Berita Terkini
Trending Tags

Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Jelang Nataru, Pedagang PBM Keluhkan Sepi Pembeli

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mengalami kenaikan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kota Madiun mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Besar Madiun (PBM), di mana beberapa komoditas utama mulai melejit dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini dijual dengan harga Rp. 80.000 per kilogram. Selain itu, bawang merah juga mengalami kenaikan dan saat ini berada di kisaran Rp. 55.000 per kilogram.

Tak hanya cabai rawit dan bawang merah, sejumlah komoditas lain juga ikut merangkak naik. Harga tomat kini berada di angka Rp. 14.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat dijual murah di kisaran Rp. 8.000 hingga Rp. 10.000 per kilogram. Sementara cabai keriting dijual dengan harga Rp. 65.000 per kilogram dan bawang putih berada di kisaran Rp. 30.000 per kilogram.

Salah satu pedagang PBM, Seno, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, kondisi pasar saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Yang naik harganya cabai sama bawang merah. Cabai sekarang Rp. 80 ribu per kilo, kemarin sempat Rp. 95 ribu. Harga segini pembeli ya biasa saja, pasar juga sepi. Dibandingkan tahun kemarin lebih ramai,” ujar Seno, pedagang Pasar Besar Kota Madiun saat ditemui di kios, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan, meski harga naik, stok bahan pokok di pasar sejauh ini masih terbilang aman. Kenaikan harga, kata Seno, umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada hasil panen.

“Penghasilan juga turun. Biasanya naiknya harga karena faktor cuaca. Untuk stok masih ada dan cukup banyak,” tambahnya.

Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Para pedagang berharap harga segera kembali stabil agar aktivitas jual beli di pasar kembali ramai dan daya beli masyarakat tidak semakin menurun. (Sur/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Ketahanan Pangan, Maidi Dorong Sekolah Tanam Sayur dan Budidaya Ikan

    Kuatkan Ketahanan Pangan, Maidi Dorong Sekolah Tanam Sayur dan Budidaya Ikan

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Wali Kota Madiun, Maidi, didampingi Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Madiun, melakukan panen sayuran dan ikan lele di SDN Mojorejo 2 pada Jumat pagi (02/05/2025). Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga meresmikan sistem absensi berbasis barcode yang dinamakan Sibabe atau Sistem Barcode Absensi Belajar. Kegiatan ini disambut […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan, Puluhan Ibu-Ibu Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah

    Jelang Ramadhan, Puluhan Ibu-Ibu Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun  – Puluhan warga Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun mengantre panjang di lapak Gerakan Pasar Murah ( GPM ) jelang bulan Ramadhan Kamis (20/2/2025) pukul 08.00 WIB. GPM ini merupakan inisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun yang masif dilaksanakan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah. Hanya butuh waktu satu jam, […]

    Bagikan
  • 427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    427 Hektar Lahan Pertanian Terendam Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Dampak banjir beberapa waktu lalu sejumlah tanaman padi yang baru berusia 7-21 hari terancam gagal tanam. Genangan air yang masih ada mengancam kondisi tanaman padi. Data menyebut sekitar 427 hektar lahan tanaman padi terendam banjir. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi Supardi menjelaskan, dampak hujan deras di wilayah […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Benahi Jalur Pedestrian untuk Konektivitas Wisata Kota

    Pemkot Madiun Benahi Jalur Pedestrian untuk Konektivitas Wisata Kota

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 379
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun tengah menyiapkan konsep konektivitas kawasan wisata terpadu yang menghubungkan Pahlawan Street Center (PSC), Alun-Alun Kota Madiun, Masjid Agung Baitul Hakim, hingga titik wisata pendukung lainnya. Langkah ini dirancang untuk menghidupkan pusat kota secara merata dan mengurangi ketergantungan pada keramaian PSC sebagai satu-satunya magnet wisata. Wali Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Satu Tahun Bumi Kampung Pesilat Ditangan Harmonis, Apa Saja Tantangan dan Harapannya ?

    Satu Tahun Bumi Kampung Pesilat Ditangan Harmonis, Apa Saja Tantangan dan Harapannya ?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Tidak terasa satu tahun pasangan Harmonis, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun Purnomo Hadi memegang kendali pemerintahan di bumi kampung pesilat. Dua jagoan Harmonis itu dilantik Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025 lalu. Artinya tepat tanggal 20 Februari 2026 akan terjadi moment ulang tahun pertama bagi pasangan […]

    Bagikan
  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
expand_less