Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Fenomena maraknya pengamen, gelandangan, dan anak jalanan di sejumlah titik keramaian kembali terlihat selama bulan suci Ramadan di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kondisi ini mendorong aparat melakukan langkah penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menertibkan delapan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beraktivitas di perempatan jalan dan kawasan strategis Caruban, Kamis (26/2/2026). Penertiban dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat serta arus kendaraan selama Ramadan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, mengatakan penertiban tersebut mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan, bukan tindakan represif. “Kami melakukan pendataan terhadap delapan orang yang terjaring. Setelah itu diberikan pembinaan dan pemahaman agar tidak kembali beraktivitas di perempatan jalan, terutama di tengah arus lalu lintas yang meningkat selama Ramadan,” ujar Imam saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan, termasuk angkutan logistik menjelang Idulfitri, berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan jika aktivitas mengamen atau mengemis dilakukan di tengah jalan.
Menurutnya, langkah ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Madiun Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Satpol PP juga akan terus melakukan patroli rutin selama Ramadan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Menjelang hari raya, lalu lintas semakin padat. Kami khawatir jika mereka tetap beraktivitas di jalan dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Karena itu, pembinaan kami lakukan demi keselamatan bersama,” katanya.
Satpol PP menegaskan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi penertiban, sembari mendorong solusi jangka panjang melalui koordinasi lintas instansi terkait penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial di wilayah tersebut.(Tov)
- Penulis: Tova Pradana


