
Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Besar Madiun (PBM), di mana beberapa komoditas utama mulai melejit dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini dijual dengan harga Rp. 80.000 per kilogram. Selain itu, bawang merah juga mengalami kenaikan dan saat ini berada di kisaran Rp. 55.000 per kilogram.
Tak hanya cabai rawit dan bawang merah, sejumlah komoditas lain juga ikut merangkak naik. Harga tomat kini berada di angka Rp. 14.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat dijual murah di kisaran Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 per kilogram. Sementara cabai keriting dijual dengan harga Rp. 65.000 per kilogram dan bawang putih berada di kisaran Rp. 30.000 per kilogram.
Salah satu pedagang PBM, Seno, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, kondisi pasar saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Yang naik harganya cabai sama bawang merah. Cabai sekarang Rp. 80 ribu per kilo, kemarin sempat Rp. 95 ribu. Harga segini pembeli ya biasa saja, pasar juga sepi. Dibandingkan tahun kemarin lebih ramai,” ujar Seno, pedagang Pasar Besar Kota Madiun saat ditemui di kios, Sabtu (13/12/2025).
Ia menambahkan, meski harga naik, stok bahan pokok di pasar sejauh ini masih terbilang aman. Kenaikan harga, kata Seno, umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada hasil panen.
“Penghasilan juga turun. Biasanya naiknya harga karena faktor cuaca. Untuk stok masih ada dan cukup banyak,” tambahnya.
Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Para pedagang berharap harga segera kembali stabil agar aktivitas jual beli di pasar kembali ramai dan daya beli masyarakat tidak semakin menurun. (Sur/Krs)