Berita Terkini
Trending Tags

Hilang Menjelang Subuh, Nenek 67 Tahun di Magetan Ditemukan Meninggal di Jurang Depan Rumah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 35 menit yang lalu
  • visibility 20
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim gabungan mengevakuasi nenek 67 tahun dari jurang Kali Gandong. (28/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang perempuan lanjut usia bernama Lastri (67), warga Jalan Wilis Gang Wonokromo, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, ditemukan meninggal dunia di jurang Kali Gandong, Senin (28/9/2026). Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Lastri diketahui tinggal bersama putrinya, Sutiyah (51). Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, korban diketahui sudah tidak berada di rumah ketika putrinya terbangun menjelang waktu subuh.

Keluarga bersama warga kemudian berusaha mencari keberadaan Lastri di sekitar rumah dan lingkungan sekitar. Namun, pencarian dari permukaan belum membuahkan hasil.

Tetangga korban, Zaeni, mengatakan warga sempat mendatangi kawasan jurang yang berada tepat di depan rumah Lastri. Namun, warga tidak berani turun karena kondisi medan yang curam.

“Pagi itu anaknya bangun sekitar mau subuh, dicari ternyata ibunya sudah tidak ada. Kemudian dicari sampai pagi, tetapi tidak ketemu,” kata Zaeni.

Lokasi jurang tersebut hanya berjarak sekitar enam meter dari rumah korban. Kondisi kesehatan Lastri juga menjadi perhatian karena korban diketahui mengalami stroke dan kesulitan berjalan.

“Jalannya sudah sempoyongan. Memang Lastri itu sakit stroke,” ujar Zaeni.

Laporan mengenai orang hilang tersebut diterima Call Center BPBD Kabupaten Magetan pada Minggu malam sekitar pukul 22.29 WIB. Petugas BPBD kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan kepolisian, perangkat kelurahan serta masyarakat.

Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi dengan menyisir kawasan Kali Gandong. Mengingat kondisi tebing yang curam dan sulit dijangkau, BPBD mengerahkan personel dengan kemampuan vertical rescue.

Petugas BPBD Magetan, Khoirul Huda, mengatakan korban akhirnya terlihat setelah petugas melakukan rappelling dari atas tebing. Posisi korban berada sekitar 10 meter dari permukaan atas jurang dan tersangkut pada dahan pohon yang tumbang.

“Dari atas kami turun menggunakan rappelling. Setelah turun sekitar empat meter, korban sudah kelihatan. Posisinya tengkurap dan tersangkut di dahan pohon,” jelas Khoirul.

Menurutnya, posisi korban tidak mudah terlihat dari atas karena tubuhnya berada di bagian jurang yang menjorok dan tertutup dahan. Korban juga tidak sampai ke dasar sungai karena tertahan pohon yang tumbang.

Proses evakuasi berlangsung menggunakan teknik vertical rescue. Petugas harus berhati-hati karena kondisi tebing cukup terjal serta terdapat batu-batu lepas yang dapat runtuh ketika petugas melakukan penurunan.

Image Not Found
Petugas membawa korban setelah proses evakuasi dari dalam jurang. Foto : Kus-Sinergia

“Medannya sulit karena tebingnya tinggi dan masuk ke dalam. Selain itu, batuannya lepas sehingga saat proses turun banyak batu kecil yang ikut rontok,” katanya.

Wakapolsek Magetan Kota, Iptu Sukardi, mengatakan Lastri ditemukan sekitar pukul 09.45 WIB setelah tim gabungan melakukan penyisiran di kawasan Kali Gandong.

Menurut dia, korban diduga terjatuh ke jurang yang berada di depan rumahnya. Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi korban yang mengalami stroke dan memiliki keterbatasan dalam berjalan.

“Korban mengalami gejala stroke kurang lebih empat bulan. Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan Inafis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban jatuh,” ujar Sukardi.

Petugas medis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka pada bagian kepala yang diduga akibat benturan serta patah pada kaki sebelah kiri.

Sukardi menegaskan korban saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Setelah proses evakuasi selesai, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Magetan, kepolisian, perangkat Kelurahan Mangkujayan, serta masyarakat setempat. Kondisi jurang yang berada sangat dekat dengan permukiman menjadi perhatian, terlebih korban diketahui memiliki keterbatasan mobilitas akibat penyakit stroke. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Hukum PSHT Pusat Madiun Menguat, Soroti Munas IPSI hingga Legitimasi Sepihak

    Langkah Hukum PSHT Pusat Madiun Menguat, Soroti Munas IPSI hingga Legitimasi Sepihak

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menegaskan akan menempuh langkah hukum tegas dalam menghadapi polemik sengketa kepengurusan yang masih berlangsung. Upaya ini mencakup pelaporan pidana hingga gugatan di pengadilan, menyusul berbagai klaim sepihak dan gangguan terhadap aktivitas organisasi di lapangan. Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun, Maryano, menyatakan […]

    Bagikan
  • Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terdakwa perkara dugaan korupsi, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah memilih langkah berbeda usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/6/2026). Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thariq melalui kuasa hukumnya […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    Pemprov Jatim Gelontorkan Rp7,3 Miliar untuk Penataan Kawasan Kumuh Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar untuk penataan kawasan kumuh di wilayah Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Program tersebut akan menyasar perbaikan infrastruktur dasar hingga pengelolaan lingkungan guna meningkatkan kualitas permukiman dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemkot Madiun melaksanakan rapat koordinasi penataan kawasan kumuh bersama Dinas Perumahan Rakyat, […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun Toyota Kijang Tabrak 4 Motor 1 Rumah, Delapan Orang Luka

    Kecelakaan Beruntun Toyota Kijang Tabrak 4 Motor 1 Rumah, Delapan Orang Luka

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan beberapa kendaraan terjadi di Jalan Ngawi–Sine, tepatnya di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga setempat karena dampak tabrakannya merusak sejumlah kendaraan dan menyebabkan banyak korban luka. Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, membenarkan adanya […]

    Bagikan
  • Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    Bayi 7 Hari di Magetan Diduga Dianiaya, Polres Magetan Periksa 5 Saksi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, tengah mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Bayi yang masih sangat rentan itu ditemukan dalam kondisi terluka setelah sempat ditinggal sebentar oleh salah satu anggota keluarganya. Ketika […]

    Bagikan
  • DPRD dan Pemkab Ponorogo Tetapkan KUA-PPAS 2026, Fokus pada Kenaikan PAD Tanpa Membebani Rakyat

    DPRD dan Pemkab Ponorogo Tetapkan KUA-PPAS 2026, Fokus pada Kenaikan PAD Tanpa Membebani Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota bersama dalam rapat paripurna di ruang rapat DPRD, Jumat (22/08/2025). Rapat dipimpin Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, serta dihadiri Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Penandatanganan […]

    Bagikan
expand_less