Dampingi Gubernur Khofifah Percepatan Tanam, Hari Wuryanto Optimis Madiun Jadi Lumbung Pangan Jatim
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Bupati Madiun Hari Wuryanto mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam kegiatan panen dan percepatan tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, menjadi dorongan besar bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi.
Hal itu disampaikan Hari Wuryanto dalam sambutannya pada acara yang digelar Jumat (8/5/2026). Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur tersebut memberi energi baru bagi petani dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kehadiran Ibu Gubernur merupakan suntikan semangat luar biasa bagi para petani untuk terus berproduksi demi mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Bupati yang akrab disapa Hari Wur itu.
Ia menegaskan, kegiatan di Desa Gading bukan sekadar seremoni panen, melainkan bagian dari gerakan nyata percepatan tanam guna menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Hari Wuryanto juga menekankan komitmen Kabupaten Madiun sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Saat ini, luas lahan sawah di wilayah tersebut tercatat lebih dari 32.418 hektare.
Dalam paparannya, Kabupaten Madiun pada 2024 hingga 2025 berhasil menempati posisi sebagai produsen beras terbesar ke-6 di Jawa Timur, dengan rata-rata produksi mencapai sekitar 480 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Sementara itu, kondisi harga gabah kering panen (GKP) saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram, dengan produktivitas rata-rata antara 6,9 hingga 7,2 ton per hektare.

Di sisi lain, Pemkab Madiun juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pada 2025, tercatat sebanyak 14 unit alsintan telah disalurkan, mulai dari hand tractor, power weeder, cultivator, hingga combine harvester.
Menurut Hari, bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di tingkat petani.
“Ke depan, kami berharap dukungan alsintan ini bisa terus berlanjut dan merata di desa-desa lain,” katanya.
Ia juga meminta arahan berkelanjutan dari Pemprov Jawa Timur, khususnya dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, agar kesejahteraan petani tetap terjaga saat produksi melimpah.
Pemkab Madiun menargetkan dukungan serupa tetap berlanjut pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan di wilayah tersebut. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





