Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

UMP 2026 Dipastikan Naik, Menaker Tegaskan Tak Ada Upah Minimum yang Turun Meski Ekonomi Minus

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 362
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Menteri Ketenagakerjaan Prof.Yassierli, Foto: Dokumentasi Humas Kemnaker

Sinergia | Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 tetap mengalami kenaikan di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali bagi daerah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif. Bahkan, ditegaskan tidak ada satu pun provinsi yang mengalami penurunan upah minimum pada tahun depan.

Penegasan ini sekaligus merespons kekhawatiran pekerja di sejumlah daerah dengan kondisi ekonomi melemah, seperti Papua Tengah dan Papua Barat, yang berdasarkan data kuartal III 2025 mengalami pertumbuhan ekonomi minus.

Menurut Yassierli, mekanisme penetapan UMP 2026 telah dirancang sedemikian rupa sehingga kenaikan upah tetap terjadi meskipun pertumbuhan ekonomi daerah tidak positif.

“Dalam kebijakan pengupahan tidak dikenal istilah upah minimum turun. Perhitungannya menggunakan formula inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi yang dikalikan dengan faktor alpha,” kata Yassierli di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, rumus penetapan UMP 2026 telah diatur secara tegas dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan terbaru. Formula tersebut mengombinasikan tingkat inflasi dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang dikalikan nilai alpha, yang berada pada kisaran 0,5 hingga 0,9.

Yassierli menegaskan, daerah dengan pertumbuhan ekonomi negatif atau stagnan tidak otomatis mengalami kenaikan UMP nol persen. Dalam kondisi tersebut, angka inflasi justru menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh Dewan Pengupahan Daerah.

“Jika pertumbuhan ekonominya minus, maka Dewan Pengupahan Daerah akan mengacu pada inflasi sebagai dasar penyesuaian upah minimum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan bahwa penetapan besaran akhir UMP 2026 sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pengupahan Daerah. Hal itu dinilai paling memahami kondisi riil perekonomian, dunia usaha, serta ketenagakerjaan di wilayah masing-masing.

“Kami percaya Dewan Pengupahan Daerah memiliki data yang komprehensif, mengetahui sektor unggulan, penyebab perlambatan ekonomi, serta kondisi dunia usaha dan tenaga kerja di daerahnya,” tuturnya.

Meski demikian, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan tetap melakukan koordinasi dan pendampingan intensif agar proses penetapan UMP berjalan sesuai regulasi. Selain itu, juga mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.

Yassierli juga menegaskan bahwa kebijakan pengupahan 2026 disusun secara partisipatif, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari serikat pekerja, asosiasi pengusaha, hingga pemerintah daerah.

Sosialisasi kebijakan tersebut telah dilakukan kepada para kepala daerah dan difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu (17/12/2025).

“Setiap kebijakan tentu mempertimbangkan berbagai aspek. Aspirasi buruh dan pekerja menjadi salah satu perhatian utama pemerintah,” ujar Yassierli.

Sebagai landasan hukum, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan pada Selasa (16/12/2025). Aturan tersebut menjadi dasar penetapan upah minimum 2026, termasuk kewenangan gubernur dalam menetapkan UMP.

“Khusus untuk 2026, gubernur wajib menetapkan UMP paling lambat pada 24 Desember 2025,” kata Yassierli.

Selain UMP, PP Pengupahan juga mengatur kewajiban penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), serta kewenangan gubernur dalam menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

Pemerintah berharap kebijakan pengupahan terbaru ini dapat menjaga daya beli pekerja sekaligus menjamin keberlangsungan dunia usaha, di tengah dinamika dan tantangan ekonomi nasional maupun daerah.

“Kami berharap PP Pengupahan ini menjadi kebijakan yang paling adil dan seimbang bagi pekerja, pengusaha, serta pemerintah daerah,” pungkas Menaker. (Istimewa).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raih 9 Emas di Porprov Jatim IX 2025, KONI Kota Madiun Siapkan Program Pemusatan Latihan

    Raih 9 Emas di Porprov Jatim IX 2025, KONI Kota Madiun Siapkan Program Pemusatan Latihan

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kontingen Kota Madiun berhasil menunjukkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Total 57 medali berhasil diboyong pulang, terdiri dari 9 medali emas, 18 medali perak, dan 30 medali perunggu. Perolehan tersebut menempatkan Kota Madiun dengan total 102 poin dalam klasemen akhir Porprov IX. Sejumlah […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Kepala BKN terkait Peran Strategis ASN di Lingkup Pemkot Madiun

    Ini Arahan Kepala BKN terkait Peran Strategis ASN di Lingkup Pemkot Madiun

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sosialisasi manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Ballroom Sun Hotel, Rabu (14/05/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Wali Kota Madiun dan Wakil WaliKota Madiun turut hadir dalam […]

    Bagikan
  • TMMD Madiun Menyambung Akses Perekonomian di Desa Terpencil Lereng Wilis

    TMMD Madiun Menyambung Akses Perekonomian di Desa Terpencil Lereng Wilis

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0803 Madiun digelar di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Kegiatan berlangsung selama satu bulan dimulai sejak Rabu (23/07/2025), dengan fokus pada pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat di desa yang berada di lereng Gunung Wilis tersebut. Bupati Madiun Hari Wuryanto yang […]

    Bagikan
  • Labfor Polda Jatim Dalami Penyebab Ledakan Alat Pengering di SPPG Kandangan 2

    Labfor Polda Jatim Dalami Penyebab Ledakan Alat Pengering di SPPG Kandangan 2

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Penyelidikan kasus ledakan alat pengering (oven) di SPPG Kandangan 2, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, terus berlanjut. Untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tim yang […]

    Bagikan
  • Pesilat Madiun Deklarasi Pemersatu Bangsa, Polri dan Pemerintah Tekankan Pentingnya Kondusivitas

    Pesilat Madiun Deklarasi Pemersatu Bangsa, Polri dan Pemerintah Tekankan Pentingnya Kondusivitas

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan pesilat dari berbagai perguruan silat yang tergabung dalam paguyuban kampung pesilat di Kabupaten Madiun mendeklarasikan diri sebagai pemersatu bangsa. Deklarasi yang berlangsung di Gedung Padepokan Kampung Pesilat Caruban pada Selasa (09/09/2025) itu dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan […]

    Bagikan
  • Penertiban Kabel Optik Dimulai, Provider Diminta Benahi Jalur Padat di Magetan

    Penertiban Kabel Optik Dimulai, Provider Diminta Benahi Jalur Padat di Magetan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan mulai menata kabel optik yang selama ini semrawut di sejumlah ruas kota. Penertiban melibatkan delapan provider dan difokuskan pada kawasan Alun-Alun serta beberapa titik utama lainnya. Kepala Diskominfo Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan langkah ini dipercepat agar kondisi kabel tidak semakin semrawut. “Penataan sudah dimulai. Delapan […]

    Bagikan
expand_less