Berita Terkini
Trending Tags

Kunjungi Pasar Plaosan, Wakil Kepala BGN Soroti Dampak MBG terhadap Stabilitas Harga Hortikultura

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 114
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Nanik S Deyang pantau harga hortikultura di Pasar Plaosan. (1/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk memantau perkembangan harga komoditas hortikultura sekaligus melihat secara langsung aktivitas perdagangan yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Nanik yang juga membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi serta menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan. Senin (1/6/2026).

Kehadiran rombongan disambut antusias para pedagang dan masyarakat yang tengah beraktivitas di pasar. Nanik juga menyempatkan diri memborong sebagian dagangan sayuran milik pedagang serta membagikan bingkisan kepada sejumlah pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha pasar tradisional.

“Kami ingin memas memastikan rantai pasok bahan pangan untuk program MBG berjalan baik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan pedagang lokal,” terang Nanik.

Di hadapan pedagang dan awak media, Nanik menjelaskan bahwa keberadaan program MBG mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga sejumlah komoditas hortikultura yang dihasilkan petani Magetan, khususnya di kawasan Plaosan yang selama ini dikenal sebagai sentra sayuran di lereng Gunung Lawu.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang sebelumnya sering mengalami anjlok harga saat panen raya kini mulai menunjukkan tren yang lebih baik seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Selada dulu pernah tidak ada harganya, bahkan hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Sekarang harganya jauh lebih baik. Wortel dan buncis yang dulu pernah turun hingga Rp3.000 per kilogram kini relatif stabil, bahkan di tingkat petani sudah berada di kisaran Rp12.000 per kilogram,” ujar Nanik.

Ia mengatakan hasil pertanian dari Magetan tidak hanya diserap untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah lain seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo yang turut menjalankan program MBG.

“Kebutuhan bahan pangan untuk MBG itu tinggi. Jadi tentunya mampu menjaga stabilitas harga dan mengurangi risiko kerugian yang selama ini kerap dialami petani akibat melimpahnya hasil panen,” imbuhnya.

Untuk memperkuat dampak program terhadap kesejahteraan petani, Nanik mengaku telah menginstruksikan para koordinator wilayah agar aktif memantau perkembangan harga komoditas pertanian. Jika terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan, maka bahan pangan tersebut dapat diprioritaskan untuk digunakan dalam penyediaan menu MBG.

“Kalau ada komoditas yang harganya turun, misalnya pokcai, nanti bisa diprioritaskan untuk digunakan. Dengan begitu permintaannya meningkat dan harga di tingkat petani juga ikut terdorong naik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa BGN tidak melakukan intervensi maupun penetapan harga terhadap komoditas pertanian. Harga tetap mengikuti mekanisme pasar. Namun, meningkatnya volume pembelian melalui program MBG diyakini dapat menciptakan permintaan yang lebih stabil sehingga harga hasil pertanian tidak mudah jatuh.

Selama ini, kata dia, petani hortikultura di Magetan kerap menghadapi fluktuasi harga yang tajam. Komoditas seperti tomat, wortel, maupun sayuran daun lainnya pernah mengalami penurunan harga drastis saat pasokan melimpah.

“Artinya tidak ada penentuan harga. Harga tetap mengikuti pasar. Tetapi ketika serapannya tinggi, harga tidak akan mudah jatuh. Ini yang insyaallah akan memperbaiki kondisi ekonomi, bukan hanya bagi pedagang tetapi juga bagi petani,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah melalui peningkatan serapan hasil pertanian lokal dan penguatan kesejahteraan petani. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sugiri Sampaikan LKPJ, DPRD Ponorogo Bentuk Pansus Evaluasi

    Bupati Sugiri Sampaikan LKPJ, DPRD Ponorogo Bentuk Pansus Evaluasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kinerja Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko selama setahun dievaluasi oleh DPRD setempat. Dalam sidang paripurna yang digelar di Kantor Bappeda Ponorogo, Senin (24/03/2025), Bupati Sugiri menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2024. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menegaskan bahwa bulan Maret ini merupakan batas akhir penyerahan LKPJ bupati. Setelah […]

    Bagikan
  • Ngawi Bersiap Sambut Presiden Prabowo, Jadi Tuan Rumah Panen Raya Nasional 2025

    Ngawi Bersiap Sambut Presiden Prabowo, Jadi Tuan Rumah Panen Raya Nasional 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kabupaten Ngawi telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Panen Raya Nasional 2025, yang direncanakan bakal dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto akhir Oktober mendatang.Kegiatan panen tersebut akan menjadi tanda penutup musim tanam pada tahun ini dan bakal diikuti secara daring oleh peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Kepala […]

    Bagikan
  • Arus Balik Lebaran, Jalur Ponorogo–Madiun Padat Merayap

    Arus Balik Lebaran, Jalur Ponorogo–Madiun Padat Merayap

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 764
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Arus balik Lebaran di jalur Ponorogo menuju Kabupaten Madiun terpantau mengalami kepadatan, Selasa (24/3/2026). Tepatnya di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, atau di sekitar Pos Mlilir, ribuan kendaraan roda empat terlihat padat merayap. Kepadatan terjadi akibat tingginya volume kendaraan pemudik yang kembali ke kota asal. Antrean panjang bahkan terpantau mulai dari kawasan […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Catat Deflasi keempat di Tahun 2025

    Kota Madiun Catat Deflasi keempat di Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat, pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. Ini menjadi deflasi keempat sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya terjadi pada Januari, Februari, dan Mei. Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menjelaskan bahwa secara tahunan (year on year/YoY), Agustus 2025 dibanding Agustus 2024, Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    Ini Link Download Logo Kemerdekaan RI ke-80, Usung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) akhirnya diluncurkan. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan logo sekaligus tema HUT ke-80 pada Rabu (23/07/2025). Logo yang diluncurkan merupakan karya anak bangsa yang menampilkan angka 8 dan 0, yang menunjukkan arti tanpa batas atau infinity. Dalam rilis yang disampaikan Sekretariat Negara […]

    Bagikan
expand_less