Jumat, 30 Okt 2026
Trending Tags

Ramadan Penuh Kebahagiaan, Khofifah Ajak 95 Siswa Difabel SLB Madiun Belanja Baju Lebaran di Mall

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 412
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 95 siswa difabel saat belanja pakaian lebaran. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana ceria terlihat di Sun City Mall Madiun, Kamis (12/3/2026). Puluhan siswa difabel dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota dan Kabupaten Madiun tampak antusias memilih baju Lebaran bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan ini diikuti oleh 95 siswa difabel yang datang bersama guru serta orang tua mereka. Awalnya, kegiatan tersebut direncanakan hanya diikuti sekitar 50 siswa, namun jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya mencapai 95 peserta.

Senyum dan tawa para siswa terlihat saat mereka bebas memilih pakaian Lebaran yang diinginkan. Khofifah pun tampak menyapa dan mendampingi beberapa siswa saat berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para guru SLB yang selama ini dengan sabar membimbing dan mendampingi anak-anak difabel.

“Guru-guru ini luar biasa dalam membimbing, mendidik, dan mendampingi anak-anak dengan berbagai keterbatasan. Kesabaran mereka sangat luar biasa,” ujar Khofifah.

Image Not Found
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 95 siswa difabel saat belanja pakaian lebaran. Foto : Kris-Sinergia

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesalehan sosial di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. “Kita ingin berbagi kebahagiaan dan bersapa di bulan Ramadan ini. Mudah-mudahan kebahagiaan ini menjadi penguat persaudaraan kita,” katanya.

Khofifah menambahkan, berbagi di bulan Ramadan biasanya identik dengan santunan kepada anak yatim. Namun kali ini, ia ingin menghadirkan kebahagiaan bagi para penyandang disabilitas sebagai pengingat untuk selalu mensyukuri nikmat kesehatan dan fungsi indera yang dimiliki.

“Dengan bersapa bersama saudara-saudara difabel, kita diingatkan untuk mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan. Ada saudara kita yang memiliki keterbatasan pada penglihatan, pendengaran, bicara maupun fisik, tetapi mereka tetap semangat menjalani kehidupan,” jelasnya.

Kegiatan ini tak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para siswa difabel, tetapi juga menyisakan haru bagi guru dan orang tua yang mendampingi mereka. Salah satunya dirasakan oleh Sudarsih, guru dari SLB Negeri Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak difabel, terutama di momen Ramadan.

 “Terima kasih untuk Ibu Khofifah dan Bapak Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur. Anak-anak kami yang istimewa baru kali ini mendapatkan perhatian khusus seperti ini di bulan Ramadan. Harapannya anak-anak merasa senang dan diperhatikan. Anak-anak kami ini luar biasa, sehingga memang membutuhkan pelayanan yang lebih optimal,” ujarnya.

Image Not Found
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama 95 siswa difabel saat belanja pakaian lebaran. Foto : Kris-Sinergia

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Sunari, warga Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yang mendampingi putrinya Anisa Nur Rohmah (10), siswa kelas 3 SD di SLB Negeri Karangrejo.

Sunari mengaku sangat terharu karena anaknya yang memiliki kondisi down syndrome dapat merasakan langsung perhatian dari gubernur.

“Sangat senang dan bahagia. Bu Gubernur bisa memperhatikan anak-anak seperti anak saya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anisa memilih beberapa kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, mulai dari baju Lebaran hingga perlengkapan sekolah. Ia menuturkan, putrinya tampak sangat gembira karena bisa bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur.

“Anak saya senang sekali. Tadi bisa salaman bahkan pelukan dengan Bu Gubernur. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan lagi, supaya anak-anak yang belum kebagian juga bisa ikut merasakan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, diharapkan dapat memberikan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di momen Ramadan yang penuh berkah.(Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Jalur Offline PPDB Kota Madiun Ditutup, Pendaftar SMP Lebihi Pagu, SD Masih Tersisa Kuota

    Pendaftaran Jalur Offline PPDB Kota Madiun Ditutup, Pendaftar SMP Lebihi Pagu, SD Masih Tersisa Kuota

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dinas Pendidikan Kota Madiun resmi menutup pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur offline pada Selasa (17/06/2025). Jalur ini telah dibuka sejak 16 Juni 2025, khusus untuk siswa dari wilayah perbatasan yang memiliki prestasi di bidang akademik, seni, maupun olahraga dan prestasi lainnya. Kepala Bidang Kurikulum, Pembinaan Bahasa, dan Sastra […]

    Bagikan
  • Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    Wanita Tanpa Identitas di Magetan Tewas Tertabrak KA Jayakarta

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang wanita tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertabrak Kereta Api Jayakarta, relasi Jakarta-Surabaya Gubeng di perlintasan Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu dini hari (17/05/2025). Korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya. Penjaga perlintasan JPL 09, Tesna,  menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mendengar suara klakson panjang dari arah […]

    Bagikan
  • Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di bawah langit Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, semangat Madiun Kampung Pesilat bukan sekadar slogan yang terpajang di spanduk atau baliho. Di tangan para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), semangat itu menjelma jadi gerakan nyata yakni mencetak bibit pesilat sejak bangku sekolah dasar. Melalui program fasilitasi pencak silat seni […]

    Bagikan
  • Potret Pendidikan di Magetan, Siswa SDN Sumbersawit 3 Magetan Belajar di Teras

    Potret Pendidikan di Magetan, Siswa SDN Sumbersawit 3 Magetan Belajar di Teras

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keterbatasan sarana prasarana masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan daerah. Hal ini terlihat di SD Negeri Sumbersawit 3, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, di mana puluhan siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras sekolah hingga mushola akibat minimnya ruang kelas yang layak. Kondisi tersebut semakin terasa saat pelaksanaan […]

    Bagikan
  • Candimulyo Cup II 2026, Ajang Menggali Bibit Muda Atlet Voli 

    Candimulyo Cup II 2026, Ajang Menggali Bibit Muda Atlet Voli 

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menutup gelaran turnamen bola voli bergengsi, Candimulyo Cup II Tahun 2026. Ajang yang mempertandingkan dua kategori utama, yakni kategori Gala Desa dan klub, sukses menjadi magnet bagi masyarakat dan talenta muda berbakat di Bumi Pesilat. Dalam sambutan penutupnya, Bupati Madiun Hari Wuryanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh […]

    Bagikan
  • Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap BA (14), pelajar SMP di Magetan, memasuki fase baru. Hal itu setelah muncul kabar bahwa ayah korban, Sutrisno (40), merasa takut untuk membuat laporan resmi ke polisi. Padahal, video penganiayaan yang dialami anaknya telah beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan warganet. Korban dipukuli, diikat, hingga […]

    Bagikan
expand_less