiran layanan pemerintah melalui kegiatan Bahana Bersahaja dan Sarapan Pecel sangat membantu masyarakat desa.
“Kami tidak perlu lagi jauh-jauh ke MPP atau ke pusat pemerintahan di Caruban. Pelayanan seperti ini sangat meringankan warga,” ujarnya.
Dengan inovasi Sarapan Pecel, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap layanan administrasi kependudukan dapat semakin inklusif, merata, dan mudah diakses hingga ke tingkat desa. (Tov)